Jakarta -
Diabetes pada ibu mengandung semakin umum terjadi. Banyak studi mengaitkannya dengan akibat pada perkembangan janin dan anak setelah lahir, Bunda.
Baru-baru ini, studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism mengungkap temuan yang lebih mengejutkan tentang diabetes. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Kyung Hee University College of Medicine di Korea Selatan ini menemukan bahwa glukosuria sebelum hamil dapat meningkatkan akibat ADHD dan autisme pada anak setelah lahir.
Menurut studi, glukosuria pada ibu sebelum kehamilan dikaitkan dengan peningkatan akibat gangguan neuropsikiatri pada anak di kemudian hari, termasuk gangguan neuropsikiatri berat, gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD), gangguan spektrum autisme (ASD), dan disabilitas intelektual. Temuan tersebut dibandingkan dengan anak yang lahir dari ibu tanpa diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti melakukan studi kohort terhadap 2.568.006 pasangan ibu dan anak di Korea Selatan, dengan rata-rata usia ibu adalah 32 tahun. Mereka meneliti hubungan antara glukosuria pada ibu dan beragam gangguan neuropsikiatri pada anak.
Ibu-ibu dengan glukosuria diklasifikasikan sebagai pengidap glukosuria pra-kehamilan alias glukosuria gestasional dan dibandingkan dengan ibu-ibu tanpa diabetes. Peneliti tidak mengelompokkan bayi yang lahir dengan gangguan pediatrik berat alias yang meninggal dalam tahun pertama dikecualikan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pemeriksaan pertama gangguan neuropsikiatri pascanatal pada anak, termasuk gangguan neuropsikiatri berat, gangguan obsesif-kompulsif, ADHD, ASD, dan disabilitas intelektual. Durasi tindak lanjut pada anak dalam penelitian ini rata-rata adalah usia 10,3 tahun.
Pada seluruh golongan penelitian, glukosuria gestasional tidak menunjukkan hubungan alias hanya hubungan yang moderat dengan hasil neuropsikiatri tertentu. Namun, beberapa hubungan lebih menonjol ditemukan di antara anak-anak dari ibu yang memerlukan terapi farmakologis untuk diabetes.
Kaitan gangguan neuropsikiatri dengan glukosuria sebelum kehamilan konsisten di seluruh golongan usia ibu, tingkat pendapatan rumah tangga, paritas, dan riwayat psikiatri ibu.
"Temuan ini memperluas penelitian sebelumnya dengan menunjukkan bahwa glukosuria pada ibu mengandung dikaitkan dengan spektrum hasil psikiatrik yang lebih luas daripada yang sebelumnya diketahui, dan bahwa baik waktu maupun tingkat keparahan hiperglikemia merupakan penentu krusial akibat pada anak," demikian kata peneliti, dilansir laman Medscape.
Studi ini tetap mempunyai keterbatasan, Bunda. Faktor-faktor yang tidak diketahui, seperti kerentanan genetik terhadap gangguan neuropsikiatri, tidak dapat dinilai, dan kadar A1c ibu tidak tersedia. Sementara itu, glukosuria pra-kehamilan diperlakukan sebagai satu kategori glukosuria pra-kehamilan, tanpa membedakan glukosuria jenis 1 dari jenis 2.
Diabetes saat mengandung dan akibat ADHD serta autisme pada anak
Studi lain yang membahas akibat ADHD dan autisme pada anak dengan glukosuria saat mengandung juga pernah dibahas setahun sebelumnya. Dalam studi yang diterbitkan di The Lancet Diabetes & Endocrinology pada awal April 2025 ini, lebih dari 56 juta kehamilan di lebih dari 200 penelitian.
Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu menderita glukosuria selama kehamilan, 28 persen lebih mungkin mengalami masalah perkembangan saraf dibandingkan mereka yang ibunya tidak menderita penyakit tersebut.
Menurut studi meta kajian ini, akibat tersebut meningkat lantaran glukosuria gestasional, yang dapat berkembang selama kehamilan, dan glukosuria Tipe 2 yang sudah ada sebelumnya.
"Kita tahu bahwa kadar gula darah yang tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan masalah neurologis lainnya," kata kontributor medis CBS News dan penyunting kesehatan masyarakat di KFF Health News, Dr. Celine Gounder, dikutip dari CBS News.
"Kemungkinan yang terjadi adalah kombinasi dari kadar gula darah itu sendiri, tetapi juga gimana perihal itu memicu peradangan, perubahan hormon lainnya, serta gimana perihal itu mengaktifkan dan menonaktifkan gen tertentu selama perkembangan janin."
Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan glukosuria sebelum dan selama mengandung dengan akibat anak lahir dengan ADHD serta autisme di kemudian hari. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·