Jakarta -
Menyusui bukan hanya langkah terbaik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga memberikan banyak faedah yang mungkin belum banyak disadari. Selain membantu tumbuh kembang Si Kecil, menyusui juga berakibat positif bagi kesehatan bentuk dan mental ibu.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, dapat memberikan faedah jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh bayi hingga membantu ibu mengurangi akibat beragam penyakit kronis.
12 Manfaat tak terduga dari menyusui
Lantas, apa saja faedah tak terduga dari menyusui? Simak penjelasannya berikut ini, Bunda.
1. Membantu mencegah obesitas pada anak
ASI mengandung komposisi nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Bayi yang mendapat ASI juga condong lebih bisa mengatur rasa lapar dan kenyang sehingga akibat makan berlebihan saat tumbuh menjadi lebih rendah.
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam World Health Organization (WHO) menyebut bahwa menyusui dikaitkan dengan penurunan akibat kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak.
2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi
ASI mengandung antibodi, sel imun, laktoferin, dan oligosakarida yang membantu melindungi bayi dari beragam infeksi, seperti diare, jangkitan saluran pernapasan, hingga jangkitan telinga. Menurut American Academy of Pediatrics, bayi yang mendapatkan ASI mempunyai akibat lebih rendah mengalami beragam penyakit jangkitan dibandingkan bayi yang tidak disusui.
3. Mendukung perkembangan otak
Asam lemak DHA, kolin, dan beragam nutrisi bioaktif dalam ASI berkedudukan krusial dalam perkembangan otak bayi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menyusui berangkaian dengan perkembangan kognitif yang lebih baik, meski hasilnya juga dipengaruhi oleh beragam aspek lain seperti lingkungan dan pendidikan orang tua.
4. Mengurangi akibat glukosuria jenis 2
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang disusui mempunyai akibat lebih rendah mengalami glukosuria jenis 2 di kemudian hari dibandingkan bayi yang tidak memperoleh ASI. WHO juga memasukkan penurunan akibat glukosuria sebagai salah satu faedah jangka panjang menyusui bagi anak.
5. Membantu ibu lebih sigap pulih setelah melahirkan
Saat menyusui, tubuh ibu melepaskan hormon oksitosin yang membantu rahim berkontraksi. Hal ini dapat mempercepat proses kembalinya ukuran rahim seperti sebelum mengandung sekaligus mengurangi perdarahan setelah persalinan.
Produksi ASI memerlukan daya sekitar 400–500 kalori per hari. Bila diimbangi dengan pola makan sehat dan kegiatan bentuk sesuai rekomendasi dokter, menyusui dapat membantu sebagian ibu menurunkan berat badan secara berjenjang setelah melahirkan. Namun, hasilnya bisa berbeda pada setiap ibu.
Semakin lama seorang ibu menyusui, semakin besar faedah perlindungan terhadap kanker payudara. Menurut World Health Organization, menyusui merupakan salah satu aspek yang dapat menurunkan akibat kanker tetek pada ibu.
Selain kanker payudara, menyusui juga dikaitkan dengan penurunan akibat kanker ovarium. Hal ini diduga berangkaian dengan berkurangnya gelombang ovulasi selama masa menyusui. Meta-analisis yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Medicine menemukan adanya hubungan antara riwayat menyusui dengan akibat kanker ovarium yang lebih rendah.
Beberapa studi menunjukkan bahwa ibu yang menyusui mempunyai akibat lebih rendah mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, hingga stroke di kemudian hari. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association menemukan bahwa lama menyusui yang lebih lama berangkaian dengan kesehatan jantung yang lebih baik.
10. Membantu meredakan stres
Menyusui memicu pelepasan hormon oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon ini berkedudukan dalam menciptakan rasa tenang, memperkuat ikatan ibu dan bayi, serta membantu menurunkan respons tubuh terhadap stres.
Meski demikian, jika ibu mengalami stres berat alias indikasi depresi setelah melahirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapat penanganan yang tepat.
Menyusui eksklusif dapat menunda kembalinya ovulasi melalui metode Lactational Amenorrhea Method (LAM). Namun, metode ini hanya efektif jika memenuhi syarat tertentu, yaitu:
- Bayi berumur kurang dari enam bulan.
- Bayi mendapat ASI eksklusif.
- Ibu belum mengalami menstruasi kembali.
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, efektivitas metode ini bakal menurun sehingga tetap diperlukan kontrasepsi jika mau menunda kehamilan.
12. Menghemat pengeluaran keluarga
ASI tersedia secara alami tanpa biaya pembelian susu formula. Selain itu, bayi yang disusui condong lebih jarang sakit sehingga berpotensi mengurangi biaya pengobatan dan perawatan kesehatan.
Tips agar proses menyusui lebih nyaman
Untuk memperoleh faedah optimal dari menyusui, Bunda dapat melakukan beberapa perihal berikut:
- Susui bayi sesuai kebutuhannya (on demand).
- Pastikan pelekatan mulut bayi sudah benar.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup minum.
- Istirahat saat bayi tidur jika memungkinkan.
Jangan ragu meminta support konselor laktasi jika mengalami kesulitan menyusui.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·