Studi Terbaru Yakini Morning Sickness Pertanda Kemungkinan Besar Bunda Hamil Anak Perempuan

Aug 10, 2026 02:00 PM - 4 jam yang lalu 5

Jakarta -

Selama ini beredar dugaan bahwa morning sickness selama awal kehamilan merupakan pertanda sedang mengandung anak perempuan. Sebuah studi pun menemukan adanya hubungan antara mual dan muntah saat mengandung dengan jenis kelamin janin perempuan.

Analisis terhadap informasi dalam jumlah besar memberikan bukti yang mendukung adanya hubungan antara morning sickness dan kehamilan dengan janin perempuan. Namun, ini bukan berfaedah mual dan muntah dapat digunakan untuk memastikan jenis kelamin bayi.

Morning sickness lebih sering dialami ibu mengandung anak perempuan?

Morning sickness saat mengandung menandakan mengandung anak wanita rupanya bukan hanya mitos. Melansir Motherly, kajian terbaru terhadap lebih dari 1,8 juta catatan indikasi dari aplikasi kehamilan What to Expect menemukan bahwa ibu yang mengandung janin wanita secara statistik lebih mungkin mengalami mual alias muntah dibandingkan ibu yang mengandung janin laki-laki.


Dari 67 indikasi kehamilan yang dipantau, mual dan muntah menunjukkan perbedaan statistik paling mencolok berasas jenis kelamin janin. Perbedaannya sekitar 3,2 poin persentase.

Ini artinya, ibu yang mengandung bayi wanita memang mempunyai kemungkinan sedikit lebih tinggi mengalami mual alias muntah. Namun, selisih tersebut cukup mini sehingga morning sickness tetap tidak dapat dijadikan langkah yang jeli untuk memprediksi jenis kelamin bayi.

Hal menarik lainnya adalah langkah informasi tersebut dikumpulkan. Peserta mencatat indikasi yang dialami secara langsung melalui aplikasi pada awal kehamilan, ketika mereka belum mengetahui jenis kelamin janinnya.

Kondisi tersebut membantu mengurangi kemungkinan bias yang dapat terjadi ketika peserta alias peneliti sudah mengetahui jenis kelamin bayi terlebih dahulu. 

Mengapa mengandung anak wanita mungkin lebih sering mengalami morning sickness?

Salah satu penjelasan yang mungkin berangkaian dengan temuan tersebut adalah hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi selama kehamilan dan menjadi salah satu hormon yang dideteksi oleh tes kehamilan.

Peningkatan kadar hCG diketahui berangkaian dengan munculnya mual dan muntah pada awal kehamilan. Penelitian terhadap 1.682 ibu mengandung juga menemukan bahwa kadar hCG yang lebih tinggi berasosiasi dengan tingkat mual dan muntah yang lebih tinggi.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya perbedaan kadar hCG berasas jenis kelamin janin pada fase tertentu dalam kehamilan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica menemukan bahwa kadar hCG pada trimester ketiga meningkat pada kehamilan dengan janin perempuan, sementara pada kehamilan dengan janin laki-laki kadarnya condong menurun.

Namun, hubungan tersebut tidak sesederhana bahwa kadar hCG yang tinggi berfaedah bayi perempuan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Taiwan Journal of Obstetrics and Gynecology pada 2019 justru menemukan bahwa kadar hCG awal pada ibu mengandung dengan janin laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan janin wanita setelah transfer blastokista tunggal.

Karena itu, hubungan antara hCG, morning sickness, dan jenis kelamin janin tetap cukup kompleks. Kadar hCG maupun morning sickness tidak dapat digunakan sebagai pemeriksaan untuk menentukan jenis kelamin janin.

Morning sickness tidak selalu berfaedah mengandung anak perempuan

Meski penelitian menemukan adanya hubungan secara statistik, bukan berfaedah setiap ibu yang mengalami morning sickness pasti mengandung bayi perempuan.

Mual dan muntah merupakan keluhan yang umum terjadi pada awal kehamilan dan dapat dipengaruhi oleh beragam faktor. Selain perubahan hormon, kondisi tersebut juga berangkaian dengan perubahan tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Karena itu, ibu yang mengandung bayi laki-laki juga sangat mungkin mengalami morning sickness. Sebaliknya, tidak semua ibu yang mengandung bayi wanita bakal mengalami mual dan muntah yang berat.

Bahkan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat mual dan muntah selama kehamilan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti usia ibu, kecenderungan seseorang mengalami mual, serta jumlah kehamilan sebelumnya.

Morning sickness berat perlu diperhatikan

Pada awal kehamilan, umumnya keluhan yang dialami para Bunda adalah morning sickness. Namun, mual dan muntah yang sangat berat hingga membikin ibu susah makan alias minum tidak boleh dianggap sebagai sekadar tanda kehamilan yang sehat.

Mual dan muntah yang berat dapat berkembang menjadi hyperemesis gravidarum, terutama jika disertai dehidrasi, penurunan berat badan, alias kesulitan mempertahankan asupan makanan dan cairan.

Untuk itu, ibu mengandung sebaiknya berkonsultasi dengan master jika muntah terus-menerus alias tidak bisa memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi.

Jadi, benarkah morning sickness pertanda bayi perempuan?

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan secara statistik antara morning sickness dan kehamilan dengan janin perempuan. Penelitian terbaru dalam skala besar juga semakin mendukung pengamatan tersebut.

Namun, hubungannya relatif mini sehingga tidak dapat digunakan untuk memastikan apakah bayi yang dikandung berjenis kelamin wanita alias laki-laki.

Jadi, jika Bunda mengalami mual dan muntah cukup berat pada trimester pertama, boleh saja ikut menebak-nebak jenis kelamin bayi. Namun, jangan menjadikannya sebagai patokan. Jenis kelamin janin tetap perlu diketahui melalui pemeriksaan medis yang dapat menilainya.

Dengan memandang temuan tersebut, morning sickness lebih tepat dipandang sebagai salah satu keluhan yang umum terjadi selama kehamilan, bukan sebagai perangkat untuk menebak jenis kelamin bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya