Jakarta -
Kebahagiaan adalah perihal yang dicari oleh setiap manusia dalam hidup. Namun, tidak semua orang hidupnya bahagia, Bunda.
Banyak orang menjalani hari demi hari hanya lantaran kewajiban, bukan lantaran menikmati hidup yang mereka jalani. Orang yang hidupnya tidak senang bisanya kehilangan makna dalam hidup. Dampaknya apalagi bisa memengaruhi orang di sekitar.
Studi dari Stanford menemukan bahwa berada di sekitar orang-orang yang tidak senang dikaitkan dengan kesehatan yang lebih jelek dan umur yang lebih pendek. Studi ini meneliti subjek yang kehidupannya diobservasi selama delapan dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat orang merasa hidupnya tidak bahagia, dia bakal menunjukkan kepribadian yang khas. Kebiasaan ini dapat diamati saat menjalin relasi dengan orang lain, Bunda.
Simak kebiasaan orang yang hidupnya tidak senang berikut ini!
10 kebiasaan orang yang tidak bahagia
Melansir dari laman Forbes, berikut 10 kebiasaan orang yang hidupnya tidak bahagia:
Orang yang hidupnya tidak senang suka menunggu tentang apa yang bakal terjadi di masa depan. Mereka suka mengatakan pada diri sendiri, "Aku bakal senang ketika..."
Kebiasaan mengatakan perihal tersebut bukan hanya jelek tapi juga dapat menyebabkan rasa tidak senang dalam hidup. Perkataan itu terlalu menekankan pada keadaan, dan keadaan yang membaik tidak selalu membawa kebahagiaan.
2. Terlalu banyak menghabiskan waktu dan tenaga untuk perihal tak penting
Orang yang tidak senang condong menghabiskan waktu dan tenaga untuk perihal tak penting. Misalnya, mereka mempunyai kekayaan, tapi menghambur-hamburkannya untuk membeli peralatan yang tidak penting.
Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa barang-barang materi tidak lantas bisa membikin seseorang bahagia. Ketika membiasakan diri mengejar barang-barang, kita condong menjadi tidak senang lantaran tanpa disadari kita mungkin mengorbankan hal-hal lain yang lebih krusial untuk mendapatkannya, seperti teman, keluarga, dan hobi.
3. Suka berada di rumah alias menghindari berjumpa orang lain
Ketika merasa tidak bahagia, kira condong menghindari orang lain. Ini adalah kesalahan besar lantaran bersosialisasi sangat baik untuk meningkatkan suasana hati.
Kita semua pernah mengalami hari-hari susah hingga memutuskan untuk berdiam diri di rumah. Tapi, ketahuilah bahwa begitu perihal ini menjadi kebiasaan, itu bakal merusak suasana hati.
4. Memandang diri sendiri sebagai korban
Orang yang tidak senang condong memandang dirinya sebagai korban saat sesuatu terjadi di luar kendali. Mereka suka mengatakan, "Hidup sedang berupaya menjatuhkan saya, dan tidak ada yang bisa saya lakukan".
Meskipun setiap orang berkuasa merasa sedih sesekali, krusial untuk menyadari kapan perihal itu dapat memengaruhi pandangan kita terhadap kehidupan. Ingat ya, kita bukan satu-satunya orang yang mengalami hal-hal jelek dalam hidup.
5. Pesimisme
Tidak ada yang lebih memicu rasa tidak senang selain pesimisme. Sikap pesimis tak hanya berakibat jelek pada suasana hati, tapi juga bisa memenuhi diri sendiri dengan pikiran negatif.
Pikiran pesimis susah dihilangkan sampai kita menyadari sungguh tidak logisnya pikiran tersebut. Cara untuk menghilangkan kebiasaan ini adalah dengan memaksa diri memandang kebenaran dan mengetahui bahwa keadaan tidak seburuk yang terlihat.
6. Suka mengeluh
Kebiasaan suka mengeluh bisa menandakan hidup Bunda tidak bahagia. Mengeluh bisa jadi merupakan perilaku yang yang muncul sebagai sistem pertahanan diri untuk meredakan stres.
Kebiasaan terus mengeluh dapat menegaskan rasa pesimis alias pikiran negatif. Selain membikin Bunda tidak bahagia, kebiasaan suka mengeluh juga dapat menjauhkan orang lain.
7. Suka membesar-besarkan masalah
Orang yang tidak senang condong suka membesar-besarkan masalah. Mereka memandang setiap perihal negatif yang datang sebagai bukti bahwa hidup tengah berupaya melawannya.
Orang yang senang merasa jengkel jika mengalami kecelakaan mini dalam perjalanan ke tempat kerja, tetapi mereka tetap memandang segala sesuatunya dari perspektif yang tepat. Sebaliknya, orang yang tidak senang menggunakannya sebagai bukti bahwa hari itu menjadi hari terburuk selama hidup mereka.
8. Suka menyembunyikan kesalahan
Orang yang senang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ketika mereka melakukan kesalahan, mereka mengakuinya.
Sebaliknya, orang yang tidak senang menganggap masalah dan kesalahan sebagai ancaman, sehingga mereka mencoba menyembunyikannya. Masalah pun condong menjadi lebih besar ketika diabaikan.
9. Tidak mau mengubah diri
Orang yang tidak senang adalah pesimis dan merasa kurang mempunyai kendali atas hidup mereka. Hal tersebut membikin mereka condong duduk tak bersuara ketika sesuatu terjadi.
Alih-alih menetapkan tujuan alias belajar, orang-orang ini hanya terus menjalani hidup tanpa mau berupaya untuk mengubah dirinya. Tapi setelah itu mereka bertanya-tanya kenapa keadaan tidak pernah berubah.
10. Sering berupaya menyaingi orang lain
Orang yang tidak senang juga mempunyai sifat berprasangka dan iri hati. Mereka sering berupaya untuk menyaingi orang lain.
Kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain membikin orang yang tidak senang sering dijauhi dari pergaulan. Mereka tidak disukai lantaran dianggap bisa mengganggu hubungan dalam kelompok.
Demikian 10 kebiasaan orang yang hidupnya tidak bahagia. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·