Jakarta -
Saat menghadapi perlakuan yang membikin jengkel alias merasa dipermalukan, seseorang mungkin mudah terbawa emosi dan memberikan respons secara spontan.
Namun, orang dengan emotional quotient (EQ) tinggi condong bisa mengendalikan reaksinya dengan lebih baik.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2024 dalam The Canadian Veterinary Journal menemukan bahwa kepintaran emosional yang lebih tinggi berangkaian dengan tingkat stres yang lebih rendah, emosi positif seperti rasa senang yang lebih tinggi, serta keahlian menghadapi masalah yang lebih sehat.
Oleh lantaran itu, orang dengan EQ tinggi biasanya tidak langsung bereaksi ketika berada dalam situasi penuh tekanan alias konflik. Mereka condong mengambil waktu untuk memahami keadaan, mengendalikan emosi, lampau merespons dengan tenang, jelas, dan penuh empati.
5 Ciri orang EQ tinggi saat menghadapi orang yang tidak sopan
Dilansir Parade, berikut beberapa langkah yang sering dilakukan orang dengan EQ tinggi saat menghadapi orang yang tidak sopan:
1. Tidak mengambil semua yang disampaikan
Orang dengan EQ tinggi menyadari bahwa orang lain mengatakan hal-hal yang tidak mereka maksudkan alias yang muncul dari situasi lain.
Mereka juga memahami bahwa perilaku tidak sopan lebih banyak mengungkap tentang orang lain, sehingga mereka tidak memendam perihal negatif tersebut, Bunda.
Psikolog dan penulis kitab Be The Sun, Not the Salt, Dr. Harry Cohen, PhD, mengatakan jika seorang kolega membentak mereka dalam rapat, mereka mungkin berpikir, ‘Ini bukan tentang saya, ini mungkin tentang stres mereka’, yang membantu mereka tetap tenang.
2. Menetapkan batas yang jelas
Menurut Cohen, daripada membalas orang-orang tidak sopan tersebut dengan kata-kata yang kasar, orang yang pandai secara emosional bakal menegaskan kebutuhannya dengan jelas dan penuh hormat.
Tak hanya itu, mereka juga bakal mengajarkan orang lain untuk memperlakukannya dengan komunikasi yang tenang.
“(Mereka mungkin mengatakan) ‘Saya senang membahas ini, tetapi saya mau tetap bersikap hormat’, menetapkan nada tanpa meningkatkan ketegangan,” tuturnya.
3. Berpikir sejenak sebelum bereaksi
Alih-alih langsung bereaksi secara impulsif, mereka meluangkan waktu sejenak untuk bernapas, menenangkan diri, dan memproses situasi tersebut. Ketika mereka angkat bicara, mereka mungkin bakal mengusulkan pertanyaan seperti “Bisakah Bunda menjelaskan apa yang dimaksud?”.
Menurutnya, respons seperti ini memungkinkan orang lain untuk merenungkan kata-kata mereka, menjaga nilai diri, dan meminta maaf alias menyatakan kembali dengan lebih hormat, Bunda.
“Jika orang tersebut mengulangi kalimat yang merendahkan itu, dengan tenang pergilah dan jangan berbicara apa-apa,” tutur Cohen.
4. Melepaskan sesuatu ketika sudah tidak lagi berharga
Cohen mengatakan tidak setiap penghinaan layak mendapatkan reaksi. Orang dengan EQ yang tinggi selalu mengingat perihal ini.
Mereka mungkin mempertimbangkan apakah berbincang bakal memberikan faedah yang lebih besar alias hanya bakal menguras energi. Sebagai contoh, mereka mungkin memilih menjauh dari komentar kasar orang asing untuk menjaga kedamaiannya.
5. Mengatasi masalah pada waktu yang tepat
Orang yang pandai bakal berpikir sejenak saat dihadapkan oleh masalah. Mereka tahu kapan waktu terbaik untuk menyampaikan kekhawatiran agar situasi tetap terkendali.
“Alih-alih menghadapi mereka saat emosi sedang memuncak, alias mengabaikannya sama sekali, mereka memilih momen ketika kedua belah pihak tenang,” ungkap Cohen.
Pada titik itu, mereka mungkin bakal mengatakan sesuatu seperti, “Tadi saya merasa diabaikan ketika buahpikiran saya ditolak mentah-mentah. Bisakah kita membicarakan perihal itu?”.
Nah, itulah beberapa langkah orang dengan EQ tinggi menghadapi orang yang tidak sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·