10 Cara Orang Introvert Sukses di Tempat Kerja Tanpa Harus Menjadi Ekstrovert

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 73x dilihat
10 Cara Orang Introvert Sukses di Tempat Kerja Tanpa Harus Menjadi Ekstrovert

Bagikan Postingan

Bunda jenis introvert? Untuk berhasil tidak perlu menjadi orang lain, ayo simak metode introvert berhasil di tempat kerja tanpa mesti mengikuti ekstrovert.

Banyak orang bilang tips berhasil salah satunya mesti bisa bersosialisasi di tempat kerja. Namun menjadi pribadi yang tidak banyak bicara bukan berarti Bunda sulit berkembang dalam karier.

Kemampuan untuk mendengarkan, menganalisis masalah, menyusun strategi, hingga bekerja secara mendalam justru dapat menjadi kekuatan yang membantu orang introvert mencapai hasil optimal. Meski lingkungan kerja terkadang lebih mengutamakan orang yang aktif berbicara dan gampang bergaul, orang introvert tidak perlu mengubah kepribadiannya agar bisa sukses.


Kuncinya cuma memahami metode kerja diri sendiri, menciptakan lingkungan yang mendukung konsentrasi, serta melatih kapasitas berkomunikasi tanpa memaksakan diri menjadi orang lain. 

Cara orang introvert berhasil di tempat kerja

Mengutip Verywell Mind, berikut metode jenis introvert bisa berhasil dalam pekerjaan tanpa mesti menjadi ekstrovert.

1. Kenali dan manfaatkan kekuatan diri

Orang introvert umumnya memiliki kecenderungan untuk lebih banyak mengamati dan berpikir sebelum berbicara. Karakter ini dapat menjadi modal ketika pekerjaan membutuhkan kapasitas menganalisis informasi, menyusun strategi, mendengarkan orang lain, maupun merencanakan sesuatu secara matang.

Psikolog perusahaan Brian Smith, PhD, menyarankan orang introvert untuk memaksimalkan kapasitas tersebut.

“Manfaatkan kapasitas Anda untuk mendengarkan, menganalisis, dan menyusun strategi,” ujar Smith.

Dengan mengenali kelebihan tersebut, Bunda tidak perlu menganggap kapasitas berbicara sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan di kantor. Kontribusi dalam bentuk ide yang matang, pekerjaan mendalam, dan strategi terencana juga memiliki harga penting.

2. Jangan memaksakan diri menjadi orang lain

Kemampuan berbicara di depan orang banyak memang bisa dilatih, namun belajar berkomunikasi bukan berarti mesti mengubah kepribadian secara keseluruhan. Orang introvert statis dapat belajar menyampaikan gagasan tanpa mesti menjadi pribadi yang paling vokal dalam ruangan.

Psikolog klinis Clifton Berwise, PhD, mengatakan, “Hal terbesar yang dapat aku sampaikan kepada seorang introvert adalah jangan menjadi seseorang yang bukan diri Anda.”

Menurutnya, ada perbedaan antara berlatih berbicara dan memaksakan diri menjadi orang lain.

“Berlatih untuk belajar menyampaikan gagasan berbeda dengan memaksa diri menjadi seseorang yang bukan diri sendiri. Hal terakhir justru dapat menimbulkan banyak frustrasi, stres, dan kesehatan mental yang lebih buruk,” lanjut Berwise.

3. Ciptakan ruang kerja yang tenang

Lingkungan kerja yang ramai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang introvert. Konsep instansi terbuka, percakapan dari beragam arah, bunyi telepon, maupun mitra kerja yang sering datang untuk mengobrol bisa mengganggu konsentrasi.

Shari B. Kaplan, LCSW, mengatakan dirinya pernah melihat mitra kerja introvert berkembang ketika mendapatkan kebebasan untuk mengelola sebuah proyek. Sebaliknya, ia juga melihat orang introvert kesulitan bekerja di instansi terbuka karena bunyi dan gangguan yang terus-menerus.

“Dalam kedua situasi tersebut, memahami dan mengakomodasi kebutuhan mereka membikin perbedaan besar,” kata Kaplan.

Jika memungkinkan, pilih area yang lebih tenang ketika membutuhkan konsentrasi. Menutup pintu ruangan, menggunakan headphone peredam bising, maupun mencari tempat kerja yang minim gangguan dapat membantu menjaga fokus.

4. Tetapkan limitasi dengan mitra kerja

Orang introvert membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi tanpa terus-menerus terlibat dalam percakapan. Untuk itu, membikin limitasi yang jelas dengan mitra kerja dapat membantu pekerjaan selesai tanpa membikin daya cepat terkuras.

Misalnya saja, Bunda bisa memberi tahu mitra kerja bahwa kini sedang mengerjakan tugas yang membutuhkan fokus dan akan balik berbincang setelah pekerjaan selesai. Di instansi dengan konsep terbuka, penanda sederhana seperti status 'jangan diganggu' juga dapat digunakan jika adat perusahaan memungkinkan.

Batasan tersebut bukan berarti menghindari mitra kerja. Justru komunikasi yang jelas dapat membantu orang lain memahami kapan seseorang membutuhkan waktu untuk bekerja secara berdikari dan kapan siap berdiskusi.

5. Persiapkan diri sebelum rapat

Rapat mendadak maupun bahasan tanpa agenda dapat terasa lebih melelahkan bagi orang introvert. Salah satu metode mengatasinya dengan mempersiapkan diri sebelum kedap dimulai.

Jika memungkinkan, mintalah agenda kedap terlebih dahulu. Catat pertanyaan, pendapat, maupun poin krusial yang mau disampaikan sehingga tidak perlu mengandalkan spontanitas saat eksis di dalam ruangan.

Psikolog Shawna Gann, PhD, CEO sekaligus principal coach and consultant di True Culture Coaching & Consulting, mengatakan persiapan krusial ketika seseorang mesti menghadapi situasi sosial yang menguras energi.

“Ketika Anda mengetahui bahwa situasi yang sangat cepat dan penuh hubungan sosial dapat menguras energi, jika situasi tersebut tidak dapat dihindari, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri,” ujar Gann.

6. Berani menyampaikan pendapat

Tidak menjadi orang yang paling banyak bicara bukan berarti mesti selalu diam. Orang introvert statis perlu memastikan ide dan pendapatnya terdengar, terutama ketika berhubungan dengan pekerjaan maupun pengambilan keputusan.

Gann menyarankan untuk melatih metode menyela pembicaraan secara sopan dan mengembalikan fokus kepada hal yang mau disampaikan. Cara tersebut dapat membantu ketika seseorang merasa pendapatnya terlewat maupun tidak mendapatkan kesempatan berbicara.

Terlalu banyak rapat, diskusi, dan aktivitas sosial dalam satu hari dapat membikin orang introvert kehabisan energi. Oleh karena itu, atur agenda dengan memberikan selang di antara beragam aktivitas menjadi hal yang penting.

Brian Smith menyarankan agar orang introvert tidak membebani agenda secara berlebihan. “Hindari membikin agenda terlalu padat dan berikan diri Anda waktu untuk mengisi balik daya di antara beragam kegiatan,” ujarnya.

Jeda tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara mandiri, makan siang dengan tenang, berjalan sebentar, maupun sekadar memungut waktu tanpa hubungan sosial. Dengan begitu, daya dapat balik sebelum menghadapi aktivitas berikutnya.

8. Bangun relasi secara personal

Networking statis menjadi bagiankecil krusial dalam evolusi karier. Namun orang introvert tidak mesti selalu membangun hubungan melalui himpunan besar maupun aktivitas yang ramai.

Membangun hubungan secara satu lawan satu dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman. Setelah rapat, Bunda dapat mengirimkan pesan maupun email secara individual kepada mitra kerja untuk melanjutkan pembicaraan dan mempererat hubungan profesional.

Cara ini memungkinkan orang introvert membangun hubungan secara lebih mendalam tanpa mesti eksis dalam situasi sosial yang terlalu ramai.

9. Tetapkan limitasi waktu saat aktivitas kantor

Acara perusahaan seperti pesta, makan bersama, maupun aktivitas outing dapat menjadi kesempatan untuk berhubungan dengan mitra kerja. Namun orang introvert tidak mesti eksis di sana sepanjang aktivitas jika membikin daya cepat terkuras.

Salah satu metode yang dapat dicoba adalah menentukan batas waktu sebelum menghadiri acara. Misalnya saja, berkomitmen untuk datang selama satu maupun dua jam, kemudian pulang setelah menyapa dan berbincang dengan beberapa mitra kerja.

Dengan menentukan limitasi sejak awal, situasi sosial dapat terasa lebih gampang dikendalikan. Tetap datang dan membangun hubungan ahli pun dapat dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan untuk beristirahat.

10. Gunakan komunikasi tertulis jika dibutuhkan

Tidak semua hal mesti disampaikan secara spontan dalam percakapan langsung. E-mail maupun platform komunikasi internal dapat menjadi sarana bagi orang introvert untuk menyampaikan keterangan dengan lebih terstruktur.

Dalam berkomunikasi dengan atasan, Bunda dapat menuliskan poin utama sebelum meeting. Cara ini membantu memastikan hal krusial tidak terlupakan dan mengurangi kemungkinan berbicara terlalu panjang karena gugup.

Persiapan juga membikin komunikasi dengan pengelolaan menjadi lebih profesional. Ketika sudah mengetahui apa yang mau disampaikan, Bunda akan lebih gampang mengutarakan kebutuhan, memberikan masukan, maupun menyampaikan kecemasan secara tegas tapi statis sopan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
Close Right Ads
Close Left Ads