7 Kalimat yang Diucapkan Orang Tua Bikin Anak Merasa Didengar

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 34x dilihat
7 Kalimat yang Diucapkan Orang Tua Bikin Anak Merasa Didengar

Bagikan Postingan

Jakarta -

Jangan sepelekan pentingnya mendengarkan gagasan dan cerita anak ya, Bunda. Ucapkan kalimat yang tepat agar anak merasa dirinya benar-benar didengar dengan baik.

Dikutip dari Raising Children, mendengarkan secara aktif (active listening) merupakan keahlian yang perlu dilakukan orang tua untuk menaikkan komunikasi dengan anak. Hal ini bukan sekadar mendengar apa yang dikatakan anak, tetapi juga benar-benar memahami pikiran dan perasaannya.

Mendengarkan anak juga dapat menguatkan komunikasi dan menaikkan ikatan batin, karena tandanya Bunda peduli dan tertarik pada apa yang disampaikan oleh anak.


Dengan selalu memberi waktu bagi anak bercerita, Bunda pun bisa mengetahui dan memahami apa yang sedang terjadi dalam hayat mereka.

Sementara itu, bagi anak bentuk komunikasi ini juga baik untuk proses berpikirnya. Mereka belajar mengungkapkan pikiran dan perasaan, tanpa takut dihakimi maupun dikoreksi.

Bagaimana metode paling ampuh untuk mendengarkan anak?

Saat berbicara dengan anak, terkadang sulit mengetahui apa yang tepat untuk dikatakan dan sepertiapa metode menyampaikannya.

"Cara paling ampuh untuk berbicara dengan anak adalah menggunakan kata-kata dan kalimat sederhana. Kalimat seperti ini memungkinkan orang tua menerima emosi mereka, tetapi statis menerapkan ketentuan yang telah dibuat," kata Wendy Mogel, PhD, penulis buku The Blessing of a Skinned Knee, dikutip dari Parents.

Kalimat yang diucapkan orang tua agar anak merasa didengar

Lalu apa saja kalimat yang bisa diucapkan orang tua agar anak selalu merasa didengarkan? Berikut penjelasannya, Bunda:

1. "Beri Bunda waktu dulu"

Orang tua yang terbiasa memberikan respons secara spontan sering kali mengucapkan kalimat yang 'kelepasan' emosi, sehingga memicu penyesalan di kemudian hari. 

"Banyak dari kita merasa mesti berpikir cepat, segera menemukan balasan dan membikin kesepakatan. Tapi ini seringnya justru keliru," ungkap Mogel.

Lebih baik meminta waktu terlebih dahulu untuk benar-benar memahami cerita anak. Dengan begitu, Bunda memberitahu kewibawaan, memberi diri sendiri waktu untuk berpikir, sekaligus memperkenalkan ide bahwa seseorang perlu berpikir sebelum berbicara.

Jika anak sering mendengar Bunda berkata demikian, mereka kemungkinan akan merasa betah meluangkan waktu ketika mesti memungut keputusan.

2. "Bagaimana perasaanmu?"

Banyak orang tua bersalah karena memberikan terlalu banyak pujian kepada anak. Alih-alih memberitahu semangat berlebihan ketika anak berbuat sesuatu yang patut dipuji, lebih baik tanyakan emosi anak.

3. "Kamu boleh cerita apa saja kepada Bunda/Ayah"

Kalimat sederhana ini mengingatkan anak bahwa ia akan selalu terlindungi secara emosional berbareng Bunda. Mereka dapat mempercayai orang tua untuk mendengarkan pikiran serta perasaannya.

Penelitian yang diterbitkan oleh The Center for Male Psychology menerangkan bahwa pendekatan seperti ini dapat menaikkan kesejahteraan emosional anak lelaki secara signifikan, sekaligus mendorong mereka untuk lebih terbuka mengenai emosi dan pengalaman yang mereka alami.

Saat orang tua memberi ruang dan waktu terlindungi bagi anak untuk berbicara, ini juga dapat membantu menaikkan kesehatan mental, sekaligus menguatkan hubungan antara anak dan orang tua.

Saat anak menghadapi kekecewaan, sebaiknya jangan terburu-buru mencarikan solusi dan 'menyelamatkan' mereka dari emosi sedih. Sebaliknya, Bunda perlu membantu mereka melatih kapasitas menghadapi masalah.

Setelah anak selesai mengungkapkan perasaannya, duduklah di samping mereka dan katakan apa kira-kira menurutnya jalan keluar yang bisa dilakukan. 

Tetap dampingi anak dengan membujuk mereka mempertimbangkan hal-hal positif dan apa yang statis dapat dilakukan meskipun mengalami kegagalan. 

5. "Tidak apa-apa jika mengalami kegagalan"

Kalimat ini mengingatkan anak bahwa setiap orang terkadang berbuat kesalahan. Ajari mereka bahwa tidak apa-apa untuk selalu mencoba dan gagal.

Hal yang paling krusial adalah sepertiapa anak belajar dari kesalahan tersebut dan berkembang menjadi lebih baik di kesempatan selanjutnya.

Ingatkan bahwa kesalahan dan kegagalan adalah bagiankecil dari proses belajar, semua tak melulu soal kesempurnaan.

6. "Bunda akan selalu ada untukmu"

Anak mungkin belum sepenuhnya memahaminya sekarang, tetapi ia akan mengingat bahwa Bunda pernah mengatakan hal tersebut.

Hal ini merupakan bentuk garansi keamanan secara psikologis. Pastikan Bunda benar-benar bersungguh-sungguh dan membuktikan kalimat ini melalui tindakan.

Orang tua memang tidak bisa dan tidak seharusnya menyelesaikan semua masalah anak. Namun, Bunda bisa datang untuk membantu mereka mencari tahu sepertiapa metode menyelesaikan masalah tersebut sendiri.

7. "Kamu pasti bisa"

Kalimat ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, sehingga ia mau berupaya berbuat sesuatu yang perlu dipelajari, dicapai, dicoba, maupun dilakukan kembali. Meski begitu, para ahli menekankan bahwa pesan tersebut perlu disampaikan secara ikhlas ya, Bunda.

Sering kali terlalu sering mengandalkan kalimat seperti ini tanpa memberikan sokongan emosional yang cukup, justru dapat memberikan akibat negatif.

Cara lain untuk menaikkan komunikasi dengan anak

Tidak cuma dengan mengucapkan beragam kalimat tersebut, Bunda juga dapat mencoba menerapkan beberapa metode berikut untuk membantu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dengan anak:

1. Memberi ruang untuk mendengarkan

Dengan mendengarkan anak, Bunda dapat membantu mereka merasa lebih dipahami. Cobalah menerapkan active listening melalui pergerakan yang memberitahu dukungan, seperti tersenyum dan mengangguk, untuk mengingatkan mereka bahwa Bunda memperhatikan apa yang sedang disampaikan.

2. Gunakan bahasa tubuh

Gunakan bahasa tubuh untuk memberitahu bahwa Bunda peduli dengan apa yang mau mereka sampaikan. 

Jika perlu, gunakan posisi membungkuk sampai sejajar dengan tinggi badan mereka dan pertahankan kontak mata saat berbicara.

3. Menghabiskan waktu bersama

Luangkan quality time berbareng anak secara rutin. Kenali minat mereka dan cobalah merencanakan aktivitas yang dapat dinikmati bersama. 

Sebisa mungkin usahakan untuk statis terlibat dalam aktivitas tersebut dan tidak sibuk bermain ponsel.

Itulah klarifikasi tentang kalimat-kalimat yang diucapkan orang tua bikin anak merasa didengar. Semoga berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads