Jakarta -
Kanker rahim dapat menjadi salah satu intimidasi kesehatan paling serius bagi perempuan. Gejalanya mungkin sulit dideteksi tanpa pengecekan da bisa berkembang secara perlahan tanpa disadari.
Baru-baru ini, kisah perjuangan Bunda selamat dari kanker 'tanpa disengaja' dibagikan ke publik. Bunda disebut Victoria Thurston ini selamat dari kanker rahim setelah menjalani perawatan dan operasi.
Pada tahun 2017, Thurston didiagnosis menderita kolitis ulseratif, salah satu pandemi radang usus. Bunda lima anak ini kemudian secara sukarela bergabung dalam sebuah studi riset dengan harapan dapat membantu orang lain yang menderita kondisi tersebut.
Studi ini melibatkan pengecekan gen. Hasil pengecekan memberitahu bahwa Thurston menderita sindrom Lynch, yang dapat menaikkan konsekuensi kanker. Setelah meminta bimbingan dari tabib di Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust (CUH), Thurston memilih untuk menjalani histerektomi untuk membantu mengurangi konsekuensi kankernya.
Saat persiapan operasi inilah tabib menemukan kanker rahim stadium mula yang mungkin tidak terdeteksi seandainya Thurston tidak berpartisipasi dalam riset tersebut.
"Saya statis tidak percaya bahwa sebuah riset tentang kondisi pencernaan menyebabkan pengecekan awal kanker rahim. Bergabung dalam riset itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku buat," katanya, dilansir laman NIHR Biomedical Research Centre.
"Tanpa riset ini, aku tidak tahu kapan bisa mengetahui tentang kanker ini. Saya mendorong semua orang untuk berpartisipasi dalam penelitian, itu bisa menyelamatkan hidup kamu," sambungnya.
Menurut ulasan, gen dari Thurston dipelajari melalui NIHR IBD BioResource, sebuah platform riset nasional yang dibuat pada tahun 2016. sindrom Lynch adalah kondisi yang diturunkan secara genetik, dan pengecekan Thurston dapat memberitahu bahwa banyak kerabat dekatnya, termasuk anak-anaknya, bisa menjalani pengetesan untuk kondisi tersebut.
"Saya belum pernah mendengar tentang sindrom Lynch sebelumnya, tetapi hal itu sangat masuk pikiran ketika aku melihat balik histori famili saya. Saya bahagia mereka menemukannya dan aku mau mendukung famili aku untuk berbuat tes juga. Penting untuk mencari tahu tentang hal-hal ini ketika Anda memiliki kesempatan, sehingga Anda dapat berbuat sesuatu untuk mengatasinya," ungkap Thurston.
Temukan kanker rahim sebelum histerektomi
Setelah didiagnosis, Thurston berjumpa dengan tabib ahli genetika dan kesehatan perempuan di Addenbrooke's untuk mempelajari lebih lanjut tentang sindrom Lynch. Peningkatan konsekuensi kanker yang dialaminya membikin perempuan 51 tahun ini memilih untuk menjalani histerektomi preventif untuk mengadopsi rahim dan ovariumnya. Saat menjalani tes sebelum operasi, tim tabib menemukan kanker di rahim.
"Tidak ada yang bisa mempersiapkan Anda untuk pengecekan kanker, tetapi timnya dahsyat dan sangat meyakinkan. Mereka langsung memberi tahu aku bahwa mereka telah menemukannya di tahap mula dan bahwa pengobatannya akan mudah. Kami memang sudah merencanakan operasi, dan tidak perlu perawatan tambahan apa pun," ujarnya.
Konsultan ahli operasi ginekologi di CUH, Helen Bolton, mengatakan bahwa tim tabib menemukan kanker selama tes rutin yang dilakukan untuk perempuan dengan sindrom Lynch sebelum histerektomi. Temuan itu meyakinkan tim medis untuk menawarjan perawatan operasi yang tepat untuk Thurston.
"Kanker yang kami temukan eksis pada stadium yang sangat dini, artinya kami percaya kanker tersebut dapat diangkat sepenuhnya sebagai bagiankecil dari histerektomi. Kanker seperti ini dapat tumbuh tanpa terdeteksi, jadi Victoria (Thurston) sangat mujur karena ia memilih untuk menjalani operasi pada saat ini," ujar Bolton.
Thurston menjalani histerektomi pada Januari 2026 dan telah pulih dengan baik. Ia terus diperiksa oleh tim medis, tetapi kini sudah bebas kanker. Diagnosis sindrom Lynch yang diidapnya berarti ia akan menerima pengecekan skrining kanker secara berkala untuk membantu mendeteksi kanker lain di masa mendatang.
Thurston memiliki tiga putra dewasa dan dua putri remaja. Ia mengalami gejala IBD (inflammatory bowel disease/penyakit radang usus) pada tahun 2016 dan dirujuk dari rumah sakit setempat pada tahun 2019. Penyakitnya cukup parah dan ia menjalani beberapa operasi besar, termasuk pengangkatan usus besar.
Diagnosis sindrom Lynch pada Thurston didapatkan setelah ia setuju untuk berpartisipasi dalam proyek percontohan kecil yang memungkinkan tim peneliti untuk memberi tahu dirinya jika analisis genetik mereka mengungkapkan keterangan yang relevan dengan kesehatan.
Perlu diketahui, sindrom Lynch menaikkan konsekuensi beragam jenis kanker, terutama kanker usus dan rahim, serta kanker ovarium, lambung, dan pankreas. Diperkirakan sekitar 1 dari 400 orang menderita sindrom ini, di mana hingga 80 persen akan mengembangkan kanker usus, sementara hingga 60 persen perempuan dapat mengembangkan kanker rahim.
Demikian kisah Bunda lima anak selamat dari kanker setelah ikut serta dalam penelitian.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)