Penyebab Saraf Kejepit pada Pinggang seperti Dialami Dian Ayu Lestari, Ini Faktor Pemicunya

Aug 10, 2026 10:00 PM - 2 jam yang lalu 57

Jakarta -

Artis Dian Ayu Lestari baru-baru ini mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, Bunda. Istri presenter Ananda Omesh ini kudu dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit lantaran mengalami saraf kejepit.

Insiden ini bermulai saat Ananda Omesh yang sedang bekerja, mendapat berita istrinya pingsan di rumah. Melihat kondisi Dian Ayu, Omesh segera membatalkan pekerjaannya dan langsung bergegas menuju rumah sakit untuk mendampingi.

"Pas saya syuting, orang rumah video call minta tolong istri saya sudah blackout, sudah pingsan gitu. Jadi langsung dibawa ke emergency dan diperiksa dokter," kata Ananda Omesh dikutip dari Insertlive, Sabtu (8/8/26).


Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Dian Ayu mengalami saraf kejepit yang dipicu oleh kesalahan posisi tubuh saat menggendong anaknya. Kondisi tersebut juga terjadi lantaran cedera jatuh yang pernah dialami Dian Ayu belasan tahun silam, Bunda.

"Itu lantaran dulu sebelumnya belasan tahun lampau pernah jatuh agak keras, jatuh sembari duduk gitu sempat kena dahulu. Terus kemarin posisi salah mau ngangkat anak gitu, mau gendong, salah posisi, tek, terus tiba-tiba kesakitan luar biasa," ungkap Omesh.

Memahami penyebab hingga indikasi saraf kejepit

Semua orang bisa terkena saraf kejepit seperti yang dialami Dian Ayu. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan akibat saraf kejepit.

Dilansir Medical News Today, saraf terjepit alias kejepit di punggung bawah terjadi ketika jaringan alias tulang di sekitarnya menekan saraf di bagian bawah tulang belakang. Perlu diketahui, tulang belakang terdiri dari banyak saraf yang menghantarkan sinyal ke otak. Jika tulang alias jaringan di tulang belakang menekan saraf, perihal ini bakal mengganggu penyampaian sinyal ke otak.

"Gangguan inilah yang menimbulkan indikasi saraf kejepit. Pada bagian punggung bawah, saraf kejepit dapat menyebabkan indikasi yang menjalar hingga ke area panggul, tungkai, dan kaki," kata master yang mempunyai spesialisasi di bagian penyakit dalam dan kedokteran olahraga, Angela M. Bell, MD, FACP.

Hal yang sama juga disampaikan oleh fisioterapis Gregory Minnis, DPT, seperti dilansir laman Healthline. Menurut Minnis, saraf kejepit di punggung bagian bawah terjadi akibat tekanan berlebih pada saraf di dekat lima ruas tulang belakang bagian bawah. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan memengaruhi kualitas hidup, Bunda.

Penyebab dan aspek pemicu saraf kejepit

Saraf terjepit di punggung bawah bisa muncul secara tiba-tiba alias akibat cedera traumatis, seperti terjatuh. Bunda lebih mungkin mengalami gejalanya jika berumur antara 30 hingga 50 tahun. Pada rentang usia tersebut, alas (diskus) di antara ruas tulang belakang paling rentan mengalami cedera.

Penyebab umum lainnya dari saraf terjepit di punggung bawah adalah hernia diskus (diskus menonjol keluar). Kondisi ini dapat terjadi akibat penuaan, keausan, alias kelainan pada tulang belakang. Pria berumur 20 hingga 50 tahun mempunyai akibat lebih tinggi mengalami hernia diskus.

Kemungkinan penyebab lain dari saraf terjepit di punggung bawah meliputi:

  • Stenosis spinal
  • Pembentukan taji tulang (osteofitosis)
  • Spondilolistesis
  • Stenosis foraminal
  • Artritis reumatoid
  • Tumor metastasis alias tumor jinak
  • Beberapa jenis jangkitan jamur, virus, alias bakteri

Sementara itu, aspek risikonya dapat meliputi:

  • Postur tubuh yang buruk, terutama akibat bekerja di depan komputer
  • Kurangnya olahraga secara teratur
  • Teknik mengangkat beban yang salah
  • Gerakan yang berulang-ulang
  • Merokok
  • Postur tubuh yang tinggi
  • Kelebihan berat badan alias obesitas

Gejala saraf kejepit

Saat terjadi saraf kejepit di punggung bawah, Bunda mungkin mengalami indikasi yang menjalar ke personil mobilitas bawah, seperti tungkai, bokong, dan kaki. Sebagian orang juga menyebut kondisi ini sebagai sciatica alias radikulopati. Berikut beberapa gejalanya:

Gejalanya dapat meliputi:

  • Nyeri tajam alias sensasi terbakar di punggung bawah alias bokong
  • Nyeri yang menjalar ke bawah sepanjang salah satu tungkai
  • Mati rasa alias kesemutan
  • Pada kasus yang parah bisa menyebabkan kelemahan otot

Perlu dicatat, sciatica bukanlah suatu penyakit, melainkan istilah yang menggambarkan jenis nyeri saraf. Nyeri ini terjadi ketika akar saraf di punggung bawah tertekan akibat stenosis spinal alias hernia nukleus pulposus (HNP), ialah saraf terjepit akibat alas tulang belakang yang bergeser alias menonjol.

Nyeri pada sciatica dapat meliputi kram tungkai yang parah, nyeri tajam seperti sengatan listrik, nyeri yang memburuk saat bergerak, bersin, alias batuk, hingga kelemahan, kesemutan, alias sensasi terbakar yang menjalar ke bawah sepanjang tungkai.

Penanganan saraf kejepit

Penanganan pada kondisi saraf kejepit bakal berjuntai pada penyebab utamanya, Bunda. Berikut beberapa tindakan dalam penanganan kondisi ini:

  • Pemberian obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Pemberian obat steroid oral dengan resep dokter
  • Fisioterapi
  • Akupunktur
  • Kiropraktik
  • Perawatan berdikari di rumah

Perubahan style hidup juga biasanya disarankan oleh dokter, seperti menghindari aktivitas-aktivitas berat sementara waktu, kompres es dan hangat, modifikasi posisi tidur, serta melakukan latihan stabilisasi lumbal dan mobilisasi toraks.

Demikian serba-serbi tentang saraf kejepit seperti yang dialami Dian Ayu. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya