Ciri Orang EQ Tinggi saat Menghadapi Orang yang Bersikap Tidak Sopan

Aug 08, 2026 02:25 PM - 2 jam yang lalu 5

Jakarta -

Ketika merasa jengkel alias seseorang mempermalukan Bunda, mungkin susah untuk merespons dengan langkah yang sehat. Namun, tidak dengan orang yang mempunyai emotional quotient (EQ) tinggi.

Sebuah studi tahun 2024 di The Canadian Veterinary Journal melaporkan bahwa tingkat kepintaran emosional yang tinggi dapat menyebabkan tingkat stres yang lebih rendah dan keadaan emosional positif yang lebih tinggi, seperti kebahagiaan, dan dikaitkan dengan keahlian mengatasi masalah yang lebih sehat.

Oleh lantaran itu, orang dengan EQ tinggi tidak hanya bereaksi, mereka juga merespons dengan langkah yang mencerminkan kejelasan, kendali, dan belas kasih, apalagi di bawah tekanan dan konflik.


Ciri EQ tinggi saat menghadapi orang yang tidak sopan

Dilansir Parade, berikut beberapa perihal yang sering dilakukan seseorang dengan EQ tinggi saat mendapat hinaan alias perlakuan tidak sopan:

1. Berpikir sejenak sebelum bereaksi

Alih-alih bereaksi secara impulsif, mereka meluangkan beberapa detik untuk bernapas menenangkan diri, dan memproses situasi tersebut.

Ketika mereka angkat bicara, psikolog dan penulis kitab Be The Sun, Not the Salt, Dr. Harry Cohen, PhD, mereka mungkin mengusulkan pertanyaan seperti “Bisakah Bunda menjelaskan apa yang dimaksud?”.

Menurutnya, respons seperti ini memungkinkan orang lain untuk merenungkan kata-kata mereka, menjaga nilai diri, dan meminta maaf alias menyatakan kembali dengan lebih hormat.

“Jika orang tersebut mengulangi kalimat yang merendahkan itu, dengan tenang pergilah dan jangan berbicara apa-apa,” ujar Cohen.

2. Tidak mengambil semua yang disampaikan

Orang yang pandai secara emosional menyadari bahwa orang lain mengatakan hal-hal yang tidak mereka maksudkan alias yang muncul dari situasi lain.

Mereka juga memahami perilaku tidak sopan lebih banyak mengungkapkan tentang orang lain, sehingga mereka tidak memendam perihal negatif tersebut.

“Jika seorang kolega membentak mereka dalam rapat, mereka mungkin berpikir, ‘Ini bukan tentang saya, ini mungkin tentang stres mereka’, yang membantu mereka tetap tenang,” ujar Cohen.

3. Menetapkan batas yang jelas

Menurut Cohen, alih-alih membalas dengan kata-kata kasar, yang seseorang yang pandai secara emosional bakal menegaskan kebutuhannya dengan jelas dan penuh hormat, serta mengajarkan orang alin untuk memperlakukannya dengan komunikasi yang tenang.

“(Mereka mungkin mengatakan) ‘Saya senang membahas ini, tetapi saya mau tetap bersikap hormat’, menetapkan nada tanpa meningkatkan ketegangan,” ujarnya.

4. Mengatasi masalah pada waktu yang tepat

Orang yang pandai bakal berpikir sejenak. Mereka tahu kapan waktu terbaik untuk menyampaikan kekhawatiran agar situasi tetap terkendali.

“Alih-alih menghadapi mereka saat emosi sedang memuncak, alias mengabaikannya sama sekali, mereka memilih momen ketika kedua belah pihak tenang,” ujar Cohen.

Pada titik itu, mereka mungkin bakal mengatakan sesuatu seperti, “Tadi saya merasa diabaikan ketika buahpikiran saya ditolak mentah-mentah. Bisakah kita membicarakan perihal itu?”.

5. Melepaskan sesuatu ketika sudah tidak lagi berharga

Cohen mengatakan tidak setiap penghinaan layak mendapatkan reaksi. Orang yang punya EQ tinggi selalu mengingat perihal ini.

Mereka mempertimbangkan apakah berbincang bakal memberikan faedah yang lebih besar alias hanya bakal menguras energi.

Sebagai contoh, mereka mungkin memilih untuk menjauh dari komentar kasar orang asing untuk menjaga kedamaiannya.

Apa yang kudu dilakukan jika susah merespons dengan langkah pandai secara emosional?

Tidak seorang pun bakal bisa merespons dengan sempurna setiap saat, apalagi orang-orang yang mempunyai EQ tinggi sekalipun.

Jika Bunda mengalami kesulitan, Cohen membagikan beberapa perihal yang dapat membantu menanggapi perilaku tidak sopan. Berikut di antaranya:

  • Mempraktikkan kesadaran diri, seperti menyebut emosi untuk menciptakan jarak antara emosi dan tindakan yang didasarkan padanya.
  • Menggunakan patokan 24 jam, namalain menunggu sehari untuk merespons.
  • Lakukan simulasi respons alias tuliskan respons tersebut untuk membantu mengatur pikiran dan mengurangi intensitas emosi.
  • Mencari umpan balik, bimbingan, alias terapi dari teman, orang tua, alias terapis yang terpercaya untuk mengidentifikasi pola dan mempraktikkan respons yang lebih sehat.

Nah, itulah ciri-ciri orang dengan EQ tinggi hingga perihal yang dapat dilakukan jika Bunda susah menghadapi orang tidak sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya