Jakarta -
Tak sedikit anak-anak yang punya keluhan kulit gatal-gatal terutama akibat eksim alias alergi. Untuk bantu redakan, apa saja pilihan sayuran yang boleh dimakan saat gatal-gatal?
Dikenal juga sebagai dermatitis atopik, eksim adalah kondisi yang menyebabkan peradangan, kemerahan, dan iritasi pada kulit.
Dikutip dari Healthline, ini juga kerap menyebabkan gatal-gatal pada kulit, terutama saat dalam kondisi kering.
Selain makanan, eksim juga dapat dipicu oleh beragam aspek lain seperti stres, produk yang digunakan pada kulit (topikal), dan aspek lingkungan.
Apakah pengaturan pola makan krusial bagi anak dengan eksim?
Dokter ahli kedokteran family Saadia Hussain, MD, menjelaskan bahwa pola makan memang dapat memengaruhi kondisi eksim.
Dengan melakukan beberapa penyesuaian pola makan, sebagian orang dapat membantu mengurangi tingkat keparahan gejalanya.
Pada dasarnya, eksim menyebabkan munculnya bercak merah yang terasa gatal akibat proses peradangan pada kulit.
Makanan yang memicu peradangan alias makanan yang menimbulkan reaksi alergi juga dapat menyebabkan kekambuhan maupun memperburuk indikasi eksim.
"Sebagian orang mempunyai intoleransi alias alergi terhadap makanan tertentu, misalnya gluten, yang dapat memicu munculnya eksim," jelas Hussain, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.
"Pada kasus lain, tubuh mungkin tidak dapat mentoleransi suatu makanan dengan baik meskipun tidak terdapat alergi yang sebenarnya."
Menurut Hussain, menerapkan pola makan bergizi seimbang disertai kegiatan bentuk secara rutin merupakan salah satu langkah terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Cara ini juga sekaligus membantu mengendalikan indikasi eksim, termasuk gatal-gatal.
Sayuran yang boleh dimakan saat gatal-gatal lantaran eksim
Beberapa jenis sayuran diketahui mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Lalu apa saja jenis-jenis sayuran yang boleh dimakan saat gatal-gatal, termasuk akibat eksim? Berikut penjelasannya:
1. Brokoli
Brokoli mengandung quercetin, yang merupakan senyawa flavonoid alami sebagai antioksidan.
Senyawa ini juga memberikan warna unik pada beragam buah, sayuran, dan bunga. Quercetin diketahui berpotensi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Beberapa penelitian laboratorium yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatric Allergy, Immunology and Pulmonology menunjukkan bahwa quercetin berpotensi memberikan faedah pada penyakit kulit yang berkarakter inflamasi, termasuk eksim.
Namun, tetap diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia agar efektivitasnya dapat dipastikan.
2. Bayam
Bayam juga merupakan sayuran hijau yang baik dikonsumsi saat mengalami gatal-gatal akibat eksim.
Sayuran ini kaya bakal vitamin A, vitamin C, vitamin E, unsur besi, dan lutein yang berkedudukan dalam menjaga kelembapan kulit, serta membantu proses regenerasi kulit yang mengalami iritasi.
3. Selada
Selada mengandung vitamin A, vitamin K, folat, dan kadar air yang tinggi. Kandungan nutrisi tersebut membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mendukung kesehatan kulit.
4. Wortel
Wortel merupakan sumber beta-karoten yang bakal diubah tubuh menjadi vitamin A.
Vitamin A ini nantinya berkedudukan krusial dalam menjaga kegunaan lapisan pelindung kulit sehingga kulit tidak mudah kering, pecah-pecah, maupun iritasi.
5. Labu kuning
Selain wortel, labu kuning juga kaya bakal beta-karoten, vitamin C, dan beragam antioksidan lainnya.
Kombinasi nutrisi tersebut membantu melindungi kulit dari stres oksidatif yang dapat memperburuk peradangan dan gatal-gatal pada kulit. Selain itu, teksturnya yang lembut membikin labu kuning mudah dikonsumsi, terutama oleh anak-anak.
6. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung vitamin A, vitamin C, kalium, serta serat. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, kandungan antioksidannya juga berkedudukan dalam menjaga kesehatan kulit dan proses pemulihan jaringan kulit saat meradang.
7. Buncis
Buncis merupakan sumber vitamin C, vitamin K, folat, dan serat yang baik. Makanan yang sebaiknya dibatasi saat mengalami eksim
Bagi anak dengan riwayat eksim, sebaiknya batasi alias hindari makanan yang dapat memicu peradangan maupun memperparah gejala, seperti:
- Makanan pemicu alergi.
- Makanan yang mengandung lemak trans, misalnya gorengan dan camilan olahan.
- Makanan tinggi gula dan tinggi proses pengolahan, seperti sereal manis, permen, serta minuman bersoda.
- Karbohidrat olahan, misalnya roti putih dan pasta berbahan tepung terigu putih.
Hussain menuturkan bahwa pola makan sehat untuk anak yang eksim sebaiknya lebih banyak berisi makanan segar yang minim bahan pengawet, serta tidak melalui banyak proses pengolahan.
Tips meredakan gatal pada kulit anak
Ilustrasi/Foto: Getty Images/kool99
Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), kulit yang terasa gatal dapat sangat mengganggu, terlebih jika rasa gatal berjalan terus-menerus.
Penyebabnya pun beragam, mulai dari penyakit kulit seperti eksim, biduran, hingga gigitan serangga. Pada beberapa kondisi, pemeriksaan oleh master ahli kulit diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Dokter ahli kulit, Susan Massick, MD, FAAD, menjelaskan bahwa kebiasaan menggaruk dapat memperburuk kondisi kulit lantaran menambah iritasi.
"Rasa gatal merupakan keluhan yang umum dan sering kali dapat diredakan melalui perawatan sederhana di rumah," imbuh Massick.
AAD merekomendasikan beberapa langkah berikut:
1. Kompres dingin
Tempelkan kompres dingin menggunakan kain bersih yang lembap pada area yang gatal selama sekitar 5–10 menit, alias hingga rasa gatal berkurang.
2. Gunakan oatmeal koloid
Jika ada, anak bisa coba berendam menggunakan colloidal oatmeal (oatmeal koloid) dengan air hangat. Cara ini dapat membantu meredakan gatal akibat cacar air, biduran, maupun kulit terbakar sinar matahari.
3. Pilih produk bebas pewangi
Supaya kulit tetap lembap, gunakan pelembap sesering mungkin, terutama setelah anak selesai mandi.
Pilih produk pelembap yang bebas pewangi (fragrance-free) ketika kulit tetap sedikit lembap setelah mandi alias setiap kali kulit mulai terasa gatal.
Begitu juga untuk sabun, deterjen, dan produk perawatan kulit lainnya. Pilih yang tanpa pewangi lantaran minyak wangi dapat memicu iritasi.
Bila pelembap belum cukup membantu, gunakan produk yang mengandung bahan penyejuk seperti mentol alias calamine.
4. Kenakan busana berbahan katun
Pakaian yang lembut dan lenggang dapat membantu menjaga kulit tetap sejuk dan tidak mengalami gesekan berlebihan.
Hindari busana berbahan wol alias kain kasar lainnya yang dapat memperparah iritasi.
5. Jaga suhu ruangan
Hindari perubahan suhu yang terlalu ekstrem lantaran kondisi tersebut dapat memperburuk rasa gatal.
Jaga suhu ruangan tetap sejuk saat cuaca panas, dan jika perlu gunakan humidifier ketika udara sangat kering pada musim dingin.
Jika perawatan berdikari tersebut tidak meredakan gatal, alias justru muncul kemerahan, pembengkakan, ruam, benjolan, maupun luka pada kulit, sebaiknya segera konsultasikan dengan master ahli kulit.
Itulah penjelasan tentang jenis-jenis sayuran yang boleh dimakan saat gatal-gatal. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·