Ketika akan melanjutkan pendidikan ke hierarki perguruan tinggi, ada banyak penilaian yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah riset mengenai bidang yang akan ditempuh.
Karena, setiap bidang memiliki aktivitas perkuliahan dan silabus yang berbeda-beda. Dari beragam bidang yang tersedia, ada beberapa bidang yang dianggap sebagai bidang kuliah tersulit.
Dilansir halaman Research, sisi yang membentuk bidang kuliah tersulit ini meliputi campuran IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) rata-rata yang rendah, waktu belajar mingguan yang berat, prasyarat yang sulit, persyaratan laboratorium maupun lapangan, penilaian yang ketat, serta penugasan kuliah yang menuntut pemecahan masalah tingkat lanjut.
15 Jurusan kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya
Dengan berbuat riset tentang bidang kuliah tersulit, seseorang bisa menentukan apakah jurusan-jurusan tersebut sesuai dengan hajat pekerjaan serta toleransi diri terhadap tekanan kuliah. Untuk itu, berikut ini deretan bidang kuliah tersulit yang dikutip dari halaman Research.
1. Jurusan Hukum
Jurusan Hukum menjadi salah satu kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya. Rata-rata IPK program studi ini sekitar 3,35 dengan jumlah jam yang dihabiskan mahasiswa untuk belajar per minggu selama 13,73 jam.
Dalam Jurusan Hukum, mahasiswa diperkenalkan pada mekanisme pengadilan, undang-undang, kebijakan publik, penalaran hukum, dan peran aturan dalam masyarakat.
Jurus ini tidak selalu gampang ditempuh karena banyak melibatkan aktivitas membaca, berbuat penelitian, dan berbuat argumentasi terstruktur. Berkuliah di bidang ini diperlukan kapasitas pemahaman, pengorganisasian, dan penulisan yang kuat.
2. Ilmu Komputer
Jurusan kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya selanjutnya adalah Ilmu Komputer. Rata-rata IPK di bidang ini yaitu sekitar 3,0 dengan jumlah jam belajar yang dihabiskan mahasiswa selama 10,5 jam per minggu.
Aspek yang membikin bidang Ilmu Komputer dinilai sebagai salah satu bidang kuliah tersulit adalah gabungan beragam sektor ilmu yang mesti dipelajari. Jurusan Ilmu Komputer menggabungkan matematika, logika, pemrograman, dan penalaran abstrak.
Para mahasiswa bidang ini umumnya mempelajari algoritma, struktur data, pengembangan alat lunak, arsitektur komputer, alas data, mekanisme operasi, dan bahasa pemrograman. Sebagian besar beban kerja bidang Ilmu Komputer berasal dari debugging, membangun proyek, dan belajar alat yang berubah dengan cepat.
Prospek pekerjaan Ilmu Komputer ada di sektor pengembangan alat lunak, analisis data, ilmu informasi, sokongan teknis, keamanan siber, maupun rancangan mekanisme komputer, tergantung pada spesialisasi dan portofolio mereka.
3. Ilmu Lingkungan Bumi
Ilmu Lingkungan Bumi jadi salah satu bidang kuliah tersulit dengan IPK rata-rata 2,96 dan jumlah jam belajar 15, 3 per minggu. Program studi ini menggabungkan geologi, kimia, biologi, fisika, ekologi, dan mekanisme lingkungan.
Dalam bidang Ilmu Lingkungan Bumi, dipelajari sepertiapa mekanisme lingkungan berhubungan dengan aktivitas manusia, termasuk iklim, air, tanah, ekosistem, polusi, dan penggunaan sumber daya.
Kegiatan kuliah tersebut seringkali melibatkan kerja laboratorium, kerja lapangan, analisis data, dan pemecahan masalah dari lebih dari satu perspektif pandang ilmiah. Dengan beragam aktivitas kuliah dan sektor yang mesti dikuasai tersebut, tidak heran bidang Ilmu Lingkungan Bumi dianggap sebagai bidang kuliah tersulit.
4. Kimia
Rata-rata IPK bidang Kimia sekitar 2,77 dengan jumlah jam belajar murid per minggu selama 18,06 jam. IPK rata-rata yang rendah dan jumlah jam belajar yang banyak itu menempatkan Kimia sebagai salah satu bidang kuliah tersulit.
Selain itu, bidang Kimia berhubungan dengan teori maupun pekerjaan laboratorium yang membutuhkan ketelitian baik. Dalam bidang ini, mahasiswa juga mempelajari senyawa, reaksi, larutan, instrumentasi, analisis kuantitatif, dan rancangan eksperimental.
5. Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan
Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan merupakan salah satu bidang kuliah tersulit karena menggabungkan beragam disiplin ilmu, yaitu ekonomi, ilmu lingkungan, kebijakan publik, dan pengelolaan sumber daya yang saling tumpang tindih.
Dalam bidang ini, mahasiswa akan mempelajari sepertiapa individu, bisnis, pemerintah, dan institusi membikin pilihan yang mempengaruhi sumber daya lingkungan dan kualitas lingkungan.
Jurusan Ekonomi dan Kebijakan Lingkungan terbilang menantang karena menuntut mahasiswa untuk menganalisis data, pertukaran kebijakan, insentif ekonomi, dan masalah lingkungan praktis secara bersamaan. IPK rata-rata bidang ini yaitu 2,95 dengan jumlah waktu belajar 15,3 jam per minggu.
6. Studi Amerika
Dalam beberapa perguruan tinggi yang membuka bidang Studi Amerika, ini menjadi salah satu bidang kuliah tersulit. Pasalnya, program studi ini menuntut pembacaan yang luas dan interpretasi yang cermat di seluruh sejarah, politik, sastra, budaya, ekonomi, media, dan seni.
IPK rata-rata bidang Studi Amerika adalah 3,12 dan total waktu belajar yang dihabiskan mahasiswa per minggu sekitar 14,1 jam. Dalam bidang ini, mahasiswa belajar metode menganalisis penduduk Amerika Serikat dari beragam perspektif.
Selain itu, mahasiswa dituntut menghasilkan artikel berbasis riset yang menghubungkan bukti dengan pertanyaan sosial yang lebih besar.
7. Rekayasa Nuklir
Jurusan kuliah tersulit selanjutnya adalah Rekayasa Nuklir. Jurusan yang sangat teknis ini memiliki IPK rata-rata sebesar 3,14 dengan jumlah waktu belajar per minggu 17,17 jam.
Dalam bidang Rekayasa Nuklir, mahasiswa belajar tentang reaksi nuklir, radiasi, mekanisme reaktor, ilmu termal, material, prosedur keselamatan, dan perhatian lingkungan. Sebagian lulusan juga mungkin membutuhkan lisensi profesional, pelatihan khusus, maupun persiapan kepatuhan yang ketat untuk beberapa peran karier.
Prospek bidang Rekayasa Nuklir meliputi tenaga nuklir, analisis keselamatan, pekerjaan pemerintahan, akomodasi penelitian, pekerjaan mengenai pertahanan, dan mekanisme energi.
8. Rekayasa Energi
Mahasiswa yang berkuliah di bidang Rekayasa Energi membutuhkan alas yang kuat dalam sektor fisika, mekanika, termodinamika, elektronika daya, pemodelan sistem, dan alat lunak drafting CAD. IPK rata-rata dalam bidang ini adalah 3,15 dengan jumlah jam belajar mahasiswa per minggu sekitar 17,17 jam.
Fokus dari bidang Rekayasa Energi adalah merancang, meningkatkan, dan mengevaluasi mekanisme yang menghasilkan, menggerakkan, menghemat, maupun mengoptimalkan energi.
9. Astrofisika
Perkuliahan dalam bidang Astrofisika melibatkan campuran sektor studi fisika tingkat lanjut, matematika, komputasi, dan ilmu observasi. Dalam bidang ini, mahasiswa belajar tentang bintang, galaksi, lubang hitam, kosmologi, dan hukum-hukum yang menerangkan lingkungan semesta.
Rata-rata IPK bidang Astrofisika adalah 3,29 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 18,59 jam per minggu. Mahasiswa Astrofisika dituntut untuk memiliki pengalaman riset, dan kapasitas kuantitatif yang kuat. Untuk berkarier di bidang ini, umumnya mahasiswa mesti melanjutkan studi pascasarjana.
10. Matematika Terapan
Jurusan Matematika Terapan menjadi bidang kuliah tersulit dengan IPK rata-rata 3,32 dan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,4 jam per minggu. Mata kuliah bidang Matematika Terapan mencakup kalkulus, aljabar, statistik, persamaan diferensial, komputasi, optimasi, dan pemodelan.
Mahasiswa yang berkuliah di bidang ini dilatih untuk dapat menggunakan model matematika untuk memecahkan masalah bumi nyata. Prospek pekerjaan dari bidang Matematika Terapan adalah dalam sektor teknik, kesehatan, keuangan, analisis data, teknologi, operasi, dan pengambilan keputusan pemerintah.
11. Studi Interdisipliner
Studi Interdisipliner merupakan bidang kuliah yang umumnya menggabungkan mata kuliah di sektor humaniora, ilmu sosial, dan profesional. IPK rata-rata bidang Studi Interdisipliner adalah 3,33 dan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,4 jam per minggu.
Studi Interdisipliner menjadi salah satu bidang kuliah tersulit berhubungan dengan prospek kerjanya. Luasnya mata kuliah yang dipelajari tidak jarang membikin mahasiswa lulusan bidang ini kesulitan mengaitkan mata kuliah dengan sasaran pekerjaan maupun sekolah pascasarjana yang tepat.
12. Genetika dan Biologi Tumbuhan
Dalam perkuliahan di bidang Genetika dan Biologi Tumbuhan, sektor ilmu yang dipelajari meliputi ilmu tanaman, bioteknologi, biologi molekuler, genetika, pertanian, nutrisi, dan mekanisme pangan.
Mahasiswa bidang ini diajarkan tentang sepertiapa sifat flora berkembang, sepertiapa gen berfungsi, dan sepertiapa ilmu biologis dapat mendukung pemecahan masalah pertanian dan lingkungan. IPK rata-rata bidang Genetika dan Biologi Tumbuhan yaitu 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 16,7 jam per minggu.
13. Ilmu Kelautan
Rata-rata IPK Ilmu Kelautan sekitar 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 15,72 jam per minggu. Melalui bidang Ilmu Kelautan, mahasiswa belajar tentang lautan, mekanisme pesisir, organisme laut, oseanografi, akuakultur, keanekaragaman hayati, polusi, dan konservasi.
Kegiatan perkuliahan Ilmu Kelautan seringkali merupakan campuran dari kerja lapangan, penyelaman penelitian, interpretasi data, analisis laboratorium, dan riset ekologi. Hal ini membikin Ilmu Kelautan jadi salah satu bidang kuliah tersulit.
Keterampilan menulis ilmiah, kesadaran keselamatan, dan kenyamanan bekerja baik di luar ruangan maupun lingkungan terkontrol menjadi kapasitas yang perlu dimiliki mahasiswa Ilmu Kelautan.
14. Ilmu Kognitif
Ilmu Kognitif merupakan bidang kuliah yang berfokus meneliti sepertiapa pikiran bekerja melalui psikologi, ilmu saraf, linguistik, filsafat, ilmu komputer, dan kecerdasan buatan. Dalam bidang ini, ada beragam disiplin ilmu yang perlu dipelajari yaitu memori, bahasa, persepsi, penalaran, pembelajaran, dan pengambilan keputusan.
IPK rata-rata bidang Ilmu Kognitif adalah 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 14,82 jam per minggu. Mahasiswa bidang Ilmu Kognitif dapat berkarier dalam mendukung sektor kedokteran, pendidikan, hubungan manusia-komputer, pemasaran, riset, dan teknologi.
15. Ekonomi Politik
Jurusan Ekonomi Politik memiliki IPK rata-rata 3,35 dengan jumlah waktu belajar mahasiswa 14,23 jam per minggu. Dalam bidang ini, mahasiswa diajarkan tentang mengevaluasi teori pasar, tata kelola, ketimpangan, pembangunan, dan kebijakan.
Ekonomi Politik berfokus pada metode melihat hubungan antara dominasi politik, mekanisme ekonomi, institusi, sejarah, budaya, dan hasil sosial. Lulusan dari bidang ini dapat berkarier di sektor pemerintahan, jasa keuangan, kebijakan publik, penelitian, pendidikan, advokasi, maupun perkumpulan internasional.
Itulah 15 bidang kuliah tersulit berdasarkan IPK dan waktu belajarnya. Deretan bidang kuliah tersulit di atas didominasi oleh bidang di sektor STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), teknik, ilmu komputer, ilmu lingkungan, serta program studi yang menggabungkan banyak disiplin ilmu dalam mata kuliahnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)