Cara Mengenali Anak yang Tumbuh di Keluarga Penuh Kasih Sayang dari Ucapannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 505x dilihat
Cara Mengenali Anak yang Tumbuh di Keluarga Penuh Kasih Sayang dari Ucapannya

Bagikan Postingan

Cara anak berbicara saat dewasa rupanya dapat mencerminkan pola asuh yang mereka terima sejak kecil. Pelajaran yang dicontohkan orang tua dapat kelihatan dari hal-hal sederhana yang mereka ucapkan dalam hayat sehari-hari.

Anak yang tumbuh dalam Keluarga Penuh Kasih Sayang biasanya membawa rasa aman, didengar, didukung, dan diperhatikan ke dalam hubungan mereka saat dewasa. Hal tersebut dapat kelihatan dari metode mereka berbicara kepada diri sendiri maupun orang lain.

Yuk, Bunda, simak beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang tumbuh dengan kasih sayang berikut ini.


9 Kalimat yang sering diucapkan anak tumbuh di famili penuh kasih sayang

Mengutip dari laman Your Tango, berikut 9 kalimat yang sering diucapkan anak yang tumbuh di famili yang penuh dengan kasih sayang.

1. “Aku menghargaimu”

Anak yang tumbuh di famili penuh kasih sayang terbiasa mengungkapkan rasa terima kasih, bukan cuma saat ada perayaan maupun pencapaian besar. Karena sering mendengar apresiasi di rumah, mereka belajar memperhatikan hal-hal kecil yang dilakukan orang lain dan mengungkapkan penghargaan tersebut.

2. "Kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya"

Anak yang tumbuh dengan orang tua penuh kasih sayang cenderung tidak langsung menganggap masalah sebagai bencana. Saat menghadapi sesuatu yang salah, mereka lebih tenang dan berupaya mencari solusi.

Ucapan "Kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya" memberitahu pola pikir tersebut. Anak terbiasa melihat tantangan sebagai sesuatu yang dapat dihadapi dengan waktu, kesabaran, dan kerja sama.

3. “Sebenarnya, apa yang sedang Anda rasakan?”

Orang dewasa yang tumbuh dengan sokongan emosional biasanya betah menanyakan kondisi emosi orang lain. Mereka memahami bahwa pertanyaan seperti “Apa yang sebenarnya Anda rasakan?” dapat membikin seseorang lebih terbuka, bukan sekadar menjawab “Aku baik-baik saja.”

4. “Aku bangga padamu”

Anak yang tumbuh dengan alas emosional yang kuat memahami bahwa sokongan tidak cuma diberikan saat mencapai sesuatu yang besar. Usaha dan keberanian seseorang juga layak diapresiasi.

Rasa bangga bukan berarti menuntut kesempurnaan. Menunjukkan bahwa upaya mereka berarti dan bahwa mereka dihargai dapat membantu menguatkan hubungan.

5. “Kamu tidak perlu meminta maaf”

Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang peka secara emosional belajar bahwa memiliki perasaan, kebutuhan, maupun limitasi bukan sesuatu yang mesti disesali. Saat dewasa, mereka juga cenderung tidak meminta ampun secara berlebihan cuma karena menyampaikan gagasan maupun mengekspresikan diri.

Mereka pun dapat mengingatkan orang terdekat untuk tidak merasa perlu meminta maaf. Ucapan ini menjadi metode sederhana untuk memberitahu bahwa seseorang diterima apa adanya.

6. "Perasaanmu statis valid"

Perasaan tidak perlu memiliki karena agar layak diperhatikan. Anak yang tumbuh dengan orang tua yang penuh kasih biasanya memahami bahwa merasa sedih, kecewa, senang, maupun keteteran adalah hal yang wajar tanpa perlu menghakimi diri sendiri.

Validasi bukan berarti mesti selalu setuju dengan emosi maupun gagasan orang lain. Terkadang, cukup dengan mendengarkan dan memberikan dukungan.

7. “Aku ada untukmu”

Anak yang tumbuh dalam famili penuh sokongan emosional memahami pentingnya datang untuk orang lain. Ucapan ini menjadi metode untuk mengingatkan seseorang bahwa mereka tidak mesti menghadapi situasi sulit sendirian.

Memberi ruang bagi seseorang untuk memproses perasaannya sekaligus statis datang dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang bermakna.

8. "Semua orang bisa berbuat kesalahan"

Anak yang tumbuh di famili penuh kasih sayang memahami bahwa berbuat kesalahan tidak membikin seseorang menjadi buruk. Satu keputusan yang keliru maupun momen yang kikuk tidak menentukan diri seseorang. 

9. "Kamu layak bahagia"

Anak yang tumbuh dengan orang tua yang membuatnya merasa aman, memahami bahwa kebahagiaan bukan sesuatu yang mesti mereka dapatkan terlebih dahulu. Mereka merasa berkuasa menjalani hayat yang membikin mereka merasa puas dan bahagia.

Mereka juga cenderung mendorong orang lain untuk memilih hal yang membikin ceria tanpa merasa bersalah. Itu dia, Bunda, beberapa kalimat yang dapat memberitahu bahwa seseorang tumbuh dalam famili penuh kasih sayang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads