Beauties, setiap orang mempunyai kebahagiaan masing-masing. Ada yang senang dengan menekuni hobi, ada yang senang hanya dengan melakukan kegiatan sederhana di rumah, ada yang senang dengan berolahraga, dan tetap banyak lagi.
Menariknya, sebuah penelitian turut mengungkapkan bahwa ada satu kebiasaan sederhana yang sering diabaikan, namun sebenarnya bisa membantu seseorang untuk hidup lebih bahagia, lho. Selengkapnya, simak penjelasan yang dikutip dari laman Your Tango berikut ini.
Satu Kebiasaan Menurut Penelitian yang Bikin Hidup Lebih Bahagia
Kebiasaan menurut penelitian yang bikin hidup lebih bahagia/ Foto: Freepik
Melansir dari Your Tango, sebuah studi dunia berskala besar yang dipublikasikan menemukan bahwa orang yang mudah memaafkan orang lain menjalani hidup yang lebih bahagia, Beauties.
Richard G. Cowden beserta tim penelitiannya melakukan studi dunia yang mengaitkan sikap pemaaf dengan kesejahteraan yang berjudul "Longitudinal associations of dispositional forgivingness with multidimensional well-being: a two-wave outcome-wide analysis in the Global Flourishing Study."
Temuan mereka menunjukkan bahwa mengampuni tidak berfaedah melupakan alias mempertahankan hubungan dengan orang yang telah menyakiti kamu. Sebaliknya, sikap ini membebaskan Anda dari rasa dendam yang hanya bakal memupuk emosi-emosi negatif tersebut.
Saat memaparkan temuan ini, psikolog sekaligus wartawan Eric W. Dolan mengungkapkan, "Orang yang lebih mudah mengampuni condong melaporkan tingkat optimisme yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik mengenai tujuan hidup, serta kepuasan hubungan yang lebih besar."
Sikap pemaaf memungkinkan seseorang melepaskan masa lalu, hal-hal negatif, serta hubungan-hubungan terdahulu, sekaligus mendorong mereka untuk lebih dekat dengan hubungan yang berfaedah bagi diri sendiri dan membangun hubungan masa depan yang lebih baik dengan belajar dari pengalaman sebelumnya.
| Baca Juga : 5 Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Memaafkan, Hatinya Lapang Banget! |
Memaafkan Berkaitan dengan Kesejahteraan Psikologis hingga Kesejahteraan Sosial
Memaafkan berangkaian dengan kesejahteraan psikologis hingga kesejahteraan sosial/ Foto: freepik.com/freepik
Psikoterapis Ilene S. Cohen, Ph.D., mengemukakan, "Orang yang mempunyai nilai diri rendah dan memandang diri secara negatif condong susah menerima diri sendiri serta kesalahan mereka. Akibatnya, ruang bagi mereka untuk mengampuni orang lain pun menjadi terbatas. Keengganan untuk berempati terhadap kesalahan diri sendiri dapat memperparah indikasi depresi dan meningkatkan emosi negatif."
Richard G. Cowden juga menjelaskan, "Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengampuni bisa menjadi salah satu unsur yang mendukung kesejahteraan, namun kesejahteraan juga dipengaruhi oleh beragam aspek lain. Jika kita meninjau temuan ini berbarengan dengan studi intervensi yang menunjukkan bahwa keahlian mengampuni dapat dipupuk, maka upaya memperkuat kapabilitas seseorang untuk mengampuni secara lebih konsisten (pada situasi yang kondusif dan tepat) dapat berakibat positif bagi kesejahteraan."
Beauties, sudahkah Anda mengampuni orang lain hari ini?
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
| Pilihan Redaksi
|