Cara Mengenali Orang Hyper-independent Dari Kalimat Yang Diucapkan, Bunda Termasuk?

Jul 10, 2026 10:00 PM - 3 jam yang lalu 109

Jakarta -

Tidak semua orang yang terlihat berdikari betul-betul baik-baik saja, Bunda. Ada yang memilih mengerjakan segala perihal sendiri meski sebenarnya sedang kewalahan.

Kondisi ini dikenal sebagai hyper-independent, ialah saat seseorang merasa kudu mengandalkan diri sendiri dan enggan meminta bantuan, meski support dari orang lain tersedia.

Dikutip dari laman Parade, banyak orang yang sangat berdikari tumbuh dengan rasa kudu menjadi orang yang bertanggung jawab, menyelesaikan masalah sendiri, alias menjadi ‘sempurna’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sistem saraf belajar bahwa lebih kondusif untuk mengandalkan diri sendiri daripada mengambil akibat kecewa alias dikhianati. Sikap tersebut sering kali tercermin dari langkah mereka berbicara.

Cara mengenali orang hyper-independent dari kalimat yang digunakan

Berikut beberapa contoh umum yang sering disampaikan oleh orang dengan hyper-independent:

1. “Aku bisa mengatasinya”

Psikolog sekolah bersertifikat, terapis, dan penulis kitab The Dysregulated Kid, Dr. Roseann Capanna-Hodge, mengatakan kalimat ini menjadi contoh utama ketika sistem sarafnya belajar menangani sesuatu sendiri terasa lebih kondusif daripada berjuntai pada orang lain.

2. “Jangan khawatirkan aku”

Ia menjelaskan bahwa menjadi sangat berdikari tidak terlalu berfaedah Bunda tidak mau berada di sekitar orang lain alias lebih suka sendirian. Justru, perihal itu bisa muncul dari kepedulian orang lain.

Banyak orang yang sangat berdikari sigap peduli pada orang lain, tetapi merasa tidak nyaman membiarkan orang lain peduli pada mereka.

3. “Aku bakal mencari solusinya sendiri”

Kalimat yang satu ini sering mencerminkan kepercayaan bahwa kemandirian adalah pilihan teraman.

4. “Saya tidak butuh bantuan”

Orang yang sangat berdikari mungkin kesulitan menerima bantuan, bukan lantaran mereka tidak menginginkan alias membutuhkannya, tetapi lantaran perihal itu membikin mereka tidak nyaman.

Ungkapan ini mungkin terdengar kasar, tetapi menunjukkan bahwa respons ini bukan tentang kemampuan, melainkan soal emosi tidak nyaman menerima dukungan.

5. “Akan lebih mudah jika saya mengerjakannya sendiri”

Hal ini dapat mencerminkan kesulitan untuk mempercayai bahwa orang lain bakal menindaklanjuti. Jika pernah memikul beban kerja terberat dalam sebuah proyek, Bunda pasti memahami perihal ini.

6. “Aku baik-baik saja”

Menurut Capanna-Hodge, ungkapan ini merupakan favorit di kalangan orang-orang yang sangat berdikari yang condong meremehkan emosi mereka sendiri.

Orang hyper-independent sering kali meminimalkan stres karena telah belajar untuk mengatasi masalah sendiri daripada meminta bantuan.

7. “Saya tidak mau merepotkan siapa pun”

Orang yang sangat berdikari mungkin kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan mereka sendiri.

Oleh lantaran itu, ungkapan tersebut mencerminkan kepercayaan bahwa kebutuhan mereka kudu didahulukan daripada orang lain.

Cara mengatasi hyper-independent

Jika Bunda merasa termasuk orang hyper-independent, ada langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasinya.

Pertama, krusial untuk dicatat bahwa hyper-independent tidak selalu merupakan perihal jelek yang perlu diperbaiki, terutama jika itu tidak merugikan Bunda.

Namun, Capanna-Hodge menunjukkan bahwa jika perihal itu menyebabkan kesepian, kelelahan, alias kesulitan terhubung dengan orang lain, mungkin ada baiknya untuk menyelidiki apa yang menjadi penyebabnya.

Jika memutuskan untuk mencoba mengatasi hyper-independent, tujuan utamanya adalah menjadi nyaman baik dalam memberi maupun menerima dukungan.

“Saya selalu menyarankan untuk memulai dengan permintaan mini ketika mencoba memutus siklus hyper-independent. Mintalah support untuk sesuatu yang tidak terlalu krusial dan perhatian apa yang muncul secara emosional. Sering kali tantangannya bukan dari permintaan itu sendiri, tetapi ketidaknyamanan yang mengikutinya,” ujar Capanna-Hodge.

Ia juga menambahkan bahwa krusial untuk memperhatikan apa yang mungkin mendorong kebutuhan Bunda untuk melakukan segala sesuatu sendiri, sembari berusaha keluar dari area nyaman.

Nah, itulah kalimat yang sering diucapkan orang hyper-independent hingga langkah mengatasinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

Selengkapnya