Korea Selatan Beri Bantuan Produk Ramah Lingkungan Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui, Ini Tujuannya

Jul 10, 2026 06:45 PM - 7 jam yang lalu 393

Jakarta -

Kabar baik untuk para ibu di Korea Selatan (Korsel). Pemerintah setempat kembali menghadirkan program support produk ramah lingkungan bagi ibu mengandung dan ibu menyusui setelah sempat dihentikan pada 2023.

Melansir Chosun, program ini bermaksud membantu ibu memperoleh bahan pangan yang lebih sehat selama masa kehamilan dan menyusui, sekaligus mendorong konsumsi produk pertanian ramah lingkungan di negara tersebut.

Mulai Juli 2026, ibu mengandung dan ibu yang melahirkan pada alias setelah 1 Januari 2025 dapat mengusulkan support berupa paket produk pertanian ramah lingkungan senilai 240.000 won per tahun. Penerima hanya perlu bayar 48.000 won, sedangkan sisanya ditanggung pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Program ini menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Lee Jae-myung setelah sebelumnya hanya dijalankan sebagai proyek percontohan pada 2020 hingga 2022. Kini, program tersebut kembali diterapkan secara nasional sehingga lebih banyak ibu mengandung dan ibu menyusui dapat merasakan manfaatnya.

Bantuan tersebut diberikan dalam corak angsuran yang dapat digunakan untuk membeli beragam produk pertanian ramah lingkungan melalui pusat shopping daring yang telah ditunjuk pemerintah. Dengan skema ini, penerima dapat memilih produk yang tersedia sesuai kebutuhan.

Korea Selatan kembali jalankan program support pangan ramah lingkungan

Melansir The Asia Business Daily, penerima support dapat membeli beragam produk pertanian ramah lingkungan, mulai dari sayur, buah, hasil peternakan organik, hingga makanan olahan organik melalui pusat shopping daring yang telah ditunjuk pemerintah.

Tahun ini, program tersebut menargetkan sekitar 160.000 ibu mengandung di seluruh negeri dengan nilai support mencapai 240.000 won per orang per tahun. Pemerintah menanggung sekitar 80 persen dari total nilai pembelian, sedangkan 20 persen sisanya dibayar oleh penerima manfaat.

Namun, ibu yang telah menerima support melalui Nutrition Plus Program dari Kementerian Kesehatan maupun Agricultural Food Voucher Program tidak dapat memperoleh support ini secara bersamaan.

Untuk memastikan penyelenggaraan program melangkah lancar, Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan telah membentuk tim persiapan sejak Desember tahun lalu. Tim tersebut melibatkan 17 pemerintah provinsi dan metropolitan serta organisasi pertanian ramah lingkungan.

Sejak saat itu, kementerian berbareng pemerintah daerah dan lembaga mengenai rutin menggelar pertemuan setiap bulan untuk membahas alokasi anggaran dan kesiapan penyelenggaraan program.

"Karena periode proyek singkat, kami bakal aktif bekerja sama dengan lembaga mengenai untuk menjelaskan agenda proyek secepat mungkin," kata Kim Jungwook, Direktur Jenderal Inovasi Industri Pertanian di Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan.

Jungwook juga meminta pemerintah daerah memasukkan anggaran program ke dalam anggaran tambahan agar ibu mengandung di beragam daerah tetap dapat menerima faedah dari support produk pertanian ramah lingkungan.

Mengapa ibu mengandung dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi?

Kebutuhan unsur gizi selama kehamilan dan menyusui meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin sekaligus produksi ASI. Karena itu, beragam organisasi kesehatan menekankan pentingnya pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.

Salah satu tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menjelaskan bahwa kualitas pola makan ibu selama kehamilan berkedudukan krusial terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin.

Para peneliti juga menekankan bahwa pola makan sehat selama kehamilan tidak hanya berangkaian dengan berat badan lahir bayi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan ibu selama menjalani kehamilan. Karena itu, ibu dianjurkan membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, serta memperbanyak makanan segar yang kaya unsur gizi.

Selama kehamilan, ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan gizi dari beragam golongan makanan, seperti buah-buahan, sayuran, protein hewani maupun nabati, biji-bijian utuh, serta susu alias produk olahannya jika tidak mempunyai pantangan.

Pola makan seperti ini membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting, termasuk folat, unsur besi, kalsium, yodium, dan masam lemak omega-3 yang berkedudukan dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan otak janin.

Setelah melahirkan, kebutuhan gizi tetap tinggi lantaran tubuh memerlukan nutrisi yang cukup untuk memproduksi ASI. Karena itu, ibu menyusui juga dianjurkan tetap menerapkan pola makan bergizi seimbang agar kebutuhan nutrisi diri sendiri maupun bayinya tetap terpenuhi secara optimal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya