Kisah Anak 2 Th Bantu Selamatkan Adik dI Kandungan, Berawal dari Gerakan Janin Tak Terasa

Aug 11, 2026 02:00 PM - 2 jam yang lalu 7

Jakarta -

Sebuah kisah mengharukan dialami seorang Bunda berjulukan Amanda Braverman-Brohn sekitar 18 tahun lalu. Saat putranya, Aiden, berumur dua tahun, dia sukses menyelamatkan nyawa sang adik di dalam kandungan ibundanya.

Kisah ini berasal dari perubahan perilaku Aiden yang terus-menerus memeluk dan menyentuh perut ibudanya saat mengandung anak kedua. Keluarga kemudian menyadari ada sesuatu yang salah dengan kehamilan Braverman-Brohn.

Dilansir People, Braverman-Brohn bergegas ke rumah sakit setelah menyadari bayinya tidak bergerak di dalam rahim. Perempuan asal Wisconsin, Amerika Serikat (AS) ini lampau menjalani operasi caesar darurat yang sukses menyelamatkan anak keduanya, Preston.


Kisah kakak selamatkan adik di dalam kandungan ibunya

Pada tahun 2008 lalu, Braverman-Brohn sedang mengandung anak keduanya, Preston. Saat itu, dia kudu menjalani rehat total lantaran akibat alami persalinan prematur, yang menurutnya adalah perihal 'normal'.

Namun kemudian, ketika usia kehamilannya memasuki 37 minggu, dia merasakan ada yang berbeda dari janin di dalam kandungannya. Kekhawatirannya semakin meningkat ketika Aiden yang berumur dua tahun bermain dokter-dokteran dengan mendengarkan bunyi di dalam perutnya.

Biasanya, Aiden bakal meletakkan stetoskop mainannya di perut sang Bunda. Ia dengan bangga melaporkan bahwa bayi di dalam perut ibundanya baik-baik saja dan sehat.

Namun, pada hari itu Aiden mengatakan bahwa dia tidak mendengar aktivitas adik laki-lakinya. "Dia melakukan pemeriksaan rutin seperti biasa, dan dia berkata, 'Bayi itu tidak baik-baik saja," ungkap Braverman-Brohn.

Braverman-Brohn begitu takut. Ia pun bergegas ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya dan langsung menjalani operasi caesar darurat.

Menurut hasil pemeriksaan, Preston mengalami stroke, Bunda. Beruntung setelah dia lahir, master bisa menyelamatkan dengan melakukan resusitasi di ruang operasi.

Pengalaman tersebut mengubah hidup Braverman-Brohn

Pengalaman tersebut sukses mengubah jalan hidup Braverman-Brohn, Bunda. Setelah melahirkan anak keduanya, Braverman-Brohn memilih untuk menjadi advokat pencegahan kematian bayi di dalam kandungan. Ia mau meningkatkan kesadaran para Bunda tentang kasus bayi lahir meninggal alias stillbirth.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kematian janin dalam kandungan memengaruhi sekitar 1 dari 175 kelahiran. Setidaknya, setiap tahun sekitar 21.000 bayi lahir meninggal di Amerika Serikat.

Meskipun kematian janin dalam kandungan berakibat pada family dari semua latar belakang, wanita kulit hitam non-Hispanik berisiko dua kali lebih lebih tinggi mengalami stillbirth dibandingkan golongan lain.

Untuk membantu mengurangi nomor kematian bayi, Braverman-Brohn telah berupaya menyebarkan kesadaran di seluruh negara bagiannya. Ia apalagi telah berbincang dengan seorang senator tentang pentingnya pendidikan kesehatan ibu, yang mencakup aktivitas janin.

"Mengajari calon orang tua langkah melacak aktivitas janin dan kenapa itu krusial bukanlah perihal yang invasif," katanya.

"Mereka bisa melakukannya di rumah. Mereka bisa memihak diri sendiri. Mereka mendapatkan pengetahuan yang memberdayakan mereka untuk menggunakan bunyi dan berbicara."

Hampir dua dasawarsa setelah hari yang mengerikan itu, Preston sekarang sudah berumur 18 tahun dan baru saja lulus SMA. Hari kelulusan Preston menjadi momen titik kembali kehidupan Braverman-Brohn, Bunda.

"Kelulusannya mengingatkan saya bahwa saya mulai menganggap remeh momen-momen biasa. Hidup itu rentan dan hidup itu istimewa," ungkapnya.

"Aiden bakal menceritakan sungguh beruntungnya dia lantaran sahabatnya tetap hidup sampai sekarang," lanjutnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya