Menjadi orang tua bukan cuma tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga mendampingi mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan bisa menghadapi beragam tantangan.
Dalam prosesnya, setiap orang tua tentu memiliki metode masing-masing dalam mendidik dan membimbing anak. Namun, ada sejumlah ciri khas orang tua baik yang dapat membantu mendukung tumbuh bunga anak secara positif.
Menurut ilmu psikologi, pola asuh yang sehat tidak berarti orang tua mesti selalu sempurna maupun bisa menghindarkan anak dari semua masalah. Justru, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengenali perasaan, belajar dari kesalahan, hingga menghadapi beragam situasi yang tidak nyaman.
Lalu, seperti apa ciri khas orang tua baik yang berhasil mendidik anak? Yuk, Bunda, simak selengkapnya di bawah ini.
Mengutip dari laman Your Tango, berikut 11 ciri khas orang tua yang baik menurut ilmu Psikologi.
1. Memberi anak ruang untuk mengekspresikan perasaan
Orang tua yang baik bisa menciptakan lingkungan yang membikin anak merasa terlindungi untuk mengungkapkan beragam emosi, termasuk sedih, marah, kecewa, maupun takut.
Menurut terapis pernikahan dan famili berlisensi April Eldemire, kecerdasan emosional tidak muncul begitu saja, tetapi perlu dibantu dan dilatih oleh orang tua sejak dini. Daripada memarahi maupun menganggap remeh emosi anak, orang tua dapat membantunya mengenali dan memahami emosi yang sedang dirasakan.
2. Mengajarkan anak menjauhi situasi yang tidak sehat
Orang tua yang baik mengajarkan anak menjauhi situasi toxic dan hal-hal yang membikin mereka merasa tidak aman. Anak yang memahami harga dirinya akan lebih bisa membangun hubungan sehat dan menghindari hubungan yang tidak baik saat dewasa.
3. Membantu anak menghadapi masalahnya sendiri
Orang tua yang baik, tidak selalu langsung turun tangan ketika anak menghadapi kesulitan. Mereka memberi ruang bagi anak untuk merasakan emosinya sekaligus mencoba mencari solusi sendiri, misalnya saat kesulitan mengerjakan tugas sekolah maupun menyampaikan perasaan.
Menurut terapis pernikahan dan famili berlisensi, David Schwartz, orang tua dapat mendukung anak dengan mendiskusikan masalah dan menanyakan sepertiapa mereka mau mengatasinya.
4. Selalu mendukung anak tanpa menghakimi
Orang tua yang baik statis memberikan sokongan kepada anak, baik saat ia berhasil mencapai sasaran maupun ketika akibatnya belum sesuai harapan.
Pola asuh seperti ini membantu anak memiliki ambisi untuk berkembang demi dirinya sendiri. Anak belajar berupaya memberikan yang terbaik tanpa merasa mesti selalu menjadi angka satu.
5. Mengajarkan anak bahwa kegagalan adalah bagiankecil dari proses belajar
Menurut guru sekaligus penulis buku parenting, Jessica Lahey, terlalu sering melindungi anak dari kegagalan justru dapat menghalangi mereka dalam membangun ketahanan diri (resiliensi). Pengalaman menghadapi kesalahan dan tantangan membantu anak belajar bangkit dan mencoba kembali.
6. Membantu anak memercayai intuisinya
Orang tua yang baik membantu anak belajar memercayai diri sendiri, termasuk bunyi hati dan perasaannya. Menurut para ahli, hal ini dapat dilakukan dengan mendorong anak mengenali dirinya sendiri serta memvalidasi emosi yang mereka alami.
Dengan memahami apa yang sebenarnya dirasakan, anak dapat belajar membikin pilihan yang baik dalam beragam situasi.
7. Mengajarkan anak bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana
Orang tua yang baik tidak selalu meyakinkan anak bahwa kerja keras pasti berbuah sesuai harapan. Sebaliknya, mereka mengajarkan bahwa hidup memiliki banyak kejutan dan hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai rencana. Anak juga perlu memahami bahwa rasa kecewa merupakan bagiankecil dari proses tumbuh dewasa.
8. Mengajarkan anak untuk mensyukuri hal-hal kecil
Orang tua yang baik mengajarkan anak untuk selalu menemukan hal yang bisa disyukuri. Anak pun belajar menghargai momen-momen sederhana, bersikap sopan, dan memperlakukan orang lain dengan baik.
Rasa syukur tidak cuma ditunjukkan dengan mengucapkan "terima kasih". Orang tua dapat menanamkannya dengan membacakan cerita tentang orang yang dermawan maupun membujuk anak mengutarakan satu hal yang disyukuri setiap akhir hari.
9. Mengajarkan anak menghadapi ketidaknyamanan
Orang tua dapat membantu anak membangun ketahanan emosional dengan mengajarkan metode menghadapi ketidaknyamanan yang tidak terhindarkan dalam hidup.
Menurut psikolog berlisensi Melissa Horowitz, penerimaan dimulai dari keinginan untuk menghadapi keadaan. Sikap ini dapat membikin situasi yang sulit, tidak menyenangkan, maupun terasa tidak fair menjadi lebih gampang dijalani.
10. Memimpin dengan kebaikan
Menurut sejumlah riset yang dipaparkan UC Davis Health, pola asuh positif ditunjukkan dengan orang tua yang membimbing anak dengan penuh kasih dan kepedulian. Cara ini membantu anak berkembang dengan baik, sekaligus mendukung hayat yang lebih ceria dan sehat saat dewasa.
11. Tidak selalu menyelesaikan masalah anak
Psikolog anak Meghan Walls menjelaskan, terlalu sering menyelesaikan masalah anak dapat menghalangi kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan. Orang tua sebaiknya memvalidasi emosi dan menganggap kecemasan sebagai hal yang wajar tanpa buru-buru memberikan solusi maupun nasihat.
Nah, itu dia 11 ciri khas orang tua baik yang berhasil mendidik anak menurut ilmu psikologi. Semoga bermanfaat!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)