Dianggap Ancaman Non Militer, Al Washliyah: Lgbt Jangan Jadi Tren Generasi Muda

Jul 08, 2026 10:30 PM - 2 jam yang lalu 126

Kincai Media ,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis menegaskan perilaku LGBT tidak boleh berkembang menjadi tren di kalangan generasi muda. Menurut dia, kejadian tersebut merupakan tantangan serius bagi adab bangsa dan menjadi salah satu ancaman non militer lantaran dinilai dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan dan ketahanan moral masyarakat.

"Kita tahu bahwa LGBT salah satu rumor yang tidak sekedar isu, tapi sudah menjadi aktivitas masif, dan itu bakal menjadi salah satu tantangan, khususnya bagi adab anak bangsa kita ke depan," kata Kiai Masyhuril kepada Republika usai pembukaan Muktamar ke XXIII Al Jam'iyatul Al Washliyah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (7/7/2026) malam.

Merespon masifnya aktivitas LGBT, Kiai Masyhuril mengatakan, pada Muktamar ini para ustadz Al Washliyah khususnya, bakal semakin menguatkan dakwah agar generasi muda Indonesia memahami maqashid syariah dalam Islam. Dalam maqashid syariah itu ada yang disebut dengan memelihara agama, memelihara keturunan, memelihara jiwanya, memelihara akalnya, dan memelihara harta.

Menurutnya, LGBT dapat menjadi ancaman terhadap manusia yang diharuskan memelihara agama, keturunan, jiwa, logika dan harta. "LGBT adalah bagian yang sangat mengkhawatirkan, dan perilaku (LGBT) ini tidak boleh menjadi sesuatu kebiasaan, apalagi menjadi satu tren generasi kita ke depan," ujarnya.

Kiai Masyhuril mengatakan bahwa Al-Washliyah sebagai lembaga dakwah, sebagai organisasi dakwah dan pendidikan, tentu kudu membentengi khususnya kadernya serta pemudanya untuk menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi muda dari perilaku menyimpang ialah LGBT. Sebab LGBT adalah perilaku yang sesungguhnya bukan disebut sebagai naluriah manusia.

Mengenai apakah LGBT dapat menjadi ancaman non militer terhadap bangsa Indonesia, Kiai Masyhuril menegaskan bahwa LGBT bisa menjadi ancaman. Sebab bangsa Indonesia tidak hanya kudu membikin pertahanan dalam corak kekuatan dan senjata, tapi kudu ada juga pertahanan dari hal-hal yang dapat merusak nilai-nilai kemanusiaan.

"Jangankan dari perspektif pandang agama, LGBT ini merusak nilai-nilai kemanusiaan, sekucing kucingnya kucing tidak bakal menikah dengan kucing yang sama alias sejenis," ujar Kiai Masyhuril.

Kiai Masyhuril mengingatkan bahwa Islam menyerukan umat manusia untuk mempunyai keturunan dengan langkah yang dihalalkan di dalam Islam. Memiliki keturunan dengan langkah yang baik dan legal adalah bagian dari memperbaiki nilai-nilai ketahanan ruhani generasi Indonesia.

Selengkapnya