Target Tuai Kritik Lantaran Jual Kostum Halloween Rasis untuk Anak-anak

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 3 menit 504x dilihat
Target Tuai Kritik Lantaran Jual Kostum Halloween Rasis untuk Anak-anak
  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Dimitrie Hardjo | Beautynesia

Senin, 31 Aug 2026 14:00 WIB

Kostum Halloween Anak Ini Dicap Rasis oleh Netizen, Kenapa?

Jual Kostum Halloween Rasis untuk Anak-anak, Supermarket Ini Tuai Kritik / Foto: instagram.com/scholarshipcollegemama

Menjelang bulan Oktober, masyarakat Amerika Serikat semangat mempersiapkan seremoni Halloween, Beauties. Sebagian orang totalitas mempersiapkan kostumnya dari beberapa bulan sebelum Oktober agar tampil sempurna sesuai karakter pilihannya. Sebagian orang lainnya memilih untuk pakai kostum instan yang tersedia di supermarket.

Baru-baru ini, perusahaan Target tuai kritikan lantaran penjualan kostum Halloween untuk anak-anak yang kontroversial. Melansir dari NPR, kostum yang dijual dengan nama "Kids' Glows Under Blacklight Circus Clown Halloween Costume' itu menyerupai busana komedian sirkus dengan warna hitam-oranye. Kostum juga termasuk topi dan topeng bergambar senyum menyeringai dengan gigi-gigi besar. Sementara dalam promosinya, Target menampilkan anak mini berkulit hitam mengenakan kostum tersebut.

Netizen pun beranggapan bahwa kostum dan gambar promosi itu mengingatkan pada karikatur dari pagelaran minstrel era Jim Crow. Karikatur menanamkan stereotipe ke dalam budaya terkenal serta melegitimasi diskriminasi, segregasi, dan kekerasan rasial.

[Gambas:Instagram]

Usai viral dikecam, Target pun telah menghilangkan kostum kontroversialnya dari etalase penjualan. Mereka juga meminta maaf kepada publik lantaran telah menjual busana yang disebut-sebut membangkitkan karikatur rasis minstrel.

"Sebagai perusahaan, kami menyadari kesalahan kami dan kami sangat menyesal. Kostum tersebut menyinggung emosi dan semestinya tidak pernah menjadi bagian dari koleksi produk kami. Produk ini sudah tidak lagi dijual," bunyi pernyataan Target.

"Kami menyadari bahwa perihal ini sangat menyakitkan bagi para tamu, personil tim, dan mitra kami yang berkulit hitam. Menghapus kostum tersebut merupakan langkah awal yang penting, dan perusahaan sedang menelaah secara mendalam gimana perihal ini bisa terjadi serta apa yang perlu diubah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali."

Apa Itu Minstrel Show?

Minstrel Show adalah pagelaran teater di AS yang menampilkan orang berkulit hitam yang diperankan orang kulit putih

Minstrel Show adalah pagelaran teater di AS yang menampilkan orang berkulit hitam yang diperankan orang kulit putih/ Foto: Dok. National Museum of African American History & Culture/United States Library of Congress's Prints and Photographs division

"Kostum minstrel ala era Jim Crow bukan sekadar sebuah kekeliruan. Kostum itu merupakan simbol rasisme yang sangat merusak, yang semestinya tidak pernah dirancang, disetujui, ataupun dijual oleh Target,” ucap Pendeta Jamal Bryant asal Georgia.

Kostum yang mengingatkan pada minstrel kontroversial tersebut merujuk pada Minstrel Shows, teater di Amerika Serikat tentang orang berkulit hitam yang diperankan oleh orang berkulit putih. Sejarahnya dijelaskan dalam situs National Museum of African American History & Culture yang menyebut bahwa Minstrel Show merupakan lahirnya stereotipe orang berkulit hitam di AS, Beauties. Pertunjukan pertama Minstrel Shows dipentaskan sekitar tahun 1830-an di New York, menampilkan karakter berkulit hitam berjulukan Jim Crow.

Untuk pentas, para penampil kulit putih yang menghitamkan wajah mereka (kebanyakan menggunakan gabus yang dibakar alias semir sepatu) serta mengenakan busana compang-camping untuk meniru dan memperagakan orang-orang Afrika yang diperbudak di perkebunan daerah Selatan. Pertunjukan-pertunjukan ini menggambarkan orang kulit hitam sebagai sosok yang pemalas, bodoh, percaya takhayul, hiperseksual, serta rentan terhadap pencurian dan sifat pengecut.

Pertunjukan Minstrel meraih ketenaran sekitar periode 1850 hingga 1870 lantaran adanya pengaruh media baru yang membawa pagelaran minstrel beranjak dari panggung teater, merambah siaran radio dan televisi, hingga masuk ke gedung-gedung bioskop.

Walaupun perlahan menghilang, Britannica menjelaskan pengaruhnya tetap memperkuat dalam aliran intermezo dan media di masa-masa berikutnya, termasuk teater Vaudeville, program radio dan televisi, serta industri musik bumi dan perfilman pada abad ke-20 dan ke-21.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan