Penuh Haru, Siti Kdi Dapat Hadiah Tak Terduga Dari Putrinya Elif Saat Kelulusan Sd

Jun 11, 2026 09:50 AM - 2 minggu yang lalu 20501

Jakarta -

Momen senang datang dari penyanyi dangdut Siti KDI yang baru saja mendampingi putri tercintanya, Elif Kayla Perk, menuntaskan pendidikan di bangku Sekolah Dasar.

Hari wisuda Elif ini dibagikan langsung oleh Siti melalui unggahan di media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, dia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya memandang sang putri sekarang tumbuh dan melangkah ke tahap baru.

"Elif sayang, tak terasa hari ini Anda telah lulus dan siap melangkah ke SMP. Ibu bangga , bukan hanya atas pencapaianmu, tetapi juga atas kebaikan dan semangatmu selama ini. Teruslah belajar, tumbuh, dan raih impianmu. Ibu bakal selalu mendoakan dan mendukungmu," ungkap Siti, dikutip dari akun IG @siti_perk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Simak kisah selengkapnya berikut ini.

Kejutan manis Elif untuk sang Bunda di hari kelulusan

Momen kelulusan Elif Kayla Perk di Lilin Bangsa Intercultural School (LBIS), tidak hanya menjadi hari spesial bagi dirinya, tetapi juga ada kejutan untuk sang ibunda, Siti KDI.

Siti bercerita bahwa Elif rupanya mendapatkan tugas dari sekolahnya untuk menyiapkan kejutan bagi orang tua di hari kelulusan. Hal ini diungkap langsung oleh Siti melalui postingan-nya di Instagram.

"Elif Kayla Perk, siswi kelas enam di Lilin Bangsa Intercultural School (LBIS), Kelapa Gading, mendapat tugas dari gurunya. Ia dan seluruh kawan sekelas diminta menyiapkan sebuah kejutan untuk orang tua mereka pada hari wisuda," tulis Siti.

Sejak mendapat tugas itu, Elif disebut cukup serius memikirkan kejutan yang mau dia berikan untuk sang ibu. Ia apalagi beberapa kali terlihat mencari inspirasi melalui ponselnya.

"Sejak menerima tugas itu, Elif berpikir keras. Apa yang bakal dia berikan kepada ibunya? Ia acapkali membuka telepon genggamnya, memandang beragam gambar dan contoh hadiah. Ia mencari buahpikiran yang menurutnya paling tepat," ujarnya.

Aktivitas Elif yang sering menatap layar ponsel pun sempat menjadi perhatian sang Bunda di rumah. Siti mengaku cukup memperhatikan tingkah putrinya dalam beberapa waktu terakhir.

"Siti Rahmawati, sang ibu, memperhatikan tingkah anaknya. Hampir setiap waktu Elif terlihat menatap layar ponselnya," tuturnya.

Sebagai seorang Bunda, Siti tentu mempunyai perhatian tersendiri terhadap apa yang dilakukan anaknya. Ia mau memastikan sang putri dalam pengawasan yang baik di tengah perkembangan zaman.

"Sebagai seorang ibu, Siti tentu mau tahu apa yang sedang dilakukan putri semata wayangnya. Ia mau memastikan anaknya tidak terseret arus era yang membawa pengaruh buruk, tidak memandang hal-hal yang tidak pantas, dan tidak terpapar sesuatu yang dapat merusak masa depannya," jelasnya.

Suatu waktu, Siti sempat mau memeriksa ponsel milik Elif. Namun, sang putri justru menolak hingga terjadi perdebatan di antara mereka, Bunda.

"Suatu hari, Siti meminta ponsel itu untuk diperiksa. Elif menolak. Perdebatan mini pun terjadi," tutur Siti.

"Siti semakin penasaran. Elif semakin bersikeras. Bukan lantaran dia menyimpan sesuatu yang buruk, melainkan lantaran dia tidak mau rahasianya terbongkar sebelum waktunya," lanjutnya.

Di hari wisuda sang putri, Siti menceritakan bahwa anak-anak satu per satu maju ke depan membawa kembang untuk diberikan kepada orang tua mereka.

"Hari wisuda pun tiba. Satu per satu anak dipanggil ke depan. Mereka membawa rangkaian kembang yang indah, besar, dan mahal untuk diberikan kepada ibu masing-masing," ungkap Siti.

Saat giliran Elif tiba, dia justru membawa sesuatu yang sederhana namun penuh arti. Bukan bingkisan mewah, melainkan rangkaian buatan tangan yang dia siapkan sendiri.

"Kemudian tibalah giliran Elif. Anak wanita itu melangkah maju sembari membawa sesuatu yang berbeda. Bukan buket kembang mewah. Bukan bingkisan mahal. Hanya selembar kertas HVS putih yang dia lipat dan susun sendiri menjadi rangkaian sederhana. Di dalamnya terselip tiga batang cokelat. Ia menyerahkannya kepada ibunya. Saat itulah Siti memahami semuanya," beber Siti.

Cerita di kembali kejutan Elif untuk sang Bunda

Untuk menyiapkan kejutan itu, Elif menggunakan duit Rp50 ribu yang dia terima dari tantenya, Cici Faramida. Ia tidak meminta tambahan uang, tidak pula menginginkan bingkisan lain, dan memilih memanfaatkan apa yang sudah dia miliki.

"Untuk mewujudkan kejutan itu, Elif menggunakan duit Rp50 ribu yang dia terima dari tantenya, Cici Faramida. Ia tidak meminta tambahan duit kepada siapa pun. Tidak meminta bingkisan yang lebih mahal. Tidak pula mengeluhkan keterbatasan yang dimilikinya," ungkap Siti.

Dengan duit tersebut, Elif membeli tiga batang cokelat dan merangkainya sendiri menjadi bingkisan sederhana untuk sang ibunda.

"Dengan duit yang ada di tangannya, dia membeli tiga batang cokelat dan menyiapkan sendiri rangkaian sederhana yang bakal diberikan kepada ibunya pada hari wisuda," jelasnya.

"Sebuah bingkisan yang mungkin paling murah dibanding bingkisan anak-anak lain. Namun dibuat dengan seluruh cinta yang dimiliki seorang anak," sambungnya.

Saat menerima bingkisan itu, Siti tak bisa menahan haru dan langsung memeluk putrinya. Tangisnya pecah bukan lantaran corak bingkisan yang dia terima, melainkan lantaran makna di baliknya.

"Ketika Elif berdiri di hadapannya sembari menyerahkan buket sederhana itu, Siti tak lagi bisa menahan perasaannya. Ia memeluk putrinya erat. Dan tangis Siti pun meledak. Bukan lantaran tiga batang cokelat itu. Bukan pula lantaran rangkaian kembang kertas yang sederhana," katanya.

Siti kemudian menyadari bahwa selama ini putrinya diam-diam sedang belajar menunjukkan cinta dengan caranya sendiri, Bunda.

"Tangis itu pecah lantaran untuk pertama kalinya dia menyadari bahwa di kembali rahasia mini yang begitu mau dia bongkar, putrinya sedang belajar mencintainya dengan caranya sendiri," ujar Siti.

itulah momen haru Siti KDI saat mendapatkan kejutan manis dari putrinya, Elif, di hari kelulusan SD.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

Selengkapnya