4 Esensi Doa Menurut Ulama SufiKincai Media – Berdoa adalah sikap hati seseorang dalam menghambakan dirinya, dan prinsip angan adalah simbol ketundukan seorang hamba kepada tuhannya. Oleh lantaran itu, kita dianjurkan untuk bermohon lantaran kelemahan dan ketidakmampuan kita untuk menggapai apa yang kita harapkan.
Syekh Abdul Malik bin Muhammad Ibrahim an-Nasaburi dalam karyanya Kitab Tahdzibul al-Asrar Juz, 4, laman 204 mengutip ungkapan Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari mengenai etika dan prinsip dari doa. Adapun kutipannya sebagai berikut:
وقال ابن عطاء : إن للدُّعَاءِ أَرْكَانَاً، وأجنحة، وأسباباً، وأوقاتاً، فإن وافق أركانه قوي، وإن وافق أجنحته طار في السماء، وإن وافق مواقيته فاز، وإن وافق أسبابه أنجح
Artinya: “Ibnu ‘Atha’ berkata, sesungguhnya bagi do’a itu ada pilar-pilarnya, sayap-sayapnya, sebab-sebabnya, dan waktu-waktunya. Maka andaikan do’a sesuai dengan pilar-pilarnya, maka doanya menjadi lebih kuat. Apabila angan sesuai dengan sayap-sayapnya, maka doanya terbang ke langit. Apabila angan sesuai dengan waktu-waktunya, maka doanya bakal sukses (berhasil). Apabila doanya sesuai dengan sebab-sebabnya, maka doanya bakal tercapai (terpenuhi)”.
Ungkapan Syekh Ibnu Atha’illah As-Sakandari di atas, memberi pengarahan kepada kita agar kita lebih khusuk dan beradab ketika memanjatkan doa. Adapun rincian dari ungkapan prinsip angan sebagai berikut:
Pertama, pilar-pilar doa. Diantara pilar angan adalah ketundukan, dan memutuskan dari segala sebab, dalam artian dia memasrahkan segala urusannya kepada Allah, tidak berjuntai kepada yang lainnya. Lembut, tenang, dan intens saat memanjatkan doa.
Kedua, sayap-sayap doa. Agar angan segera dikabulkan, maka kudu jujur dalam bersikap dan bertindak. Baju yang dia pakai alias makanan yang dia makan kudu betul-betul diperoleh dari sesuatu yang dihalalkan. Doa bakal tersendat alias tidak dikabulkan andaikan menyantap sesuatu yang diharamkan.
Ketiga, waktu-waktu berdoa. Ada waktu tertentu agar angan kita bakal segera dikabulkan. Diantaranya, setelah sholat lima waktu, saat perjalanan, di sepertiga malam, dan pada waktu sahur. Oleh lantaran itu, kita kudu memilih waktu yang tepat untuk memanjatkan doa, agar angan kita sigap terkabulkan.
Keempat, sebab-sebab doa. Yang dimaksud dengan sebab-sebab angan adalah memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, alias memperbanyak tawasul kepada para ulama.
Oleh lantaran itu, sangat dianjurkan ketika memanjatkan angan diselingi dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena saat shalawat dibaca rahmat Allah bakal diturunkan kepada hambanya. Wallahu a’lam bishawab.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·