10 Cara Menanam Cabe Rawit Agar Berbuah Lebat Dan Tahan Lama

Jun 27, 2026 07:30 AM - 2 jam yang lalu 87

Bunda berencana menanam cabe sendiri di rumah? Yuk simak langkah menanam cabe rawit di rumah agar berbuah lebat dan tahan lama.

Menanam cabe rawit di pekarangan rumah menjadi salah satu kegiatan yang semakin diminati banyak orang. Selain bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, tanaman ini juga mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi lantaran permintaan pasar yang condong stabil sepanjang tahun.

Kabar baiknya, cabe rawit dapat dibudidayakan dengan mudah meski hanya mempunyai lahan terbatas. Tak perlu mempunyai kebun luas untuk menanam cabe rawit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dengan memanfaatkan pot, polibag, alias wadah sederhana lainnya, tanaman ini tetap dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan bibit, media tanam yang tepat, serta perawatan yang konsisten sejak masa persemaian hingga panen.

Cara menanam cabe rawit agar berbuah lebat dan tahan lama

Mengutip The Spruce dan laman resmi Cybex Kementan RI, berikut langkah menanam cabe rawit sendiri di rumah.

1. Pilih letak yang tepat

Cabe rawit bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian hingga sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, subur, kaya bahan organik, dan mempunyai tingkat keasaman (pH) antara 6 hingga 7.

Selain itu, pastikan letak penanaman mendapatkan sinar mentari langsung minimal delapan jam setiap hari. Paparan sinar mentari yang cukup bakal membantu proses fotosintesis sehingga tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif.

2. Gunakan bibit berkualitas

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah langsung menanam buah cabe ke dalam tanah. Cara yang lebih efektif adalah menggunakan bibit alias bibit unggul yang sehat dan mempunyai daya tumbuh tinggi.

Sebelum disemai, bibit dapat direndam dalam air hangat selama sekitar satu jam untuk membantu mempercepat proses perkecambahan. Bibit yang baik umumnya siap dipindahkan ke media tanam setelah berumur 3 sampai 4 minggu, mempunyai 4 hingga 6 helai daun, dan tinggi sekitar 5 sampai 10 cm.

3. Lakukan penyemaian dengan benar

Penyemaian dapat dilakukan menggunakan tray semai, pot kecil, alias polibag. Media semai yang ideal adalah campuran tanah dan pupuk kandang alias kompos dengan komparasi 1:1.

Benih disebar merata lampau ditutup tipis menggunakan tanah halus. Selama masa penyemaian, lakukan penyiraman secukupnya dan lindungi bibit dari serangan (benih)penyakit maupun penyakit. Dalam kondisi optimal, bibit biasanya mulai berkecambah dalam waktu 16 hingga 20 hari.

4. Siapkan wadah dan media tanam yang tepat

Untuk pekarangan rumah, penggunaan polibag alias pot berukuran sekitar 30 x 30 cm hingga 40 x 40 cm sangat dianjurkan. Pastikan bagian bawah wadah mempunyai beberapa lubang drainase agar air tidak menggenang.

Media tanam dapat dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang alias kompos dengan komparasi 1:1 hingga 1:3, tergantung tingkat kesuburan tanah. Masukkan media ke dalam wadah hingga menyisakan jarak sekitar 2 sampai 3 cm dari bibir pot.

5. Perhatikan jarak tanaman

Jarak tanaman menjadi aspek krusial yang sering diabaikan. Jika ditanam terlalu rapat, tanaman bakal bersaing mendapatkan nutrisi, air, dan sinar mentari sehingga pertumbuhannya kurang maksimal.

Untuk penanaman di lahan terbuka, berikan jarak sekitar 60 cm antar tanaman. Sementara itu, jika menggunakan pot alias polibag, cukup tanam satu bibit pada setiap wadah agar pertumbuhan akar dan tajuk tanaman lebih optimal.

6. Rutin disiram

Cabe rawit memerlukan kondisi tanah yang lembap, tapi tidak tergenang air. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk dan daun menguning.

Sebaiknya lakukan penyiraman setiap beberapa hari sekali sesuai kondisi cuaca. Fokuskan penyiraman pada bagian pangkal tanaman agar kelembapan tanah tetap terjaga tanpa membikin daun terlalu basah.

7. Berikan pupuk secara berkala

Pemupukan menjadi salah satu kunci agar tanaman cabe rawit berbuah lebat. Tanaman memerlukan unsur hara yang cukup selama masa pertumbuhan hingga pembentukan buah.

Pupuk kandang alias kompos dapat digunakan sebagai pupuk dasar. Setelah tanaman berumur sekitar satu bulan, pemupukan lanjutan dapat dilakukan menggunakan pupuk yang mengandung fosfor, kalium, dan nitrogen dalam dosis seimbang.

Hindari penggunaan nitrogen berlebihan lantaran dapat membikin tanaman lebih banyak menghasilkan daun dibanding buah.

8. Pasang penyangga

Saat tanaman mulai tumbuh besar dan memasuki fase berbuah, pasang ajir alias penyangga dari bambu maupun kayu agar batang tidak roboh akibat beban buah yang banyak. Selain itu, lakukan perempelan alias pemangkasan tunas samping yang tumbuh di bawah bagian utama. Langkah ini membantu tanaman memusatkan daya untuk pertumbuhan batang, bunga, dan buah sehingga hasil panen lebih maksimal.

9. Kendalikan (benih)penyakit sejak dini

Pemeriksaan rutin perlu dilakukan untuk memastikan tanaman tetap sehat. Jika ditemukan daun alias batang yang terserang penyakit, segera buang bagian yang terinfeksi agar tidak menyebar ke tanaman lain.

Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis maupun menggunakan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan. Tindakan sigap bakal membantu menjaga produktivitas tanaman hingga masa panen.

10. Panen pada waktu yang tepat

Cabe rawit umumnya mulai dapat dipanen pada usia 70 sampai 100 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi perawatan. Buah yang siap dipanen biasanya berwarna merah cerah, kulitnya mengilap, dan terasa padat saat disentuh.

Untuk menjaga tanaman tetap produktif, sebaiknya panen dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting, bukan menariknya langsung. Dengan langkah ini, tanaman dapat terus menghasilkan buah dan dipanen acapkali selama beberapa bulan berikutnya.

Jadi, menanam cabe rawit di pekarangan rumah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dapur, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya