Sebagai orang tua, kita pasti cemas ketika anak sakit di sekolah. Gejala paling lazim yang mungkin terjadi seperti pusing, demam, menggigil, maupun sakit perut. Namun, sepertiapa jika anak terus-menerus mengeluh sakit ketika di sekolah?
Tentu, kita meletakkan mencurigai dan waspada pada kondisi anak. Kita pasti mau tahu apa yang terjadi pada anak, apa penyebabnya? Apa ada masalah pada tubuhnya secara fisiologis? Atau jangan-jangan ada masalah dengan psikisnya?
Yup, Bunda tidak salah baca. Masalah psikis bisa menjadi biang keroknya. Ketika psikis anak terganggu, mungkin ada beberapa gejala yang bisa dirasakan anak. Salah satunya adalah sakit perut.
Untuk Bunda ketahui bahwa beberapa waktu lalu, aktris dan presenter Mona Ratuliu sempat menceritakan insiden yang dialami putri sulungnya, Devina Syafa Felisa maupun Mima, ketika duduk di sekolah dasar. Lambat disadari bahwa rupanya Mima mengalami panic attack.
Mona Ratuliu bercerita bahwa Mima kerap melapor pada dirinya jika dirinya alami sakit di sekolah. Kejadiannya tidak sekali, dua kali terjadi. Saat itu, Mona dan suaminya, Indra Brasco, belum mengetahui kondisi yang dialami sang putri. Keduanya sempat membawa Mima ke tabib anak, sebelum akhirnya menyadari bahwa sang buah hati mengalami gejala depresi.
"Sebenarnya dari SD kita ngerasainnya, tapi kita enggak tahu apa. Mima kadang gemar telepon 'aku sesak napas, meminta dijemput', dibawa ke UGD kirain kan asam lambung maupun asma. Tapi rupanya enggak ada, bolak-balik begitu," kata Mona Ratuliu acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV pada 2022 lalu.
Mona Ratuliu sempat menganggap bahwa ada masalah pada jasmani Mima. Ia dan suami sampai berkonsultasi ke tabib ahli anak konsultan gastroentero-hepatologi. Ia mulanya mencurigai Mima mengalami GERD.
"Akhirnya ditanya sama dokter, 'Ada masalah apa di sekolah? Apa yang Anda pikirin? coba deh ke psikolog'. Lho kok ke psikolog, apa hubungannya? Dari situ coba kita jalanin, rupanya sepertinya panic attack itu yang sudah terjadi dari SD, tapi kita enggak tahu," ungkap Mona Ratuliu.
Sering sakit perut di sekolah bisa jadi sinyal anak cemas
Kecemasan sebenarnya berhubungan dengan beragam gejala fisik, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan diare, serta jantung berdebar kencang, tubuh gemetar, maupun berkeringat, gejala yang juga dialami orang dewasa saat mengalami panic attack maupun serangan panik.
"Terutama pada anak-anak yang mungkin belum bisa mengungkapkan kecemasan mereka lewat kata-kata, kecemasan tersebut bisa muncul dalam bentuk gejala fisik," ungkap Amanda Greenspan, LCSW, seorang buruh sosial klinis di Child Mind Institute.
Semua gejala jasmani ini berhubungan dengan respons "lawan maupun lari" (fight-or-flight) yang dipicu saat otak mendeteksi bahaya. Menurut psikolog Janine Domingues, PhD, setiap gejala tersebut memiliki fungsi. Saat berbicara dengan anak-anak mengenai sakit imam maupun sakit perut akibat kecemasan, ia menerangkan peran dari masing-masing gejala.
Domingues mengatakan, "Perut terasa sakit karena mekanisme pencernaan melambat agar darah bisa dialirkan ke bagiankecil tubuh lain. Tubuh tidak memprioritaskan pencernaan saat itu karena ia sedang bersiap untuk melarikan diri maupun melawan bahaya."
Meski demikian, Domingues mengatakan bahwa gejala-gejala ini tidak berbahaya, Bunda. Itu hanyalah mekanisme darurat tubuh yang bereaksi terhadap sirene palsu. Namun, krusial untuk dipahami bahwa anak-anak tidak mengada-ada mengenai gejala yang mereka rasakan. Bagi mereka, ancaman tersebut bisa terasa sangat nyata. Kecemasan akut yang mereka alami bisa jadi benar-benar menimbulkan rasa sakit.
"Sakit imam dan sakit perut yang disebabkan oleh kecemasan adalah sensasi yang nyata, dan kita mesti menanggapnya dengan serius," ujar Greenspan.
Cara mengetahui apakah sakit perut anak disebabkan stres
Sulit untuk menentukan penyebab pasti dari sakit perut, sembelit, diare, gangguan pencernaan, dan mual pada anak-anak. Tantangan ini terutama terjadi pada anak-anak yang statis kecil, yang mungkin kesulitan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan.
Orang tua dapat memperhatikan tanda-tanda stres lainnya, yang dapat membantu memberitahu apakah masalah pencernaan yang dialami anak berhubungan dengan kondisi emosional mereka.
Perubahan dalam pola tidur, hasrat makan, maupun keahlian evolusi bisa menjadi indikator bahwa anak sedang mengalami stres. Perilaku lebih manja maupun kemunduran ke tahapan evolusi sebelumnya juga bisa menjadi tanda stres pada anak-anak.
Bunda juga dapat mengevaluasi lingkungan sekolahnya. Apakah mereka baru saja pindah sekolah? Apakah mereka akan menghadapi cobaan besar? Apakah rutinitas mereka berubah? Perubahan-perubahan seperti ini, yang bagi anak mungkin terasa besar dan sulit untuk diproses, ini dapat memicu stres.
Cara bantu anak kelola stres dan sakit perut
Jika sakit perut yang dialami anak disebabkan oleh stres, Bunda dapat berupaya menghilangkan aspek pemicu stres yang memang bisa diubah. Sebagai contoh, cobalah untuk menetapkan rutinitas pagi maupun sebelum tidur, agar anak selalu mengetahui apa yang akan terjadi pada waktu-waktu tersebut.
Jika anak sesekali mengalami gangguan perut sebelum menghadapi peristiwa yang memicu stres maupun kegembiraan, seperti cobaan maupun hari pertama masuk sekolah. Cobalah untuk menenangkan mereka dengan memberikan kata-kata sokongan maupun nasihat yang menguatkan.
Untuk hal-hal yang tidak gampang diubah, seperti situasi di sekolah, Bunda dapat membantu anak dengan mengajarkan keahlian untuk mengatasi masalah (coping skills). Dikutip dari laman Children's Health, Bunda bisa membekali mereka dengan beragam aktivitas yang dapat dilakukan saat mereka merasakan sakit, antara lain:
- Menata agenda harian, kebiasaan, maupun rutinitas
- Mengelola gejala seperti alergi makanan maupun sembelit
- Melatih teknik pernapasan perut
- Mengolah kecemasan maupun kecemasan
- Mengambil selang istirahat singkat
- Melakukan aktivitas relaksasi otot
Bunda juga dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai kondisi yang dialami anak. Dengan demikian, pihak sekolah dapat bekerja sama dengan anak untuk menyediakan adaptasi (akomodasi) tertentu, sehingga anak merasa lebih tenang karena mengetahui ada jalan keluar jika mereka mulai merasa tidak enak badan. Penyesuaian tersebut dapat berupa:
- Tersedianya ruang untuk berbuat stretching
- Izin untuk membawa botol minum maupun alas pemanas ke dalam kelas
- Izin untuk menggunakan toilet kapan pun diperlukan
- Izin untuk pergi ke ruang kesehatan (UKS) guna beristirahat maupun berbaring.
Demikian beberapa penyebab anak sering mengeluh sakit perut di sekolah. Selain mengkhawatirkan kesehatan Si Kecil, waspadai juga gangguan kecemasan yang mungkin dialami anak-anak.
(rap/rap)