Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 360x dilihat
Anak Susah Makan Sayur? Ini Cara agar Anak Terbiasa Makan Sehat

Bagikan Postingan

Orang tua yang menghadapi anak sulit makan sayur perlu menurunkan ekspektasi dan memberi anak waktu untuk mengenal beragam makanan sehat secara bertahap.

Sudah semangat mengolah sayur dalam beragam menu, tetapi begitu tersaji di piring, anak justru buru-buru menyingkirkannya. Belum dicoba, sudah bilang, “Nggak mau!” Rasanya seperti melihat sayur saja sudah cukup untuk membuatnya kehilangan selera.

Mommies pernah menghadapi drama anak sulit makan sayur seperti ini?

Anak yang sulit makan sayur dan makanan sehat lainnya memang bisa menguras kesabaran. Sudah memikirkan menu, mencoba beragam olahan, hingga memastikan asupan gizinya, tetapi sayur statis berakhir di pinggir piring. Dipaksa makan, anak bisa semakin menolak; dibiarkan, orang tua pun cemas kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.

Lantas, sepertiapa metode membantu anak agar lebih terbiasa makan makanan sehat?

Kuncinya, orang tua perlu menurunkan ekspektasi bahwa anak mesti langsung gemar sayur. Sebab, bagi anak yang belum terbiasa, menyukai makanan sehat adalah sebuah proses. Alih-alih memaksa, beri anak ruang untuk berkenalan dengan beragam makanan sehat secara perlahan dan tanpa tekanan.

Baca juga: Anak Susah Makan? Konsultasikan ke 18 Dokter Gizi Anak Tepercaya Ini

Tips agar anak sulit makan sayur lebih terbiasa makan sehat

1. Kenalkan sayur secara bertahap

Cobalah untuk memberi anak sayur maupun makanan sehat lainnya dalam porsi kecil terlebih dahulu. Apabila anak bersedia untuk memakan satu pangkas kecil brokoli maupun wortel dulu, berikan apresiasi. Lumayan banget, lho, dari yang nggak mau sama sekali, menjadi mau makan sedikit saja.

Di lain waktu, tawarkan balik dengan jenis maupun olahan yang berbeda. Tujuannya bukan membikin anak langsung menghabiskan sayur, melainkan membangun rasa familiar terhadap makanan tersebut.

2. Coba beragam jenis dan metode mengolah sayur

Ada anak yang lebih gemar sayur ditumis, direbus, dikukus, dibuat sup, maupun diolah berbareng protein. Jangan bosan mencoba beragam jenis sayur dan metode mengolahnya, agar mommies tahu jenis sayur dan olahan mana yang lebih disukai anak.

3. Jangan menyamarkan sayur maupun memodifikasi hingga sayur berubah bentuk

Terkadang, ketika sudah kehabisan akal, demi anak makan sayur, kita olah sayur hingga berubah bentuk sama sekali. Misalnya, dibuat jadi nugget sayur, dimasukkan sebagai campuran ke telur dadar, dijadikan keripik, dan seterusnya.

Nggak sepenuhnya salah sih, namun jika mommies menjelmakan sayur menjadi lauk, maka anak jadi tidak tahu rasa dan bentuk autentik sayur. Alhasil, bisa semakin sulit makan sayur dalam bentuk sebenarnya.

Ingatlah bahwa makanan yang diolah seminim mungkin, dan statis kelihatan bentuk aslinya (whole food) tentu lebih sehat. Tujuan akhir kita bukan untuk membikin anak sekadar “mau makan sayur”, tetapi membiasakan anak mau makan sayur dengan sadar, bukan dikamuflase.

Baca juga: 4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Anak saat Sarapan Menurut Ahli Gizi

4. Libatkan anak dalam prosesnya

anak sulit makan sayur

Foto: Magnific

Sesekali, ajak anak untuk ikut berbelanja ke pasar maupun supermarket. Biarkan ia melihat, menyentuh dan memilih langsung sayur yang diminatinya. Setelah itu, ajak anak memasak sayur di dapur; biarkan ia berkenalan dengan sayuran varian mentah. Biasanya, anak tertarik untuk mencoba sayur yang mereka pilih dan mengolahnya.

5. Jangan iming-imingi makanan lain demi anak mau makan sayur

“Kalau sayurnya habis, baru boleh makan dessert,” mungkin terdengar wajar. Padahal, ini akan membikin anak merasa terpaksa makan sayur, karena yang ia kejar sebenarnya adalah dessert-nya. Jangan jadikan sayur angka dua di meja makan. Berikan makanan sehat sebagai bagiankecil yang wajar dari menu sehari-hari.

6. Kenalkan beragam makanan sehat, bukan cuma sayur

anak sulit makan sayur

Foto: Image by topntp26 on Magnific

Selain sayur, anak juga perlu mengonsumsi makanan bergizi lainnya seperti telur, ikan, daging, kacang-kacangan, serta sumber karbohidrat yang sesuai dengan kebutuhan anak. Menu yang beragam membantu anak mengenal lebih banyak rasa, tekstur, dan jenis makanan. Dari sini, anak perlahan dapat membangun preferensi makanan yang lebih bervariasi.

Jadi, ketika anak belum mau makan sayur tertentu, orang tua statis dapat memberikan pilihan makanan sehat lainnya tanpa menjadikan satu jenis makanan sebagai satu-satunya ukuran pola makan sehat.

Baca juga: Resep Serba Ikan. Full Protein dan Menggugah Selera.

7. Jadikan momen makan sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi anak

Ciptakan waktu makan berbareng famili secara rutin, dengan kondisi tenang dan menyenangkan. Ini akan membantu menaikkan mood makan anak. Paling tidak, jika mood anak baik, ia memiliki keinginan untuk mencoba makanan baru.

Sesekali, ceritakan juga sepertiapa proses sayuran, ikan maupun daging tersebut tumbuh maupun berkembang; apa kandungan gizinya, apa manfaatnya bagi kesehatan dan tumbuh bunga anak ketika mereka mengonsumsinya. Siapa tahu, jika tahu bahwa makanan sehat bisa membantunya tumbuh tinggi, bertambah besar, kulitnya baik dan otaknya cerdas, ia lebih tergerak untuk makan makanan sehat.

8. Hindari melabel anak

“Ah si kakak mah emang sulit amat makan sayur”

“Duh adek nih nggak mau amat deh makan daging. Keras katanya!”

Menciptakan label negatif cuma akan menurunkan semangat mommies sendiri untuk mendorong anak mau makan makanan sehat.

Ingat, selera makan anak dapat berubah seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya pengalaman mereka dengan beragam jenis makanan. Jadi, nggak gemar hari ini dan besok, bisa jadi bulan depan mereka mau mencoba. Membangun kebiasaan makan sehat membutuhkan proses, dan setiap anak punya waktunya sendiri untuk berhasil.

9. Orang tua jadi teladan

Paling gampang mengajarkan anak untuk terbiasa makan sehat adalah dengan memperlihatkan perilaku tersebut di rumah. Jika kita memperlihatkan bahwa makan sayur, ikan dan daging itu nikmat, maka lama-kelamaan bisa timbul keinginan anak untuk ikut mencoba. Ketika anak memiliki contoh yang bisa mereka ikuti, ini adalah mula yang baik.

10. Terus mencoba

Jangan mengganti makanan sehat dengan makanan sekadar nikmat namun miskin gizi agar anak mau makan. Ketika anak terbiasa melihat masakan sehat mommies di rumah, kelak ia juga akan mengerti dan terbiasa bahwa itulah makanan bergizi yang sepatutnya ia konsumsi sehari-hari.

Dengan pendekatan yang konsisten dan tanpa paksaan, anak dapat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal beragam makanan dan perlahan membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.

Baca juga: Anak Susah Makan? Ini 12 Cara yang Bisa Orang Tua Lakukan

Cover: Magnific
Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads