The Odyssey By The Numbers

Jul 17, 2026 12:52 PM - 4 hari yang lalu 4881

Christopher Nolan bukan nama asing ketika berbincang tentang produksi movie berskala masif. Setelah The Dark Knight trilogy, Dunkirk, Tenet, hingga Oppenheimer, sutradara pemenang Academy Award tersebut kembali mengangkat standar perfilman melalui The Odyssey (2026), penyesuaian modern dari epos Yunani antik karya Homer yang telah menginspirasi bumi selama nyaris tiga ribu tahun.

Alih-alih sekadar memindahkan kisah klasik ke layar lebar, Nolan membangun sebuah produksi yang sama besarnya dengan legenda yang dia adaptasi. Mulai dari letak syuting lintas negara, ribuan kostum, hingga penggunaan stok movie IMAX dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, The Odyssey menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah perfilman modern.

Berikut sederet nomor yang menggambarkan skala produksi movie tersebut.

172 Menit Durasi Film

Dengan lama 172 menit, The Odyssey sedikit lebih singkat dibandingkan Oppenheimer yang berdurasi 180 menit.

Christopher Nolan mengungkapkan bahwa salah satu pertimbangan di kembali lama tersebut adalah keterbatasan presentasi IMAX 70mm. Format analog beresolusi tinggi itu mempunyai pemisah teknis dalam memutar movie yang berdurasi lebih dari tiga jam, sehingga keputusan mengenai panjang movie juga mempertimbangkan pengalaman penonton di bioskop IMAX.

91 Hari Principal Photography

Proses principal photography dijadwalkan berjalan selama 100 hari, tetapi sukses diselesaikan hanya dalam 91 hari, alias sembilan hari lebih sigap dari jadwal.

Pencapaian tersebut tergolong luar biasa mengingat besarnya skala produksi, banyaknya letak syuting, penggunaan pengaruh praktis, serta kompleksitas pengambilan gambar menggunakan kamera IMAX 70mm.

Syuting di 6 Negara

Untuk merealisasikan bumi The Odyssey, produksi beranjak ke enam negara yang mempunyai lanskap menyerupai bumi Mediterania kuno, yaitu:

  • Yunani
  • Italia
  • Maroko
  • Skotlandia
  • Islandia
  • Amerika Serikat

Pemilihan letak original menjadi bagian dari pendekatan Nolan yang konsisten memanfaatkan lingkungan nyata dibandingkan membangun bumi sepenuhnya di studio.

The Odyssey by the Numbers

Anggaran Produksi Mencapai US$250 Juta

Dengan perkiraan anggaran sekitar US$250 juta, The Odyssey menjadi salah satu movie termahal yang pernah disutradarai Christopher Nolan.

Besarnya biaya tersebut mencerminkan kebutuhan produksi yang sangat kompleks, mulai dari pembangunan set berskala besar, penggunaan kamera IMAX generasi terbaru, pengambilan gambar di beragam negara, hingga ribuan kostum dan properti.

Sekitar 2.000 Figuran untuk Adegan Troya

Salah satu segmen terbesar dalam movie adalah kilas kembali pengepungan Troya.

Untuk mewujudkannya, produksi melibatkan sekitar 2.000 figuran yang tampil dalam segmen perang berskala besar. Penggunaan ribuan figuran memberikan skala visual yang autentik sekaligus mempertahankan nuansa epik unik film-film Nolan.

Lebih dari 5.300 Kostum

Departemen kostum yang dipimpin perancang kostum pemenang Oscar Ellen Mirojnick menciptakan lebih dari 5.300 kostum.

Produksi melibatkan sekitar 175 artisan di Los Angeles serta lebih dari 500 perajin dan kru kostum di beragam negara untuk mewujudkan busana yang terinspirasi budaya Yunani Zaman Perunggu.

Lebih dari 2,1 Juta Kaki Stok Film IMAX 70mm

Salah satu kebenaran paling mencengangkan adalah penggunaan lebih dari 2,1 juta kaki stok movie IMAX 70mm selama proses produksi.

Jumlah tersebut menjadikan The Odyssey sebagai salah satu produksi dengan penggunaan movie analog terbesar dalam sejarah modern.

Setiap magazine movie IMAX hanya bisa merekam sekitar 2,5 hingga 3 menit sebelum kudu diganti, sehingga proses pengambilan gambar memerlukan koordinasi yang sangat presisi.

Kapal Odysseus Sepanjang 115 Kaki

Untuk merepresentasikan kapal Odysseus, produksi menggunakan Draken Harald Hårfagre, kapal Viking modern sepanjang 115 kaki yang dikenal sebagai salah satu replika kapal Viking terbesar di dunia.

Meski berasal dari tradisi maritim Nordik, kapal tersebut dipilih lantaran bisa menghadirkan skala visual yang sesuai dengan kebutuhan sinematik film.

Kuda Troya Setinggi 35 Kaki

Adegan pengepungan Troya turut menampilkan Kuda Troya setinggi sekitar 35 kaki (10,7 meter) yang dibangun secara bentuk untuk kebutuhan produksi.

Alih-alih hanya mengandalkan pengaruh digital, pembangunan properti berukuran monumental ini memperkuat kesan realistis yang selama ini menjadi karakter unik film-film Nolan.

Set Gua Cyclops Setinggi 95 Kaki

Salah satu set terbesar yang dibangun adalah gua Cyclops dengan tinggi sekitar 95 kaki (29 meter).

Skala set tersebut memungkinkan para tokoh betul-betul berinteraksi dengan lingkungan bentuk sehingga menghadirkan sensasi ruang dan ukuran yang susah dicapai hanya melalui visual efek.

35 Gong Perunggu untuk Musik

Komposer Ludwig Göransson menggunakan pendekatan yang tidak biasa dalam menyusun musik film.

Selain memanfaatkan instrumen seperti aulos dan lyre, dia juga menggunakan 35 gong perunggu untuk menciptakan lanskap bunyi yang megah sekaligus asing, selaras dengan bumi mitologi Yunani yang menjadi latar cerita.

Berangkat dari Puisi Berisi 12.109 Baris

Seluruh movie ini berakar pada puisi epik karya Homer yang terdiri atas sekitar 12.109 baris dalam bahasa Yunani kuno.

Selama proses penulisan skenario, Christopher Nolan mempelajari beragam terjemahan dan kajian akademis mengenai The Odyssey untuk menemukan langkah menghadirkan kisah klasik tersebut kepada penonton modern tanpa kehilangan prinsip mitologinya.

The Odyssey by the Numbers

Produksi yang Mencerminkan Ambisi Nolan

Selama lebih dari dua dekade, Christopher Nolan dikenal sebagai sineas yang terus mendorong pemisah teknis dan artistik perfilman. The Odyssey tampaknya menjadi puncak terbaru dari ambisi tersebut. Dengan penggunaan jutaan kaki stok movie IMAX, ribuan kostum, letak syuting lintas benua, hingga pembangunan set berukuran monumental, movie ini menunjukkan bahwa Nolan tidak sekadar mengadaptasi salah satu karya sastra terbesar sepanjang masa, tetapi juga berupaya menghadirkan pengalaman sinematik yang setara dengan skala mitologi yang dia angkat.

Tak heran jika Nolan menyebut The Odyssey sebagai “the ultimate adventure story.” Jika seluruh komponen produksinya bisa berpadu dengan kekuatan narasi Homer, The Odyssey berpotensi menjadi salah satu pencapaian paling monumental dalam pekerjaan Christopher Nolan sekaligus tonggak baru bagi movie epik modern.

Selengkapnya