Rini Apriliani | Beautynesia
Senin, 05 Oct 2026 22:00 WIB
Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua yang sering bertengkar/Foto: Magnific.com
Setiap anak berkuasa untuk mendapatkan rasa terlindungi dan betah di rumah, baik itu secara jasmani maupun emosional. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa setiap rumah memiliki situasi yang berbeda-beda.
Atas beragam alasan, orang tua di rumah sering kali bertengkar. Pertengkaran orang tua tersebut bisa mengurangi rasa terlindungi pada anak.
Meski menyaksikan orang tua menyelesaikan perselisihan dapat mengajarkan pelajaran penting, sayangnya anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sering berkelahi tidak selalu mendapatkan akibat positif. Mereka bisa membawa kebiasaan yang berhubungan dengan rasa cemas dan takut terhadap pertengkaran hingga dewasa.
Melansir YourTango, ini dia metode mengenali anak yang dibesarkan orang tua yang sering berkelahi di rumah dilihat dari kebiasaannya saat dewasa. Simak!
1. Menghindari Perselisihan

Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com
Anak yang tumbuh dengan orang tua sering berkelahi memiliki ketakutan pada perselisihan. Akhirnya, mereka sering mencoba menekan emosinya sendiri dan memilih tidak mengungkapkannya.
Mereka takut terhadap reaksi orang lain akibat kecemasan yang dirasakannya sejak kecil. Alhasil, mereka memilih memendam saja sendiri.
Dalam banyak hal, mereka juga terkadang sulit mengatur emosinya karena selama ini cuma emosi orang tua yang diprioritaskan. Cara mereka mengekspresikan emosi terbilang rumit, karena mereka sangat takut akan terjadinya perselisihan.
2. Bergantung pada Validasi Orang Lain

Ilustrasi menyendiri/Foto: Magnific.com
Kebiasaan anak yang dibesarkan orang tua yang sering berkelahi selanjutnya adalah cenderung bersandar pada pengesahan orang lain. Validasi membikin mereka merasa lebih terlindungi dan terhibur.
Hal ini karena sejak kecil mereka tumbuh di rumah yang kondisi hatinya ditentukan oleh aspek luar, terutama pertengkaran orang tuanya. Saat dewasa, mereka secara tidak sadar selalu mencari rasa terlindungi dan kenyamanan dari orang lain, bukan dari dalam dirinya sendiri.
3. Terlalu Sering Meminta Maaf

Ilustrasi anak dan orang tua di rumah/Foto: Magnific.com
Kebiasaan lainnya adalah terlalu sering meminta ampun kepada orang lain, terlebihlagi untuk hal-hal yang bukan kesalahannya. Padahal, kebiasaan ini dapat merusak kebahagiaan dan harga dirinya.
Terlalu sering meminta ampun itu berakar dari perilaku gemar menyenangkan orang lain yang dikembangkan oleh anak dengan kondisi rumah yang kacau. Mereka mau menjaga kedamaian rumah, jadi mereka akan berbuat apa saja untuk menghindari amarah orang tua, termasuk mengecilkan diri sendiri maupun mencari kesalahan diri untuk dimintai maaf.
4. Sulit Mempercayai Orang

Ilustrasi pasangan/Foto: Magnific.com
Perasaan cemas pada anak yang dibesarkan orang tua sering berkelahi membikin mereka tidak gampang memercayai orang lain di sekitarnya. Hal ini karena mereka melihat hubungan orang tuanya yang seharusnya menjadi contoh rasa terlindungi justru penuh dengan pertengkaran dan kebencian.
Mereka tidak pernah menerima rasa terlindungi secara emosional seperti anak yang dibesarkan oleh orang tua yang bahagia. Akhirnya, kecemasan tersebut terbawa hingga hubungan mereka sendiri.
Beauties, itu dia metode mengenali anak yang dibesarkan orang tua yang sering berkelahi di rumah dilihat dari kebiasaannya. Bagaimana menurutmu?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.