Jakarta -
Kaki bengkak saat mengandung 9 bulan apakah tanda mau melahirkan? mungkin pertanyaan ini sering muncul menjelang akhir kehamilan. Banyak ibu mengandung yang merasa cemas ketika memandang kaki dan pergelangan kaki membesar, terutama saat usia kehamilan sudah mendekati hari perkiraan lahir (HPL).
Pada sebagian besar kasus, kaki bengkak di usia kehamilan 9 bulan merupakan kondisi normal yang terjadi akibat perubahan tubuh selama kehamilan. Namun, meski umum terjadi, pembengkakan tidak selalu menjadi tanda bahwa persalinan bakal segera dimulai ya, Bunda.
Meski demikian, ada beberapa kondisi pembengkakan yang perlu diwaspadai lantaran bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius seperti preeklamsia alias trombosis vena dalam (DVT). Berikut penjelasan lengkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembengkakan alias edema saat hamil
Mengutip laman Mayoclinic, pembengkakan alias edeme kondisi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan. Saat hamil, pembengkakan paling sering terjadi pada kaki, pergelangan kaki, betis, jari-jari tangan dan wajah dalam beberapa kasus. Pembengkakan biasanya bakal semakin jelas seiring mendekatnya waktu persalinan. Namun kaki bengkak saat mengandung 9 bulan apakah tanda mau melahirkan? Jawabannya tidak selalu ya, Bunda.
Pasalnya, dalam kebanyakan kasus, pembengkakan selama kehamilan merupakan perihal yang normal, terutama pada tungkai dan kaki. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar dua dari tiga wanita mengalami edema yang cukup terlihat selama kehamilan. Edema ringan hingga sedang apalagi merupakan tanda yang sehat lantaran menunjukkan aliran darah yang baik ke rahim, janin, dan plasenta yang sedang berkembang.
Penyebab kaki bengkak saat mengandung 9 bulan
Mengutip laman BabyCenter, memasuki trimester ketiga, tubuh ibu mengandung menahan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin. Seiring pertumbuhan bayi, rahim bakal memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh darah vena di panggul, terutama vena besar yang membawa darah kembali dari kaki ke bagian atas tubuh. Tekanan ini memperlambat aliran darah sehingga cairan lebih mudah merembes ke jaringan di kaki dan pergelangan kaki. Akibatnya, terjadilah pembengkakan.
Perubahan hormon juga dapat menyebabkan pembengkakan selama kehamilan. Saat hamil, tubuh memproduksi lebih banyak hormon progesteron yang membikin pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar. Akibatnya, pembuluh darah menjadi kurang efisien dalam mengalirkan darah kembali ke jantung. Kondisi ini membikin lebih banyak darah tertahan di area pergelangan kaki dan kaki, sehingga menimbulkan pembengkakan.
Selain itu, tubuh secara alami menahan lebih banyak cairan untuk mendukung kehamilan. Bahkan, pada akhir masa kehamilan, Bunda dapat membawa tambahan berat badan sekitar 1–1,5 kilogram yang berasal dari cairan. Pembengkakan juga condong semakin parah jika Bunda terlalu lama berdiri alias duduk, lantaran style gravitasi menarik cairan turun ke pergelangan kaki dan kaki.
Pembengkakan juga normal terjadi setelah melahirkan. Setelah bayi lahir, Bunda mungkin memandang pembengkakan pada tungkai, kaki, dan tangan.
"Banyak pasien saya terkejut dengan pembengkakan yang mereka alami setelah melahirkan. Biasanya pembengkakan paling terlihat dalam beberapa hari pertama setelah persalinan, tetapi dapat berjalan hingga satu alias dua minggu," kata Kristin Cohen, DNP, perawat perawat bersertifikat dan praktisi perawat kesehatan wanita.
"Tubuh perlu membuang seluruh cairan yang tertahan selama kehamilan. Pembengkakan terjadi lantaran cairan tersebut didistribusikan kembali ke jaringan tubuh saat tubuh mulai mengeluarkannya melalui urine dan keringat," imbuhnya.
Kapan Bunda perlu ke dokter?
Mengutip laman Pregnancybirthbaby, Bunda tidak perlu menemui master jika pembengkakan terjadi secara berjenjang dan ringan lantaran perihal ini normal selama kehamilan. Namun, jika pembengkakan mengganggu kegiatan alias membikin Bunda merasa tidak nyaman, Bunda dapat berkonsultasi dengan master alias bidan.
Segera hubungi dokter, bidan, alias rumah sakit bersalin jika Bunda mengalami pembengkakan mendadak pada wajah, tangan, alias kaki, alias mengalami salah satu indikasi berikut:
- Sakit kepala yang sangat berat alias nyeri tumpul yang tidak kunjung hilang
- Perubahan pada penglihatan, seperti penglihatan kabur, memandang kilatan cahaya, alias bintik-bintik
- Nyeri dahsyat tepat di bawah tulang rusuk
- Merasa mual alias muntah
- Tekanan darah tinggi
- Nyeri ulu hati (heartburn) yang tidak membaik meskipun sudah mengonsumsi antasida
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda preeklamsia, ialah komplikasi kehamilan yang sangat rawan bagi ibu dan bayi. Jika salah satu lengan alias kaki mengalami pembengkakan yang lebih parah dibandingkan sisi lainnya dan disertai rasa nyeri, kemerahan, alias terasa hangat, segera hubungi dokter, bidan, alias rumah sakit bersalin.
Bunda mungkin memerlukan penanganan darurat di rumah sakit. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya bekuan darah di dalam pembuluh vena (tromboemboli vena alias venous thromboembolism/VTE).
Cara meredakan pembengkakan selama kehamilan
Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki selama kehamilan merupakan perihal yang umum terjadi. Kondisi ini biasanya bakal membaik dan menghilang dalam beberapa minggu setelah bayi lahir. Sementara itu, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi pembengkakan:
1. Kurangi berdiri terlalu lama
Hindari berdiri dalam waktu yang panjang. Jika memungkinkan, berbaringlah dengan kaki ditinggikan alias duduk dengan kaki disangga lebih tinggi. Saat duduk, gerakkan kaki dengan memutar pergelangan kaki secara perlahan. Bunda juga dapat meregangkan otot betis dengan menekuk dan meluruskan kaki secara lembut.
2. Tidur miring ke kiri
Posisi ini membantu mengurangi tekanan pada vena besar yang mengalirkan darah dari bagian bawah tubuh kembali ke jantung, ialah vena cava inferior. Menopang kaki dengan bantal saat tidur juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.
3. Gunakan stoking kompresi
Tenaga kesehatan mungkin menyarankan penggunaan stoking alias celana ketat unik yang memberikan tekanan ringan pada kaki selama siang hari.
4. Berdiri alias melangkah di kolam renang
Berdiri alias melangkah di dalam air dapat membantu menekan jaringan pada kaki sehingga pembengkakan berkurang dan terasa lebih nyaman.
5. Kenakan busana yang tidak terlalu ketat
Hindari busana dengan karet alias pita yang ketat, terutama di sekitar pergelangan kaki alias betis, lantaran dapat menghalang kelancaran aliran darah.
6. Berolahragalah setiap hari
Aktivitas seperti melangkah kaki alias bersepeda tetap merupakan pilihan yang sangat baik lantaran tidak hanya mendukung kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga membantu mengurangi edema selama kehamilan.
7. Minum banyak air
Meskipun terdengar aneh, minum cukup air justru membantu tubuh menahan lebih sedikit cairan. Usahakan minum sekitar 10 gelas berukuran 240 ml air alias minuman rendah gula setiap hari. Bunda bisa mengetahui kecukupan cairan dari warna urine yang kuning pucat alias nyaris bening.
"Mungkin terdengar bertentangan dengan kondisi saat Anda sudah merasa bengkak, tetapi menjaga hidrasi dengan minum banyak cairan sepanjang hari sangatlah penting," ujar kata Kristin Cohen, DNP, perawat perawat bersertifikat dan praktisi perawat kesehatan wanita.
8. Konsumsi makanan sehat
Batasi makanan tinggi garam dan makanan olahan yang dapat meningkatkan retensi cairan. Sebagai gantinya, pilih buah-buahan segar, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh sebanyak mungkin.
9. Pijat
Pertimbangkan untuk menemui terapis pijat bersertifikat yang berilmu menangani ibu hamil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pijat kaki dan refleksologi dapat membantu mengurangi edema selama kehamilan.
10. Lakukan peregangan kaki
Jika Bunda kudu duduk alias berdiri dalam waktu lama, luruskan kaki dengan tumit menyentuh lantai terlebih dahulu, lampau tekuk dan luruskan telapak kaki secara perlahan untuk meregangkan otot betis selama sekitar 30 detik. Setelah itu, putar pergelangan kaki sekitar delapan kali ke masing-masing arah dan gerakkan jari-jari kaki.
11. Tinggikan posisi kaki
Manfaatkan gravitasi untuk membantu mengurangi pembengkakan. Saat bekerja, gunakan bangku mini alias tumpukan kitab di bawah meja untuk menopang kaki agar cairan tidak menumpuk di tungkai bawah. Saat tidur, letakkan beberapa bantal di bawah kaki.
Semoga info tentang kaki bengkak saat mengandung 9 bulan apakah tanda mau melahirkan sudah terjawab dan bermanfaat, ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·