10 Pelajaran Relationship & Karier dari The Early Spring, Dracin Jing Boran yang Bikin Baper

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 8 menit 501x dilihat
10 Pelajaran Relationship & Karier dari The Early Spring, Dracin Jing Boran yang Bikin Baper

Bagikan Postingan

Bukan hanya bikin baper lihat Jing Boran, dracin The Early Spring juga kasih banyak pelajaran soal hubungan dan perjalanan karier.

Mommies yang lagi keranjingan The Early Spring pasti tahu, dracin yang satu ini memang punya banyak perihal untuk dibicarakan. Bukan hanya soal chemistry antara Luan Nian yang diperankan Jing Boran dan Shang Zhitao yang diperankan Sun Qian, tetapi juga tentang gimana dua orang dewasa menjalani hubungan, menghadapi salah paham, mengejar karier, sampai akhirnya berjumpa lagi sebagai jenis diri yang berbeda.

Serial ini sendiri mengikuti Shang Zhitao, wanita yang memulai pekerjaan sebagai pekerja baru di sebuah perusahaan periklanan besar. Di hari pertamanya saja, dia sudah diminta resign oleh Luan Nian yang menjadi atasannya. Alih-alih menyerah, Shang Zhitao justru bertahan, berkembang, dan membuktikan kemampuannya. Hubungan keduanya kemudian berubah menjadi romance yang berjalan selama enam tahun sebelum beragam kesalahpahaman membikin mereka berpisah.

BACA JUGA: Suka The Early Spring? Ini 7 Drama China dengan Romance dan Cerita Karier yang Bisa Ditonton Selanjutnya

Bukan Cuma Bikin Baper, Ini Pelajaran dari Hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao

Jadi, jika Mommies merasa The Early Spring bukan sekadar tontonan buat lihat Jing Boran yang makin lama makin ganteng, Momin setuju. Ada beberapa pelajaran soal relationship dan pekerjaan yang lumayan relate dengan kehidupan kita.

1. Komunikasi krusial banget!

Satu masalah utama dan paling krusial dari The Early Spring adalah komunikasi di antara Luan Nian dan Shang Zhitao. Masing-masing punya dugaan sendiri dan gak disampaikan, lampau berhujung jadi salah paham.

Gemes, gak?

Padahal, sering kali masalah dalam hubungan bukan lantaran gak ada rasa, tetapi lantaran dua orang sama-sama mengira pasangannya sudah tahu apa yang mereka pikirkan. Dalam pembahasan tentang komunikasi di The Early Spring, dugaan semacam “aku kira dia mengerti” justru bisa menjadi awal konflik.

Jadi, jika ada yang mengganjal, bilang. Kalau belum paham, tanya. Jangan berambisi pasangan punya keahlian membaca pikiran.

2. Jangan meremehkan orang yang sedang berjuang

Di awal kariernya, Shang Zhitao sempat diremehkan dan apalagi diminta untuk resign oleh Luan Nian. Namun dia memilih memperkuat dan membuktikan kemampuannya lewat kerja keras.

Kadang, orang lain belum memandang keahlian kita lantaran kita memang belum selesai membuktikannya.

Perjalanan Shang Zhitao juga menarik lantaran dia gak selamanya berada di posisi “anak baru yang kudu membuktikan diri”. Setelah hubungan dan kehidupannya di Beijing berakhir, dia kembali ke kampung laman dan membangun hidupnya sendiri dengan mengelola restoran serta menjalankan upaya event kecil.

Jadi, jika sekarang Mommies sedang merasa kariernya belum ke mana-mana, pelan-pelan saja. Bukan berfaedah kita gak mampu.

3. Punya pasangan bukan berfaedah kudu kehilangan ambisi

Ini salah satu perihal yang disukai dari perjalanan Shang Zhitao.

Hubungan dan pekerjaan semestinya gak membikin kita kudu memilih salah satu. Kita tetap boleh punya mimpi, mengejar karier, dan membangun sesuatu yang kita inginkan.

Pasangan yang tepat semestinya ikut mendukung kita bertumbuh, bukan membikin kita mengecil.

Menariknya, di akhir cerita, Shang Zhitao tetap punya bisnisnya sendiri. Bahkan setelah kembali berbareng Luan Nian, dia membuka bagian bisnisnya di Beijing dan keduanya menjalani kehidupan dengan tetap mempertahankan pekerjaan masing-masing.

Jadi, cinta boleh, ambisi jalan terus.

Pelajaran The Early Spring

4. Jangan buru-buru menilai orang

Walau naksir, Luan Nian bisa dibilang salah menilai Shang Zhitao di awal. Ia memandang Shang Zhitao sebagai anak baru yang belum cukup kompeten, apalagi sampai menyuruhnya resign.

Padahal, seiring waktu, Shang Zhitao justru membuktikan bahwa dirinya punya kemampuan.

Kesan pertama memang penting, tapi belum tentu menggambarkan siapa seseorang sebenarnya.

Kadang, orang yang awalnya kita rasa menyebalkan, kurang kompeten, alias gak cocok dengan kita justru punya sisi lain yang belum sempat kita kenal.

Jadi, kenali dulu sebelum mengambil kesimpulan. Termasuk jika Mommies sedang menilai calon pasangan anak, eh, alias calon pasangan sendiri.

5. Konflik itu wajar, tapi jangan menghindar

Namanya hubungan, beda pendapat dan bentrok pasti ada.

Yang krusial adalah gimana kita menghadapinya. Bukan pura-pura semuanya baik-baik saja, apalagi memilih menghilang tanpa menyelesaikan masalah.

Karena masalah yang gak dibicarakan hanya bakal jadi peledak waktu.

Hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao juga menunjukkan bahwa komunikasi yang sehat bukan berfaedah pasangan gak pernah bertengkar. Yang lebih krusial adalah gimana akhirnya dua orang mau mendengarkan, mengklarifikasi, dan menyelesaikan bentrok tanpa berakhir menghargai satu sama lain.

BACA JUGA: Kenapa Laki-Laki Seperti Luke di Dracin Early Spring Sebaiknya Tak Dinikahi

6. Karier memang butuh proses

Gak semua orang langsung menemukan tempat yang tepat alias langsung sukses di awal perjalanan kariernya.

Shang Zhitao sendiri memulai semuanya sebagai pekerja baru yang apalagi diragukan oleh atasannya. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari prosesnya untuk berkembang sampai akhirnya punya upaya sendiri.

Pelan-pelan, tapi tetap maju.

Dan ini juga salah satu argumen The Early Spring terasa lebih dewasa. Ceritanya gak hanya bertanya, “Mereka akhirnya jadian alias enggak?”, tetapi juga menunjukkan gimana masing-masing karakter tumbuh sebelum akhirnya bisa berjumpa kembali sebagai pribadi yang lebih matang. Netflix juga menggambarkan perjalanan mereka sebagai proses untuk “heal, meet as equals, and write a new ending together.”

7. Second chance kudu dibarengi perubahan

Ini yang membikin konsep second chance romance jadi menarik dan bisa diterima di drama ini.

Kesempatan kedua bisa jadi bagus jika dua orang sudah belajar dari kesalahan sebelumnya.

Karena kembali berbareng tanpa memperbaiki masalah yang sama?

Bisa jadi hanya mengulang cerita.

Untungnya jagoan kita berubah, ya. Luan Nian mulutnya semakin manis dan Shang Zhitao juga semakin percaya diri.

Di akhir cerita, Luan Nian apalagi melamar Shang Zhitao dan keduanya akhirnya kembali bersama, dengan Shang Zhitao tetap menjalankan bisnisnya.

Jadi, second chance bukan sekadar “balikan”, tetapi kesempatan untuk menjalani hubungan dengan langkah yang lebih baik.

8. Tetap jadi diri sendiri dalam hubungan

Mencintai seseorang bukan berfaedah kudu mengubah seluruh diri kita agar sesuai dengan keinginannya.

Hubungan yang sehat semestinya memberi ruang untuk dua orang tetap tumbuh, punya kehidupan sendiri, dan mengejar hal-hal yang krusial bagi masing-masing.

