Catatan Kuno Ungkap Islam Telah Dikenal Di Sriwijaya Sejak Abad Ke-7

Jul 08, 2026 11:46 AM - 14 jam yang lalu 681

Petugas memotong rumput di Kawasan Candi Bahal, Portibi, Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Kamis (13/10/2022). Candi Bahal yang dibangun sekitar abad ke-11 Masehi tersebut menjadi salah satu cagar budaya di Sumatera Utara dan merupakan peninggalan era keemasan Kerajaan Sriwijaya.

Kincai Media ,JAKARTA -- Sebagai pusat keilmuan Buddha di Asia Tenggara, Sriwijaya juga dikenal sebagai kerajaan yang terbuka terhadap beragam bangsa. Bukti-bukti menunjukkan bahwa pelabuhan Sriwijaya telah ramai disinggahi kapal-kapal Arab dan Persia, sehingga terjadi hubungan awal antara masyarakat setempat dengan Islam.

Melalui kehadiran pedagang dan pelaut Arab serta Persia, masyarakat kerajaan maritim itu mulai mengenal aliran Islam, apalagi beberapa catatan mengisyaratkan adanya Muslim pribumi di lingkungan Sriwijaya.

Buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-VXIII menyebutkan, meski Sriwijaya terkenal sebagai pusat terkemuka keilmuan Buddha, kerajaan ini merupakan kerajaan yang kosmopolitan. Agamawan dan pengembara terkenal dari Cina, I-Tsing memberikan info bahwa dia menumpang kapal Arab dan Persia menuju Pelabuhan Sriwijaya. Yuantchao dalam Tcheng-yuan-sin-ting-che-kiao-mou-lou yang ditulis pada awal abad ke-9, menyatakan bahwa pada tahun 99 H/ 717 M sekitar 35 kapal Persia sampai di Palembang. Seusai kerusuhan di Kanton, banyak Muslim Arab dan Persia yang diusir dari Kanton menuju Palembang untuk menemukan daerah perlindungan yang aman.

Berdasarkan catatan-catatan I-Tsing, Prof. Azyumardi Azra dalam buku Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII-VXIII menjelaskan ada isyarat masyarakat Sriwijaya telah berinteraksi dengan kaum Muslim yang datang dari Timur Tengah. Dalam pemisah tertentu, mereka juga telah mengenal sebagian aliran Islam.

Bahkan, al-Ramhurmuzi dalam Aja'ib al-Hind mengisyaratkan adanya sejumlah Muslim pribumi di kalangan masyarakat Sriwijaya sendiri. Riwayat al-Ramhurmuzi ini tampaknya diperkuat oleh Chau Ju-Kua yang menyatakan, "Sejumlah besar masyarakat negeri ini (San-fo-chi) mempunyai nama awal P'u." Sebagaimana dijelaskan Hirth dan Rockhill, istilah "P'u" berasal dari "Bu" singkatan dari "Abu" (bapak), yang terdapat dalam begitu banyak nama pribadi orang Muslim.

Selengkapnya