Tips Trading Saham Saat Bear Market

Investasi dan Trading Saham Mar 15, 2026 08:29 PM 193

Saat pasar saham bullish, kebanyakan trader mudah mendapatkan keuntungan. Bahkan ada yang merasa sakti, merasa seperti Raja Midas yang trading apapun bisa menghasilkan profit. Namun tidak selamanya pasar saham berada dalam fase bullish (bull market). Suka alias tidak suka, sebagai trader sekali waktu kita bakal menghadapi pasar saham yang sedang bearish (bear market).

Bear market adalah saat nilai saham secara keseluruhan sedang turun tajam, biasanya dihitung minimal terjadi penurunan lebih dari 20% dari puncaknya. Ini bisa bikin stres banyak pelaku pasar. Pasar saham bearish artinya harga-harga saham condong bergerak turun. Saat pasar saham sedang condong turun artinya kesempatan kita untuk mendapatkan keuntungan juga mengecil.

Risiko Trading di Bear Market

Bear market bukan kondisi yang main-main, lantaran bisa membikin duit lenyap banyak. Ini risikonya:

  • Kerugian Besar. Harga saham bisa jatuh cepat, apalagi jika ada buletin buruk. Kalau membeli saham di nilai tinggi, bisa rugi puluhan persen dalam waktu singkat.
  • Volatilitas Tinggi. Pasar naik-turun dengan liar, makin susah diprediksi. Kamu bisa panik dan jual rugi, alias malah beli di saat salah.
  • Pengaruh Emosi. Kondisi mental biasanya lebih tertekan saat bear market. Banyak orang takut dan menjual semua saham (panic selling). Apalagi jika pakai pinjaman (margin trading)
  • Likuiditas Rendah. Biasanya saat bear market likuiditas turun drastis. Banyak pelaku pasar yang memilih wait and see. Akibatnya nilai mudah bergerak meski nilai transaksi kecil. Terutama saham gorengan.

Intinya, jika tidak siap mental dan skill, bear market bisa bikin bangkrut.

Trading di pasar saham yang sedang bearish itu artinya kita melawan arus. Bagaikan naik motor melawan arus lampau lintas. Potensi tertabraknya sangat besar. Trading di pasar saham yang condong turun juga potensi ruginya cukup besar. Karena itu kita kudu mempersiapkan diri dengan baik.

Berikut adalah tips untuk trading di pasar saham yang sedang bearish:

1. Jangan sekedar menangkap pisau jatuh

Biasanya trader tergoda membeli saat nilai saham jatuh sangat dalam. Di dalam pikirannya dia memandang potensi rebound. Padahal ingat pasar saham sedang bearish. Artinya nilai saham yang sudah turun banyak, bukan tidak mungkin tetap bisa turun lagi. Gunakan konfirmasi pembalikan arah yang lebih valid, bisa menggunakan indikator, candlestick, alias news trading alias lainnya.

2. Jangan terlalu agresif

Di pasar saham yang bearish, jika sampai rugi bisa sangat menyesakkan. Untuk itu jangan terlalu agresif. Anda bisa mengurangi jumlah duit yang digunakan untuk trading. Hindari menggunakan margin terlalu besar. Bahkan sebaiknya tidak menggunakan margin yang disediakan sekuritas sama sekali.

3. Disiplin cut loss

Cut loss adalah pengaman Anda jika nilai saham turun makin dalam lagi. Jika keadaan sudah tidak menguntungkan, jangan ragu untuk cut loss.

4. Perhatikan ilmu jiwa trading

Kita sudah mengetahui bahwa emosi dan trading sangat berkaitan. Saat pasar saham bearish, justru emosi trader itu meningkat intensitasnya. Apalagi jika sedang dalam posisi rugi. Biasanya trader yang merugi mau balas dendam. Sehingga malah mengambil posisi makin garang yang justru bisa merugikan. Usahakan kepala tetap dingin.

5. Tidak perlu serakah

Biasanya saat pasar saham bearish, ada kalanya nilai saham rebound. Tapi rebound yang terjadi biasanya juga terbatas kenaikannya. Atau sering dibilang Dead Cat Bounce (DBC). Karena itu disarankan tidak perlu serakah. Kalau sudah profit, meski sedikit segera jual (cuan – bungkus).

6. Lakukan short term trading

Walaupun pasar saham bearish, tidak berfaedah semua saham turun, ada juga yang naik. Biasanya saham lapis kedua, lapis ketiga alias saham gorengan cukup meriah saat pasar saham bearish. Selain itu sering kali juga terjadi rebound pada pasar saham. Kita bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan trading jangka pendek di saham-saham tertentu. Tapi tetap kudu hati-hati lantaran saham lapis kedua, lapis ketiga alias gorengan risikonya tinggi. Kadang menjadi trader jangka pendek seperti day trader saat pasar saham bearish lebih menyenangkan, lantaran saat pasar saham tutup, posisi kita sudah clear dan tidak perlu cemas gimana kondisi pasar saham keesokan harinya.

7. Kalau perlu pergilah liburan

Kadang strategi terbaik saat pasar saham bearish adalah stay away from the market. Apalagi bagi pemula. Tunggu sampai ada sinyal pembalikan arah, ialah market kembali rebound kuat, baru masuk lagi. Ambil libur trading jika perlu. Saat itulah, bisa memperdalam pengetahuan trading dengan belajar. Misalnya membaca buku. Nanti jika market sudah membaik, tinggal mempraktikkan pengetahuan trading saham yang sudah dipelajari.

Bear market bukanlah akhir dunia, tapi kesempatan buat trader yang siap. Yang penting, kelola akibat dengan baik, tetap kalem, dan jangan serakah.

Semoga menginspirasi

Selengkapnya