Ponsel Pintar dan Angka Kelahiran, Apa Hubungannya? Ini Temuan Studi Terbaru

Aug 11, 2026 07:30 AM - 1 jam yang lalu 3

Jakarta -

Angka kelahiran di sejumlah negara terus menurun dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kondisi ini selama ini lebih sering dikaitkan dengan beragam faktor, mulai dari kondisi ekonomi, perubahan style hidup, hingga keputusan pasangan untuk menunda mempunyai anak.

Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa di Amerika Serikat, nomor kelahiran telah menurun sejak 2007. Pada 2025, tercatat sekitar 53 bayi lahir untuk setiap 1.000 wanita berumur 15–44 tahun, menjadi nomor terendah yang pernah dilaporkan.

Kini, sebuah studi baru mengangkat dugaan lain yang cukup mengejutkan, ialah penggunaan ponsel pandai (smartphone). Penelitian tersebut menemukan bahwa meningkatnya penggunaan ponsel pandai diduga berangkaian dengan sebagian penurunan nomor kelahiran.


Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak berfaedah ponsel pandai menjadi penyebab tunggal turunnya nomor kelahiran. Studi tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan, sehingga tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hubungan karena akibat.

Studi: Ponsel pandai diduga memengaruhi penurunan nomor kelahiran

Melansir New York Post, penelitian yang dilakukan ahli ekonomi Middlebury College, Caitlin Myers dan Ezekiel Hooper, memanfaatkan kondisi unik saat iPhone pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada 2007 dan hanya dapat digunakan melalui jaringan AT&T.

Perbedaan cakupan jaringan di beragam daerah dimanfaatkan sebagai 'eksperimen alami' untuk membandingkan perubahan nomor kelahiran di daerah yang lebih sigap mengangkat ponsel pandai dengan daerah lain.

Hasil kajian menunjukkan bahwa meningkatnya penggunaan ponsel pandai diperkirakan dapat menjelaskan sekitar 33–52 persen penurunan nomor kelahiran pada wanita usia 15–44 tahun selama periode tersebut.

Namun, penelitian ini menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa ponsel pandai secara langsung menyebabkan nomor kelahiran menurun.

Mengapa ponsel pandai diduga berangkaian dengan nomor kelahiran?

Peneliti mengusulkan beberapa kemungkinan penjelasan, seperti berkurangnya hubungan tatap muka, lebih jarangnya hubungan seksual, meningkatnya penggunaan konten digital termasuk pornografi, serta semakin mudahnya mengakses info mengenai kontrasepsi. Faktor-faktor tersebut diduga ikut memengaruhi keputusan maupun kesempatan seseorang untuk mempunyai anak.

Sejak ponsel pandai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, masyarakat condong menghabiskan lebih banyak waktu di bumi digital dan lebih sedikit berinteraksi secara langsung.

Berbagai perubahan perilaku tersebut diperkirakan dapat berkontribusi terhadap menurunnya nomor kelahiran.

Meski hasil penelitian ini menarik, para peneliti menilai tetap diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan karena akibat antara penggunaan ponsel pandai dan penurunan nomor kelahiran.

Penelitian berikutnya juga diharapkan dapat menjelaskan lebih jauh gimana perubahan perilaku akibat perkembangan teknologi memengaruhi hubungan sosial, keputusan membangun keluarga, hingga perencanaan mempunyai anak.

Apa kata pakar? ponsel pandai mengubah perilaku, bukan merusak kesuburan

Dr. Jaime Knopman, mahir endokrinologi reproduksi, mengatakan studi tersebut tidak menunjukkan bahwa ponsel pandai merusak sel telur alias organ reproduksi. Menurutnya, penggunaan ponsel pandai lebih mungkin memengaruhi perilaku sosial yang berangkaian dengan kesempatan seseorang untuk mempunyai anak.

"Kaum muda menghabiskan lebih sedikit waktu berinteraksi satu sama lain secara tatap muka, yang mengakibatkan hubungan seks yang lebih jarang dan karenanya lebih sedikit anak. Kita berkencan dengan langkah yang berbeda, kita berjumpa dengan langkah yang berbeda, dan sebagian besar perihal ini disebabkan oleh hidup di bumi online sepanjang waktu," ujar Knopman.

Menurut Knopman, teknologi telah membikin komunikasi memperkecil dunia. Teknologi juga mengurangi jarak hubungan tatap muka. Padahal, itu sangat krusial untuk membangun hubungan dan memupuk keintiman.

Penurunan nomor kelahiran dipengaruhi banyak faktor

Studi ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan ponsel pandai dan penurunan nomor kelahiran. Namun, para mahir mengingatkan bahwa kejadian tersebut berkarakter kompleks.

Selain perubahan pola hubungan akibat teknologi, beragam aspek lain juga berperan, seperti meningkatnya biaya membesarkan anak, usia menikah dan mempunyai anak yang semakin mundur, pendidikan, kesempatan berkarier, hingga pilihan pasangan untuk mempunyai lebih sedikit anak.

Karena itu, hasil penelitian ini sebaiknya dipahami sebagai salah satu petunjuk mengenai gimana perkembangan teknologi dapat memengaruhi perilaku sosial yang berangkaian dengan keputusan mempunyai anak.

Namun, penurunan nomor kelahiran tetap merupakan kejadian yang dipengaruhi banyak aspek sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan tersebut secara menyeluruh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya