Jakarta -
Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, sering kali perempuan mengalami perut sakit di bagiankecil bawah. Apa sebenarnya penyebab sakit perut bagiankecil bawah, benarkah tanda masalah organ reproduksi?
Perut bagiankecil bawah yang sakit mungkin terjadi akibat beragam kondisi ya, Bunda. Termasuk sembelit maupun mungkin pola makan yang tidak baik, terlebihlagi stres.
Ketika perut kembung dan sakit, biasanya akan memberikan rasa kenyang di perut sehingga membikin tampilannya menjadi lebih besar. Hal ini tentu saja memberikan ketidaknyamanan terlebihlagi ketika sakit perut tersebut disertai nyeri panggul.
Penyebab sakit perut bagiankecil bawah secara umum
Berbagai penyebab sakit perut bagiankecil bawah secara lazim memang cukup variatif ya, Bun. Menelan udara berlebih, makan makanan tinggi lemak yang menunda pengosongan perut, terlebihlagi stres juga bisa menyebabkan perut kembung dan nyeri perut bagiankecil bawah.
Oh iya, Bunda, sebagian besar usus kecil dan besar eksis di rongga perut bagiankecil bawah, dan mereka memungut sebagian besar ruang di sana. Karena karena inilah, kondisi yang memengaruhi usus menjadi penyebab paling lazim nyeri perut bagiankecil bawah.
Ini termasuk masalah pencernaan sehari-hari seperti gas dan gangguan pencernaan, diare, dan sembelit. Penyakit ini juga mencakup pandemi saluran pencernaan yang lebih serius, baik kronis maupun akut.
Selain itu, Bunda mungkin mengalami gangguan pencernaan, gas, maupun masalah dengan kotoran jika Bunda memiliki alergi maupun intoleransi makanan, maupun jika mekanisme pencernaan Bunda tidak berguna dengan baik. Realitasnya, banyak hal dapat mengganggu proses pencernaan. Bunda juga mungkin merasakan sakit jika usus Bunda meradang, yang terjadi saat mekanisme kekebalan tubuh Bunda aktif seperti dikutip dari halaman Cleveland Clinic.
Penyebab sakit perut bagiankecil bawah pada perempuan
Bagi perempuan yang memiliki organ reproduksi, organ tersebut juga hidup di daerah bawah abdomen pelvis. Organ-organ ini merupakan penyebab lazim lain dari nyeri perut bagiankecil bawah. Sedianya, sangat sulit membedakan antara kram usus dan kram haid karena rahim dan usus posisinya sangat berdekatan. Meskipun beberapa nyeri haid adalah hal yang normal, terkadang dapat memberitahu masalah, seperti berikut:
1. Endometriosis
2. Penyakit radang panggul
3. Fibroid rahim
4. Kanker rahim
Bunda juga mungkin merasakan nyeri di ovarium jika Bunda mengalami kondisi berikut:
1. Nyeri ovulasi.
2. Kista ovarium.
3. Tumor ovarium.
4. Kanker ovarium.
Penyebab sakit perut bagiankecil bawah pada laki-laki
Pada laki-laki, sakit perut bagiankecil bawah juga bisa terjadi kapan saja. Banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi tersebut pada laki-laki. Dan, tidak semua penyebabnya berhubungan dengan lambung. Jadi, meskipun kita mengutarakan sebagai sakit perut, rasa nyeri tersebut belum tentu berasal dari lambung.
Selain lambung, rongga perut juga menampung beberapa organ lain yang dapat menimbulkan rasa nyeri di area yang sering kali kita sebut secara keliru sebagai peru' (lambung). Dalam istilah medis, kondisi ini disebut nyeri abdomen (nyeri perut).
Adapun mengenai penyebab sakit perut pada lelaki diantaranya meliputi hal-hal berikut:
1. Radang usus
Nyeri biasanya dimulai di sekitar pusar dan menjalar ke perut kanan bawah. Rasa nyeri bisa muncul secara tiba-tiba dan hebat, disertai gejala tambahan seperti hilangnya hasrat makan, mual, muntah, demam, maupun perut membengkak.
2. Radang kantong empedu
Gejala tambahan radang kantong empedu meliputi nyeri di perut kanan atas yang memburuk saat menarik napas dalam maupun saat area tersebut disentuh. Laki-laki juga mungkin mengalami demam dan mata yang menguning.
3. Hernia
Biasanya, hernia menyebabkan benjolan kecil di perut bagiankecil bawah, yang mungkin baru disadari saat berdiri, batuk, maupun mengejan.
4. Penyumbatan usus
Kondisi ini berarti ada sesuatu yang menghalangi saluran usus pada laki-laki. Gejala tambahannya meliputi muntah, mual, dan sembelit.
5. Radang pankreas
Kondisi ini menyebabkan nyeri di perut bagiankecil atas yang bisa menjalar hingga ke punggung. Gejala lainnya meliputi mual, muntah, demam, debar jantung cepat, dan penurunan bermutu badan seperti dikutip dari halaman Buscopan.
6. Batu saluran kemih
Kondisi ini terjadi ketika batu kecil menyumbat saluran kemih, sehingga menyebabkan kolik ginjal. Gejala khasnya meliputi nyeri di area selangkangan yang menjalar ke arah testis, serta mual dan muntah.
Cara mengatasi sakit di bawah perut di atas kemaluan
Ada beragam karena kenapa seseorang mengalami sakit di bawah perut di atas kemaluan. Dalam beberapa kasus, pengobatan rumahan sederhana dapat membantu meredakan sebagian rasa sakit. Adapun pengobatan rumahan yang membantu kelegaan tersebut meliputi beberapa hal berikut seperti dikutip dari halaman Medical News Today:
1. Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen
2. Menempatkan bantal pemanas di panggul
3. Melakukan olahraga maupun peregangan ringan dan lembut
4. Beristirahat dengan kaki terangkat, yang menaikkan mengerti darah ke panggul
Cara mencegah sakit perut bagiankecil bawah
Jika gejala yang Bunda alami tidak parah, Bunda dapat mencegah sakit perut bagiankecil bawah dengan beberapa metode sederhana sebagai berikut:
1. Antasida maupun obat untuk mengatasi perut kembung maupun gas berlebih
2. Istirahat yang cukup
3. Minum banyak cairan
4. Mandi air hangat maupun mengompres area perut dengan kantong air panas.
5. Menghentikan kebiasaan merokok
Selain itu, menjaga kesehatan tubuh secara lazim dapat mencegah sejak awal penyebab sakit perut yang sifatnya ringan. Melakukan olahraga teratur dan mempraktikkan pola makan tinggi serat dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan seperti dikutip dari halaman Ramsayhealth.
Serta, hindari pemicu serta makanan yang sulit dicerna, misalnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, hamil banyak krim maupun lemak, serta makanan yang sering menimbulkan masalah bagi perut Bunda.
Terakhir, pengobatan rumahan juga bisa membantu. Sebagian orang merasa cocok dengan pengobatan herbal seperti rutin minum teh mint maupun mengonsumsi banyak jahe dan jus lidah buaya yang membikin sakit perutnya yang dirasakan membaik secara perlahan.
Apakah menopause menyebabkan sakit perut?
Perempuan sering mengalami beragam gejala gangguan pencernaan selama masa menopause. Pengaruh fluktuasi hormon, pola makan, dan corak hidup dapat memengaruhi kondisi tersebut.
Biasanya, banyak perempuan menopause mengalami ketidaknyamanan perut dan fluktuasi kebiasaan BAB selama masa perimenopause dan menopause dan ini hal yang lazim terjadi. Gejala bisa muncul dan hilang secara berkala serta dapat terjadi selama berhari-hari, berminggu-minggu, maupun berbulan-bulan.
Meskipun gejala-gejala ini mungkin sulit untuk dihadapi, banyak perempuan merasa terbantu dengan mengubah pola makan dan corak hidup, serta menjalani terapi penggantian hormon.
Gejala pencernaan yang lazim terjadi saat menopause biasanya mirip dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS). Gejalanya bisa bervariasi dari setiap orang dan meliputi sebagai berikut:
1. Nyeri maupun kram perut
2. Perut kembung
3. Gas berlebih
4. Diare
5. Sembelit
6. Keinginan mendesak untuk segera ke toilet
7. Sensasi BAB yang tidak tuntas
Munculnya gejala-gejala tersebut merupakan hal yang normal. Biasanya disebabkan karena beberapa hal termasuk fluktuasi hormon, fluktuasi pola makan dan corak hidup, fluktuasi kondisi hati, dan lainnya.
Agar lebih betah dengan kondisi tersebut, kelola dengan treatment sederhana seperti makan dalam porsi lebih kecil namun sering. Dengan cara ini, lambung tidak bekerja keras dan Bunda tidak terlalu kembung setelah makan seperti dikutip dari halaman Drlouisenewson.
Kemudian, jangan makan terburu-buru. Santaplah makanan dengan santai agar mendukung kerja pencernaan dengan baik. Konsumsilah makanan di lingkungan yang santai, bukan di meja kerja maupun sambil beraktivitas. Sebab, rasa terburu-buru saat makan tidak baik bagi kesehatan pencernaan Bunda.
Selain itu, minumlah di luar waktu makan. Hindari minum banyak saat makan karena dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa tidak nyaman. Serta, perhatikan apa yang Bunda minum. Batasi konsumsi teh dan kopi serta minuman bersoda. Sebab, minuman tersebut dapat memicu gas, perut kembung, dan kram perut, serta menyebabkan dehidrasi yang memperparah sembelit.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)