Artis Shireen Sungkar merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Orang tuanya, Mark Sungkar dan Fenny Bauty, telah berpisah pada tahun 2010.
Saat orang tuanya bercerai, Shireen berumur 18 tahun. Meski sudah dewasa, Shireen mengaku bahwa perceraian orang tuanya menjadi momen terberat dalam hidup.
Aku waktu mini kan ngadepin orang tua, yang Qadarullah Allah takdirnya bercerai. Jujur memang sebagai anak, itu salah satu yang paling berat buat aku," kata Shireen dikutip dari IG @shireensungkar.
"Ini point of view saya sebagai anak yang pernah ngerasain. Waktu dulu itu perihal yang paling bikin kita senang adalah ketika orang tua kita baik," sambungnya.
Saat ini, Shireen mengaku sudah bisa menerima perpisahan orang tuanya. Apalagi, kedua orang tuanya sudah saling mengampuni dan telah hidup senang dengan pasangan masing-masing.
"Walaupun tidak balikan, kita sebagai anak tuh senang banget. Alhamdulillah Allah kasih takdir dengan pasangan masing-masing sekarang," ungkap Shireen.
"Enggak apa-apa, yang krusial hubungan mereka baik gitu. Itu salah satu momen ter-happy saya dalam hidup pas tau orang tua saya itu sudah bisa saling memaafkan," lanjutnya.
Orang tua sempat saling menyalahkan
Sebelum berdamai, orang tua Shireen rupanya sempat saling menyalahkan, Bunda. Hal itu meninggalkan luka bagi Shireen.
"Dan yang paling bikin saya sedih adalah ketika memandang kedua orang tua yang saya sayangin saling salah-salahan dulu. Karena kan emosi pasti. Tapi mungkin lagi proses perceraian," ujar Bunda tiga anak ini.
Salah satu yang menyembuhkan luka Shireen saat itu adalah keputusan kedua orang tuanya untuk berdamai. Setelah keduanya berdamai, mereka meminta maaf kepada anak-anaknya.
"Aku bisa atas izin Allah sembuh lantaran mereka baikan, dan orang tua saya minta maaf," katanya.
Dalam video ini, Shireen juga sempat menyampaikan pendapatnya tentang anak yang menjadi korban perceraian orang tua. Menurut istri Teuku Wisnu ini, orang tua sebaiknya memikirkan anak saat memutuskan cerai. Pasalnya, anak bisa membawa luka perceraian orang tuanya sampai dewasa.
"Jangan lupa pikirin hari anak lantaran lukanya sampai dewasa," ungkap Shireen.
Menyembuhkan luka anak korban perceraian
Memikirkan emosi anak memang sangat krusial ketika orang tua memutuskan bercerai. Menurut sosiolog dan pengajar di UC Berkeley's Greater Good Science Center, Christine Carter, kehadiran orang tua, termasuk family dekat sangat krusial untuk anak korban perceraian.
"Kehadiran teman-teman alias kerabat orang tua sangat krusial untuk anak," kata Carter, dilansir dari Psychology Today.
Setelah bercerai, mantan pasangan suami istri sebaiknya tetap menjaga komunikasi dengan saling berbincang satu sama lain. Cobalah pecahkan masalah berbareng jika ada salah mengerti dan sesuatu yang berangkaian dengan anak.
"Kedua orang tua kudu tetap konsentrasi pada tujuan bersama, ialah selalu anak untuk anak mereka," ujar Carter.
Bila sudah berbaikan dengan keadaan, mantan pasangan suami istri juga bisa berteman. Psikolog Seth Meyers, Psy.D, mengatakan bahwa menjalin pertemanan setelah berpisah dapat menyembuhkan luka masa lalu, terutama agar kedua belah pihak bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.
"Hubungan itu sangat luas. Jangan lantaran perceraian, kita tidak bisa melanjutkan hidup dan menganggap mantan sebagai orang asing," ungkap Meyers.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·