Cinta yang baik gak membikin kita kehilangan diri sendiri.

Ini juga terasa dari perjalanan Shang Zhitao. Setelah meninggalkan kehidupan lamanya, dia gak hanya menunggu Luan Nian datang kembali. Ia membangun kehidupan baru, menjalankan restoran keluarga, dan upaya event, sampai akhirnya mereka berjumpa lagi.

Jadi, jangan sampai ketika punya pasangan, bumi kita malah jadi sekecil hubungan itu saja.

9. Backstreet romance: seru, tapi siap sama risikonya!

Nah, ini yang bikin The Early Spring makin menarik: hubungan mereka bukan sekadar office romance, tetapi juga romansa yang kudu disembunyikan dari lingkungan kerja.

Pacaran diam-diam sama kawan sekantor memang bikin deg-degan. Ada tatapan curi-curi, kudu pura-pura biasa saja, sampai akibat urusan pekerjaan dan emosi mulai tercampur.

Namun ketika hubungan sudah serius, rahasia semacam ini juga bisa jadi beban.

Makanya, jika memang menjalani hubungan dengan kawan sekantor, boundaries dan kesepakatan yang jelas tetap penting. Mana urusan kantor, mana urusan pribadi, dan gimana bersikap ketika hubungan sedang bermasalah.

Kalau tidak, yang tadinya bikin deg-degan malah bisa bikin satu instansi ikut pusing.

10. Kamu tidak kudu sempurna untuk dicintai

Ini salah satu quote dari The Early Spring yang paling ngena:

“You don’t have to be perfect to be worthy of love.”

Kadang kita terlalu sibuk memperbaiki diri lantaran merasa kudu jadi jenis terbaik dulu sebelum layak dicintai.

Harus lebih cantik, lebih sukses, lebih sabar, lebih mapan, dan sudah selesai dengan semua masalah pribadi.

Padahal, being imperfect doesn’t make us less worthy of love.

Justru hubungan yang sehat semestinya memberi ruang bagi dua orang untuk datang dengan segala kekurangan, lampau sama-sama belajar menjadi lebih baik tanpa merasa kudu sempurna dulu agar layak dicintai.

Dan mungkin ini yang membikin perjalanan Luan Nian dan Shang Zhitao terasa cukup manis di ujung cerita. Mereka gak kembali sebagai dua manusia yang sudah sempurna, tetapi sebagai dua orang yang sudah lebih memahami diri sendiri dan satu sama lain.

BACA JUGA: Kenapa Banyak Orang Mulai Beralih dari Drakor ke Dracin? Ternyata Ini Alasannya

Jadi, The Early Spring layak ditonton?

Kalau Mommies suka dracin dengan romance slow-burn, workplace romance, second chance, hubungan yang penuh salah paham, dan karakter yang sama-sama berkembang, The Early Spring jelas layak masuk watchlist.

Apalagi, chemistry Jing Boran dan Sun Qian memang menjadi salah satu daya tarik utama serial ini. Netflix mencatat The Early Spring langsung debut di posisi No. 2 Netflix Global Non-English TV List untuk pekan 24–30 Agustus 2026 dengan 2,4 juta views dan 21,5 juta jam ditonton. Serial ini juga masuk Top 10 mingguan di 22 pasar, termasuk Indonesia.

Jadi jika Mommies awalnya datang lantaran penasaran sama Jing Boran sebagai Luan Nian, jangan kaget jika akhirnya malah ikut emosi memandang hubungan Luan Nian dan Shang Zhitao.

Dan setelah tamat, kemungkinan besar pertanyaan yang muncul bukan cuma, “Mereka akhirnya berbareng gak?”

Tapi juga, “Kalau hubungan kita sendiri, sudah cukup dikomunikasikan belum, ya?”

Nah, jika sampai dracin bikin kita introspeksi begini, berfaedah The Early Spring memang berhasil.

BACA JUGA: Pelajaran Relationship dari Dracin Shine On Me yang Bisa Diajarkan ke Anak

Foto: MyDramalist

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads