Teguran Nabi Isa Kepada Ahli Ibadah Yang Enggan Bekerja Mencari Nafkah

Jul 10, 2026 07:57 PM - 6 jam yang lalu 285

Ulama bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi ini dalam kitab Ihya Ulumuddin meriwayatkan kisah pertemuan Nabi Isa Alaihissalam dengan mahir ibadah yang tidak mau mencari rezeki di dunia.

Suatu ketika Nabi Isa Alaihissalam berjumpa dengan seorang laki-laki yang asing. Nabi Isa bertanya kepada laki-laki itu, "Apa pekerjaanmu?"

Laki-laki itu menjawab, "Aku hanya beragama kepada Allah SWT saja."

Nabi Isa bertanya kembali, "Siapa yang menanggung kebutuhan hidupmu sehari-hari?"

Laki-laki itu pun menjawab, "Saudaraku."

Kemudian, Nabi Isa bersabda, "Saudaramu itu lebih banyak ibadahnya dalam penilaian Allah SWT daripada apa yang sudah dirimu lakukan."

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Janganlah lantaran ditundanya waktu perolehan dan hasil yang sedikit dalam mencari rezeki itu menjadikan kalian tidak sabar hingga terdorong untuk melakukan upaya yang mudah dengan cara-cara haram yang terlarang. Sebab, melanggar ketentuan Allah SWT justru bakal membawa pelakunya kepada dosa dan kehinaan atas diri sendiri. Di samping itu, tidak tersedia keberkahan dari sisi Allah SWT atas hasil yang didapat dengan cara-cara melanggar patokan yang telah ditetapkan-Nya." (Diriwayatkan Imam Abu Ibnu Abu al-Dunya dan Imam Al Hakim dari hadits Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seseorang yang mencari penghidupan dengan mengumpulkan kayu bakar, lampau diikatkan pada punggungnya untuk kemudian di jual di pasar, jauh lebih baik daripada mengemis (minta-minta) kepada orang lain, baik diberi maupun tidak." (Diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Luqman al-Hakim pernah berpesan kepada putranya, "Wahai anakku, hendaklah engkau merasa kaya dengan upaya yang legal atas kemiskinan yang tengah menderamu. Sesungguhnya kemiskinan bakal menimpa pada tiga perkara, ialah lantaran tipisnya keagamaan alias lemahnya pengetahuan agama, disebabkan lemah akalnya, dan menjadi lenyap kehormatan diri karenanya. Di samping itu, kemiskinan yang terbesar dari ketiga perkara tersebut adalah, manusia yang memandang tidak berfaedah (tidak betul-betul memperhatikan) terhadap tiga perkara yang dimaksud."

Sayidina Umar bin Khattab Radhyialahu anhu pernah mengatakan, "Janganlah kalian duduk berpangku tangan dari mencari rezeki yang halal, dan hanya berdoa, 'Ya Allah, berilah saya rezeki. Ketahuilah, bahwa langit tidak bakal menurunkan hujan emas maupun perak'."

Selengkapnya