Kenali Tanda-tanda Stres Berlebihan Yang Terlihat Dari Wajah, Jarang Diperhatikan

Jul 11, 2026 10:00 PM - 3 jam yang lalu 119

Jakarta -

Stres berlebihan tidak hanya memengaruhi kondisi mental, tetapi juga bisa berakibat serius pada kesehatan. Stres juga bisa meninggalkan jejak pada wajah lho, Bunda.

Saat tingkat stres meningkat dan berjalan dalam waktu lama, tubuh bakal memberikan beragam sinyal. Salah satunya melalui perubahan pada wajah.

"Stres kronis dapat terlihat di wajah dalam dua cara. Pertama, hormon yang dilepaskan tubuh saat kita merasa stres dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang berakibat negatif pada kulit," kata pendidik perawat, Debra Sullivan, Ph.D., MSN, RN, CNE, COI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Kedua, emosi stres juga dapat menyebabkan kebiasaan jelek seperti mengertakkan gigi alias menggigit bibir," sambungnya, dilansir Healthline.

Berbagai perubahan di wajah akibat stres sering kali luput dari perhatian lantaran dianggap tidak berangkaian dengan kondisi psikologis. Padahal, kita dapat mengenali tanda-tanda ini untuk memahami penyebab stres.

Tanda-tanda stres berlebihan yang terlihat dari wajah

Simak yuk tanda-tanda stres berlebihan yang biasanya bisa terlihat dari wajah berikut ini, Bunda!

1. Jerawat

Ketika kita merasa stres, tubuh bakal memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Hormon ini menyebabkan bagian otak yang dikenal sebagai hipotalamus, memproduksi corticotrophin-releasing hormone (CRH).

CRH diperkirakan dapat merangsang pelepasan minyak dari kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Produksi minyak berlebih oleh kelenjar juga dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan jerawat.

Sebuah studi tahun 2017 di jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology pernah meneliti pengaruh stres pada jerawat pada mahasiswi kedokteran berumur 22 hingga 24 tahun. Para peneliti menemukan bahwa tingkat stres yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan tingkat keparahan jerawat.

2. Kantung di bawah mata

Kantung di bawah mata ditandai dengan pembengkakan di bawah kelopak mata. Kondisi ini menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia lantaran otot-otot pendukung di sekitar mata melemah. Kulit yang kendur akibat hilangnya elastisitas juga dapat menimbulkan kantung mata, Bunda.

Namun, penelitian belakangan membuktikan bahwa munculnya kantung mata secara tak langsung dapat disebabkan oleh stres. Studi yang diterbitkan di Inflammation & Allergy-Drug Targets tahun 2014 menemukan bahwa stres akibat kurang tidur dapat meningkatkan tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, berkurangnya elastisitas, dan pigmentasi yang tidak merata. Hilangnya elastisitas kulit juga bisa menyebabkan terbentuknya kantung di bawah mata.

3. Ruam kulit

Stres berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan kuman di usus dan kulit alias dikenal sebagai disbiosis. Ketika ketidakseimbangan ini terjadi, kulit dapat menjadi kemerahan alias ruam.

"Stres juga diketahui memicu alias memperburuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ruam alias peradangan kulit, seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis kontak," ungkap Sullivan.

4. Kerutan

Stres juga bisa menyebabkan perubahan pada protein di kulit dan mengurangi elastisitasnya. Hilangnya elastisitas tersebut dapat menyebabkan pembentukan kerutan, Bunda.

Kerutan bisa muncul di dahi sebagai respons kita dalam menanggapi stres, seperti saat merasa resah alias kesal. Kerutan di dahi yang terjadi berulang dapat berubah menjadi pembentukan kerutan berbentuk keriput.

5. Kulit kering

Stres bisa membikin kulit wajah menjadi mudah kering. Prosesnya terjadi cukup cepat, Bunda.

Lapisan stratum korneum adalah lapisan terluar kulit, yang mengandung protein dan lipid. Lapisan ini berkedudukan krusial dalam menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi dan bertindak sebagai penghalang yang melindungi kulit di bawahnya. Ketika stratum korneum tidak berfaedah dengan baik lantaran stres, kulit bisa menjadi kering dan gatal.

6. Wajah memerah dan kurang elastis

Stres dapat menyebabkan seseorang mengubah kebiasaan bernapasnya. Kebiasaan ini dapat menyebabkan wajah memerah untuk sementara waktu.

Tak hanya itu, stres juga dapat membikin kulit menjadi kurang elastis, Bunda. Pada tingkat stres yang berlebihan, masalah yang terjadi pada kulit susah pulih dengan cepat.

"Kulit tidak pulih seefisien biasanya saat stres. Kulit menjadi kurang elastis, kilau memudar lebih cepat, menjadi lebih kasar, peradangan berjalan lebih lama, dan kulit tidak bisa pulih seperti saat seseorang cukup rehat alias mendapat support di sistem sarafnya," ungkap mahir kecantikan selebriti Elizabeth Grace Hand, dikutip dari Bazaar.

Demikian 6 tanda-tanda stres pada wajah yang jarang disadari. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya