Jakarta -
Sebagai orang tua, tentunya kita mau memandang Si Kecil tumbuh menjadi anak yang pandai dan bisa mengembangkan potensinya dengan baik. Namun, kepintaran tidak hanya dinilai dari pendidikan mereka saja.
Kecerdasan dapat terlihat dari banyak hal, mulai dari rasa mau tahu, kreativitas, hingga keahlian anak dalam mengenali lingkungan di sekitarnya. Setiap anak juga punya langkah dan kecepatan belajar yang berbeda.
Selain lantaran aspek bawaan, lingkungan di rumah juga krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak. Berbagai kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dapat membantu Si Kecil mengembangkan keahlian yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, orang tua sekarang berupaya mencari langkah untuk mendukung kepintaran anak. Berikut ini ada beberapa perihal yang dilakukan orang tua anak pandai di rumah.
7 perihal yang dilakukan orang tua anak pandai di rumah
Melansir dari laman Your Tango, terdapat beberapa kebiasaan yang sering diterapkan orang tua anak pandai di rumah. Berikut ulasannya yang dapat Bunda ketahui.
1. Mengajak anak terlibat dalam obrolan keluarga
Anak-anak tentu tetap memerlukan waktu untuk bermain dan menikmati masa kecilnya. Namun, ada kalanya Bunda dapat membujuk mereka untuk ikut mendengarkan obrolan keluarga.
Meski belum sepenuhnya mengerti, anak dapat belajar dari percakapan yang didengarnya di rumah. Bunda bisa menyampaikan pendapat alias berbagi cerita, sehingga dia terbiasa berbincang dan menghargai pandangan orang lain.
2. Membiasakan anak membaca sejak dini
Di tengah penggunaan gadget yang semakin meningkat, membaca menjadi bekal berbobot bagi anak. Rasa mau tahu melalui kitab membantu Si Kecil lebih siap saat memasuki sekolah.
Seorang penasihat perguruan tinggi asal Korea Selatan, YJ Heo, mengatakan bahwa kebiasaan membaca membantu anak memahami info dengan lebih baik seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman mereka.
"Seiring waktu, akumulasi pengetahuan, pemrosesan informasi, latar belakang, dan pemahaman tentang gimana orang pandai lainnya berpikir memungkinkan anak-anak untuk memproses info dengan lebih efisien," ujar YJ Heo, dalam sebuah video di TikTok.
3. Menciptakan lingkungan yang memicu rasa mau tahu anak
Tidak semua anak mempunyai rasa mau tahu yang tinggi sejak awal. Karena itu, Bunda bisa memberikan beragam pengalaman baru yang membikin Si Kecil tertarik untuk belajar.
Kegiatan seperti membujuk anak ke museum, memutar musik di rumah, alias menunjukkan kegemaran yang disukai dapat menjadi pengalaman yang berharga, lho. Selain mendampingi anak, Bunda juga dapat mengembangkan diri dengan mencoba hal-hal baru.
Penelitian menunjukkan bahwa rasa mau tahu bagus untuk mendukung keberhasilan anak di bagian STEM atau Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Orang tua dan pembimbing juga berkedudukan dalam menciptakan rasa mau tahu lewat pengalaman dan kegiatan yang melibatkan anak secara langsung.
4. Mengajak anak membahas perihal yang terjadi di sekitar
Bunda perlu tahu, tidak semua waktu di rumah kudu diisi dengan kegiatan belajar alias membaca. Kita bisa membujuk Si Kecil membicarakan hal-hal yang sedang terjadi di sekitar mereka.
Terapis pasangan dan family asal California, Mary Kay Cocharo, menjelaskan bahwa anak yang tumbuh di lingkungan dengan komunikasi yang baik condong lebih percaya diri saat dewasa.
Lebih dari itu, mereka juga dapat menjalani hubungan dengan orang lain maupun pekerjaan dengan lebih baik.
5. Menjadi pendamping yang membimbing anak
Anak yang imajinatif dan mempunyai keahlian yang baik tumbuh di lingkungan yang mendukung. Mereka mendapat pengarahan untuk mengenali diri sendiri dan melakukan kebiasaan yang positif.
Orang tua tidak hanya berkedudukan sebagai pemberi semangat saja, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu anak belajar menghadapi beragam situasi.
6. Mengajarkan anak langkah menjalin hubungan dengan orang lain
Kemampuan berasosiasi dengan orang lain jadi perihal yang tak kalah krusial yang bisa dipelajari anak. Hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan family dan langkah orang tua berkomunikasi di rumah.
Cara Bunda berbicara, mendengarkan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat dapat menjadi contoh bagi anak. Mereka belajar bahwa setiap orang itu mempunyai pemikiran dan emosi yang berbeda.
7. Menciptakan lingkungan yang membikin anak merasa aman
Anak bakal mudah terbuka ketika mereka merasa didengarkan di rumah. Sebaliknya, anak yang tumbuh di lingkungan yang sering menghakimi dapat mengalami kesulitan dalam mengembangkan kebiasaan yang sehat.
Kondisi seperti ini dapat berangkaian dengan meningkatnya akibat kecemasan, depresi, dan masalah sosial saat dewasa. Ketika anak takut dihakimi, mereka condong menyimpan emosi itu dan enggan bercerita kepada orang tua.
Demikian ulasan mengenai beberapa perihal yang dilakukan orang tua anak pandai di rumah. Semoga info ini dapat menjadi inspirasi bagi Bunda di rumah, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·