Tata Cara Shalat Sunnah Wudhu LengkapKincai Media – Berikut ini adalah tata langkah shalat sunnah wudhu. Dalam Islam, Wudhu merupakan salah satu ibadah krusial yang menjadi syarat sahnya shalat. Selain berfaedah untuk membersihkan personil tubuh dari hadas kecil, wudhu juga mempunyai keistimewaan besar sebagai ibadah yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin, menjelaskan tentang keistimewaan wudhu yang disandarkan kepada sabda Rasulullah SAW. Beliau menerangkan bahwa seorang Muslim yang menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca angan setelah wudhu dengan penuh keyakinan, bakal mendapatkan keistimewaan yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berwudhu lampau menyempurnakan wudhunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit dan mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berkuasa disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
“Maka bakal dibukakan baginya delapan pintu surga, dan dia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”
Keutamaan ini menunjukkan bahwa wudhu yang sempurna dalam Islam bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi sarana menyucikan hati dan memperbarui keagamaan seorang Muslim. Oleh lantaran itu, setelah selesai berwudhu dianjurkan untuk mengingat Allah dan membaca angan sebagai corak rasa syukur atas nikmat bersuci.
Dalil Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu
Selain membaca angan setelah wudhu, salah satu ibadah yang dianjurkan setelah berwudhu adalah melaksanakan shalat sunnah wudhu. Shalat ini merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setelah seseorang selesai bersuci.
Keutamaan shalat sunnah wudhu disebutkan dalam beragam sabda Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah:
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُحَدِّثْ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Siapa saja yang berwudhu, lampau menyempurnakan wudhunya dan shalat dua rakaat dengan tidak berbincang kepada dirinya sendiri (dengan urusan duniawi) dalam dua rakaat tersebut, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
Hadis lainnya juga diriwayatkan dari sahabat ‘Uqbah bin Amir ra. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يَقْبَلُ بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Artinya: “Tidaklah seseorang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya, lampau melaksanakan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya kepada Allah dalam kedua rakaat tersebut, selain wajib baginya mendapatkan surga.” (HR Abu Dawud, an-Nasa’i, dan lainnya).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa shalat sunnah setelah wudhu mempunyai keistimewaan besar, terutama andaikan dilakukan dengan intens dan menghadirkan hati hanya kepada Allah SWT.
Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Wudhu
Kapan waktu shalat sunnah wudhu dilakukan? Shalat sunnah wudhu dianjurkan dilakukan setiap kali selesai berwudhu, baik wudhu tersebut dilakukan lantaran seseorang mengalami hadas maupun hanya untuk memperbarui wudhu dalam keadaan tetap suci.
Dengan demikian, seseorang tetap dianjurkan melaksanakan shalat sunnah wudhu meskipun melakukan wudhu mujaddad, ialah wudhu yang dilakukan kembali saat belum batal.
Hal ini sebagaimana penjelasan Syekh Zakariya al-Anshari:
وَمِنْهُ رَكْعَتَا الْوُضُوءِ وَلَوْ مُجَدَّدًا
Artinya: “Termasuk shalat sunnah adalah dua rakaat shalat sunnah wudhu walaupun wudhunya merupakan wudhu yang diperbarui.”
Pada dasarnya, shalat sunnah wudhu dikerjakan sebanyak dua rakaat. Namun, jumlah rakaatnya tidak terbatas hanya dua rakaat. Seseorang boleh mengerjakannya lebih dari dua rakaat dengan ketentuan dilakukan dalam jumlah genap, seperti dua rakaat, empat rakaat, dan seterusnya.
Hal ini sebagaimana shalat sunnah lainnya yang dikerjakan secara dua rakaat salam.
Niat Shalat Sunnah Wudhu
Bagi umat Islam yang mau melaksanakan shalat sunnah wudhu, berikut referensi niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal wudhū’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah wudhu dua rakaat lantaran Allah ta’ala.”
Dengan menjaga wudhu, membaca angan setelah wudhu, serta melaksanakan shalat sunnah wudhu, seorang Muslim dapat memperbanyak ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah dan berambisi mendapatkan pembebasan serta keberkahan dalam kehidupan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·