Setop Bilang Enggak Ada Uang ke Anak! Ini Kalimat yang Lebih Baik Menurut Pakar

Aug 11, 2026 01:35 PM - 1 jam yang lalu 2

Selama masa tumbuh kembang, Si Kecil tentu mempunyai banyak keinginan, mulai dari dibelikan mainan hingga diajak berpiknik ke tempat wisata. Bunda dan Ayah tentu boleh menolak permintaan tersebut. Namun, sebaiknya hindari mengatakan, "Bunda dan Ayah tidak punya uang," saat menjelaskan argumen penolakan kepada anak.

Jika perihal tersebut terus berulang, sigap alias lambat Si Kecil bakal meminta sesuatu yang nilainya melampaui anggaran keluarga. Dalam situasi seperti ini, langkah orang tua menyampaikan penolakan menjadi perihal yang krusial untuk diperhatikan, Bunda.

Menurut Go Banking Rates, terlalu sering menggunakan kalimat tersebut saat menolak permintaan anak berisiko membentuk pola pikir alias mentalitas finansial yang kurang sehat. Alih-alih memahami bahwa orang tua sedang membikin keputusan finansial, anak justru dapat menangkap pesan bahwa kondisi finansial family selalu bermasalah.


Seiring berjalannya waktu, persepsi tersebut dapat mempengaruhi langkah mereka memandang uang, misalnya menjadi resah saat membahas finansial alias menganggap duit selalu susah didapat. Kebiasaan menggunakan argumen mengenai duit saat berbincang dengan anak juga bukan perihal yang jarang terjadi.

Berdasarkan survei T. Rowe Price 2014 Annual Parents, Kids and Money, banyak orang tua memilih menghindari pembicaraan mengenai kondisi finansial dengan anak. Survei tersebut juga menemukan bahwa 28 persen responden mengaku pernah mendusta kepada anak mengenai masalah uang.

Padahal, mendusta mengenai kondisi finansial bukanlah langkah yang disarankan. Dikutip dari Forbes, kebiasaan tersebut dapat memberikan pemahaman yang keliru kepada Si Kecil, sehingga dia menganggap bahwa mendusta merupakan langkah yang wajar untuk menyembunyikan persoalan finansial.

Sebaliknya, dengan penyampaian yang sederhana dan sesuai usia anak, orang tua dapat membantu Si Kecil memahami bahwa tidak semua kemauan kudu dipenuhi saat itu juga. Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep skala prioritas dan pengelolaan finansial sejak dini. Lalu, apa yang sebaiknya Bunda dan Ayah katakan saat menolak permintaan Si Kecil?

Dampak kalimat "Enggak Ada Uang" pada anak

Bunda dan Ayah boleh saja menolak permintaan Si Kecil. Namun, sebaiknya hindari menggunakan kalimat, "Bunda dan Ayah tidak punya uang," sebagai argumen penolakan. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan akibat berikut ini. Simak selengkapnya.

1. Tingkat kepercayaan anak mulai berkurang

Jika Bunda terus mengatakan, "Bunda dan Ayah tidak punya uang," saat menolak permintaan Si Kecil, anak belum tentu memaknainya seperti orang dewasa. Pada anak yang lebih kecil, kalimat tersebut bisa memunculkan kekhawatiran bahwa kondisi finansial family sedang betul-betul bermasalah. Mereka mungkin mulai bertanya-tanya, "Apakah family kita baik-baik saja?", "Apakah kita tetap bisa membeli makanan?", alias "Apakah biaya sekolahku tetap bisa dibayar?"

Padahal, tujuan orang tua mengucapkan kalimat tersebut adalah untuk melindungi anak alias mengakhiri permintaannya. Namun, kebiasaan ini justru dapat menanamkan kekhawatiran terhadap masalah finansial sejak dini.

Sementara itu, anak yang lebih besar umumnya mulai memahami bahwa orang tua sebenarnya sedang memilih untuk tidak membeli sesuatu, bukan betul-betul tidak mempunyai uang. Ketika mereka menyadari argumen yang disampaikan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan, kepercayaan anak kepada orang tua sedikit demi sedikit dapat berkurang, dikutip dari Times Entertainment.

2. Menciptakan pedoman skrip duit berbasis kelangkaan

Bayangkan jika seorang anak tidak pernah diizinkan makan permen sama sekali. Ketika akhirnya mempunyai kebebasan untuk memilih, misalnya saat sudah beranjak dewasa, bukan tidak mungkin dia justru mengonsumsinya secara berlebihan. Ilustrasi yang sama dapat terjadi pada langkah anak memandang uang.

Jika sejak mini Si Kecil terus mendengar kalimat, "Bunda dan Ayah tidak punya uang," dia dapat tumbuh dengan pola pikir bahwa duit selalu susah didapat alias selalu kurang. Pola pikir kekurangan alias scarcity mindset bakal berisiko mempengaruhi kebiasaan finansial anak saat dewasa, dikutip dari CNBC Make It.

Akibatnya, ketika mereka mulai mempunyai akses terhadap kartu kredit, pinjaman, alias beragam akomodasi pembiayaan, sebagian orang bisa terdorong untuk memenuhi kemauan yang selama ini terasa tidak terjangkau. Mereka bakal berpikir, "Sekarang saya akhirnya bisa mempunyai apa yang dulu tidak bisa saya dapatkan." Jika tidak diimbangi dengan keahlian mengelola keuangan, pola pikir tersebut dapat meningkatkan akibat pengeluaran berlebihan, penggunaan angsuran yang tidak bijak, hingga memicu masalah finansial di kemudian hari.

3. Kehilangan kesempatan mengajar yang sangat berharga

Ketika Si Kecil menginginkan peralatan yang harganya cukup mahal, Bunda dapat memanfaatkan momen tersebut sebagai kesempatan untuk mengenalkan konsep pengelolaan keuangan. Misalnya, jelaskan kenapa pembelian tersebut belum menjadi prioritas dalam anggaran keluarga, tujuan finansial yang sedang Bunda dan Ayah tabung, serta argumen pentingnya mendahulukan kebutuhan dan tujuan jangka panjang dibandingkan kemauan sesaat.

Selain itu, Bunda juga dapat memberikan pemahaman bahwa kebiasaan mengeluarkan duit secara berlebihan untuk beragam kebutuhan alias style hidup dapat membikin seseorang mengalami kesulitan keuangan. Di saat yang sama, ajarkan pula pentingnya menunda kepuasan alias delayed gratification, ialah keahlian menunggu agar dapat mencapai tujuan yang lebih besar di masa depan.

Apabila Si Kecil meminta sesuatu yang tampak susah diwujudkan, misalnya mau mempunyai sebuah pulau pribadi, sebaiknya Bunda jangan langsung menolak alias menganggapnya mustahil. Sebaliknya, manfaatkan kemauan tersebut untuk memotivasinya bermimpi besar.

Bunda dapat menceritakan bahwa ada orang-orang yang sukses membangun kekayaan melalui kerja keras, bisnis, alias investasi hingga bisa mewujudkan angan mereka. Dengan begitu, Si Kecil bakal belajar bahwa cita-cita besar dapat diraih melalui usaha, perencanaan, dan pengelolaan finansial yang baik.

Saat menolak permintaan Si Kecil, sebaiknya Bunda tidak mengatakan, "Kita tidak bisa membelinya." Sebagai gantinya, gunakan kalimat yang menekankan bahwa Bunda dan Ayah sedang memilih alias memutuskan langkah menggunakan duit dengan bijak.

Pendekatan ini juga direkomendasikan oleh American Psychological Association (APA) lantaran membantu anak memahami bahwa keputusan finansial didasarkan pada prioritas, bukan semata-mata lantaran tidak mempunyai uang. Selain itu, Bunda dan Ayah juga dapat menggunakan beberapa kalimat berikut yang dikutip dari Times Entertainment. Simak selengkapnya.

1. "Bukan seperti itu langkah kita menghabiskan duit kita saat ini"

Kalimat ini membantu Si Kecil memahami bahwa keputusan finansial didasarkan pada skala prioritas dan nilai yang dianut keluarga, bukan semata-mata pada jumlah duit yang dimiliki. Dengan begitu, anak belajar bahwa setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan dengan bijak.

2. "Kita belum bisa membelinya sekarang, tetapi mari kita bicarakan gimana Anda bisa menabung untuk mendapatkannya"

Melalui kalimat ini, Bunda mengajarkan Si Kecil untuk bersabar sekaligus memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Cara ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan konsep delayed gratification alias penundaan kepuasan, ialah keahlian menunda kesenangan demi mencapai tujuan yang lebih besar di masa depan. Keterampilan ini krusial untuk membangun kebiasaan mengelola finansial sejak dini.

3. "Kamu bisa memasukkannya ke dalam daftar kemauan untuk ulang tahunmu"

Ucapan ini menunjukkan bahwa Bunda menghargai kemauan Si Kecil tanpa kudu langsung memenuhinya. Di saat yang sama, anak belajar bahwa tidak semua kemauan kudu diwujudkan saat itu juga. Pendekatan ini dapat membantu Si Kecil memahami pentingnya menunggu, merencanakan, dan menentukan prioritas.

Demikian kata pengganti "Bunda dan Ayah tidak punya uang" ke anak menurut pakar. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya