Punya tanaman hias dalam rumah? Coba tambahkan tanaman penyerap polusi yang bantu bersihkan udara dalam rumah Bunda.
Udara di dalam rumah belum tentu bebas dari polusi. Berbagai unsur kimia seperti formaldehida, benzena, xilena, hingga karbon monoksida dapat berasal dari perabot, cat, produk pembersih, maupun asap yang masuk dari luar rumah.
Jika kualitas udara kurang baik, kenyamanan penunggu rumah pun bisa ikut terganggu. Ada langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga udara tetap segar dengan menghadirkan tanaman penyerap polusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mempercantik interior, beberapa tanaman hias diketahui bisa membantu menyaring senyawa tertentu di udara. Menariknya lagi, sebagian besar tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang rumit sehingga cocok dipelihara oleh pemula.
Tanaman penyerap polusi dalam rumah
Dilansir dari Better Homes and Gardens dan Times of India, berikut deretan tanaman penyerap polusi yang bisa menjadi pilihan Bunda untuk mempercantik sekaligus membantu membersihkan udara di dalam rumah.
1. Peace lily
Peace lily menjadi salah satu tanaman hias favorit untuk diletakkan di dalam ruangan. Selain mempunyai kembang putih yang elegan, tanaman ini dikenal bisa membantu mengurangi kandungan benzena dan formaldehida yang terdapat di udara.
Untuk tumbuh subur, peace lily memerlukan sinar terang tidak langsung dan kelembapan yang cukup. Semprotkan air hangat pada daunnya sesekali untuk membantu menjaga kesegarannya.
2. Spider plant
Spider plant alias tanaman lelaba termasuk tanaman indoor yang terkenal mudah dirawat. Bentuk daunnya yang menjuntai membikin tanaman ini cocok dijadikan penghias rak maupun digantung di perspektif ruangan.
Tanaman ini dapat membantu menyerap formaldehida yang berasal dari asap kendaraan dan asap rokok. Selain itu, spider plant juga diketahui membantu mengurangi karbon monoksida serta benzena yang dapat berasal dari cat, detergen, hingga pelapis furnitur.
3. Lady palm
Lady palm alias palem waregu mempunyai tampilan rimbun yang bisa memberikan nuansa hijau dan sejuk di dalam rumah. Tanaman ini juga termasuk salah satu jenis yang dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas udara.
Salah satu manfaatnya membantu mengurangi kadar amonia di udara. Lady palm dapat ditanam sejak tetap berupa bibit dan bakal tumbuh menjadi tanaman hias yang berbobot tinggi jika dirawat dengan baik.
4. Lidah buaya
Tak hanya terkenal untuk perawatan kulit dan rambut, lidah buaya juga mempunyai faedah sebagai tanaman penyerap polusi. Tanaman sukulen ini diketahui dapat membantu mengurangi formaldehida dan benzena di dalam ruangan.
Lidah buaya menyukai tempat yang mendapat sinar mentari cukup. Penyiramannya pun tidak perlu terlalu sering sehingga cocok bagi Bunda yang menginginkan tanaman dengan perawatan praktis.
5. Rubber plant
Rubber plant (Ficus elastica) mempunyai daun lebar mengilap yang membikin ruangan tampak lebih elegan. Tanaman ini tumbuh optimal di tempat yang terang dengan media tanam yang tetap lembap, tapi tidak becek.
Selain mempercantik rumah, rubber plant diketahui dapat membantu menyaring karbon monoksida, formaldehida, dan trikloroetilena. Bersihkan daunnya secara berkala agar tetap sehat dan tampil mengilap.
6. Sirih gading
Sirih gading alias pothos merupakan tanaman gantung yang sangat mudah dipelihara. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di tempat terang maupun teduh apalagi bisa hidup menggunakan media air.
Sirih gading dikenal bisa membantu menyerap xilena, benzena, formaldehida, dan trikloroetilena. Cukup siram saat media tanam mulai mengering agar pertumbuhannya tetap optimal.
7. Tanaman pakis
Pakis menjadi salah satu tanaman yang cukup efektif membantu memperbaiki kualitas udara di dalam rumah. Selain tampil elok dengan daun yang rimbun, tanaman ini juga dapat membantu menyerap formaldehida dan xilena.
Pakis menyukai lingkungan yang lembap dengan pencahayaan tidak langsung. Tak heran jika tanaman ini sering dijadikan penghias teras maupun perspektif rumah yang teduh.
8. Pohon bambu
Bambu hias dapat menjadi pilihan menarik bagi Bunda yang mau menghadirkan nuansa alami di dalam rumah. Selain tampil cantik, tanaman ini juga dikenal bisa membantu menyaring benzena, formaldehida, toluena, xilena, dan trikloroetilena.
Perawatannya pun cukup mudah lantaran tidak memerlukan penyiraman terlalu sering. Beberapa jenis bambu hias apalagi dapat tumbuh dengan baik menggunakan media air.
9. Lidah mertua
Lidah mertua (Sansevieria) menjadi salah satu tanaman penyerap polusi yang paling populer. Daunnya yang tebal dengan corak hijau kekuningan membikin tanaman ini cocok ditempatkan di ruang tamu, bilik tidur, maupun area kerja.
Keunggulan lainnya, lidah mertua melepaskan oksigen pada malam hari sehingga sering dipilih sebagai tanaman kamar. Tanaman ini juga membantu menyaring formaldehida, benzena, xilena, toluena, dan trikloroetilena. Agar akarnya tidak mudah membusuk, hindari menyiramnya secara berlebihan.
Mana dari tanaman penyerap polusi di atas yang sudah ada dalam rumah Bunda?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·