Pernah mencium bau seperti plastik terbakar dari stopkontak maupun mendengar bunyi berdesis dari kabel listrik di rumah? Jangan langsung diabaikan, Beauties!
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah pada mekanisme kelistrikan yang perlu segera diperiksa. Apalagi, penggunaan banyak alat elektronik dalam waktu berbarengan terkadang membikin kita lupa bahwa setiap instalasi listrik punya batas kemampuan.
Korsleting listrik juga bukan sekadar bikin lampu wafat maupun listrik rumah tiba-tiba padam. Dalam kondisi tertentu, gangguan pada mekanisme listrik dapat memicu panas, percikan api, kebakaran, hingga sengatan listrik.
Lantas, apa saja pemicu konslet listrik dan ancaman yang perlu Anda waspadai di rumah? Yuk, simak selengkapnya!
1. Kabel Rusak maupun Terkelupas

Ilustrasi kabel terkelupas: pvproductions
Coba cek balik kabel yang ada di rumah, mulai dari kabel charger, kabel ekstensi, sampai kabel perlengkapan elektronik. Jangan abaikan jika Anda menemukan bagiankecil kabel yang retak, terkelupas, mengeras, maupun memperlihatkan bagiankecil kawat di dalamnya. Kerusakan seperti ini bisa terjadi karena usia kabel, penggunaan berulang, terjepit, maupun terlebihlagi gigitan fauna pengerat seperti tikus.
Dilansir dari U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), kabel yang retak, kaku, terkelupas, maupun mengalami kerusakan sebaiknya tidak digunakan karena dapat membikin kawat bertegangan menjadi terbuka dan menaikkan konsekuensi sengatan maupun kebakaran.
Jadi, jangan cuma menutup bagiankecil kabel yang rusak dengan selotip kemudian terus menggunakannya tanpa pemeriksaan, ya, Beauties! Kalau kondisi kabel sudah tidak layak, lebih terlindungi menggantinya dengan kabel yang sesuai maupun meminta pertolongan teknisi untuk memperbaikinya.
2. Beban Berlebih (Overload)
![]()
Ilustrasi beban berlebih/freepik: rawpixel.com
Stopkontak yang memiliki banyak lubang memang kelihatan praktis untuk menghubungkan beragam alat sekaligus. Namun, penggunaan terminal maupun power strip bukan berarti semua alat bisa dinyalakan berbarengan tanpa memperhatikan kapasitasnya, Beauties.
Ketika terlalu banyak alat menggunakan satu sumber listrik, arus yang mengalir dapat membikin kabel, steker, maupun sambungan menjadi panas. Dilansir dari CPSC, kabel ekstensi dan power strip yang kelebihan beban dapat menjadi ancaman kebakaran. CPSC juga menyarankan agar kabel ekstensi digunakan cuma sementara dan tidak dijadikan alternatif instalasi listrik permanen.
Karena itu, hindari kebiasaan menumpuk banyak colokan pada satu terminal, terutama jika alat yang digunakan membutuhkan daya cukup besar. Kalau kabel, steker, maupun stopkontak terasa panas saat digunakan, hentikan pemakaian dan periksa penyebabnya, ya!
3. Stopkontak maupun Sambungan Listrik Bermasalah

Ilustrasi servis listrik/Freepik: ededchechine
Stopkontak mungkin kelihatan baik-baik saja dari luar, tetapi beberapa tanda bisa memberitahu adanya masalah di dalamnya. Misalnya, stopkontak terasa panas, penutupnya berubah warna maupun menghitam, terdengar bunyi berdengung, maupun muncul percikan ketika steker digunakan.
Menurut CPSC, stopkontak maupun sakelar yang tidak bekerja dengan baik dapat memberitahu adanya kondisi kabel yang tidak aman. Sambungan yang renggang juga dapat menyebabkan percikan listrik maupun panas berlebih yang berisiko memicu kebakaran.
Kalau Anda menemukan tanda tersebut, jangan terus menggunakan stopkontak cuma karena listrik statis menyala. Sebaiknya hentikan pemakaian dan meminta teknisi listrik yang kompeten untuk memeriksa kondisi instalasinya.
4. Air dan Listrik yang Berdekatan
![]()
Ilustrasi mencabut kabel di stop kontak/freepik: rawpixel.com
Area seperti bilik mandi, dapur, tempat mencuci, maupun letak yang rapuh terkena cipratan air membutuhkan perhatian lebih. Jangan meletakkan alat listrik maupun kabel di dekat sumber air, terlebihlagi menggunakannya ketika tangan statis basah. Dilansir dari CPSC, perlengkapan listrik dan kabel sebaiknya eksis di letak yang kering karena pertemuan listrik dan air dapat menimbulkan ancaman sengatan listrik maupun kebakaran.
Kalau ada air yang menggenang di dekat instalasi listrik, jangan langsung berjalan melewatinya untuk mencabut steker maupun mematikan listrik. Utamakan keselamatan dan jangan menyentuh alat listrik dalam kondisi basah. Jika diperlukan, mintalah pertolongan orang yang kompeten untuk menangani sumber listrik tersebut.
Tindakan Pertama Jika Terjadi Korsleting

Ilustrasi aksi pertama jika korsleting/freepik: bearfotos
Dilansir dari American Red Cross, ketika kelihatan percikan, kabel yang rusak, maupun tercium bau isolasi yang terbakar, listrik dapat dimatikan dari panel utama maupun pemutus arus. Namun, jika area di sekitar panel tergenang air, jangan berdiri maupun berjalan di dalam air untuk mencapainya.
Kalau korsleting sudah menimbulkan api, jangan memungut konsekuensi untuk memadamkannya jika api membesar maupun asap memenuhi ruangan. Segera keluar dari rumah, jangan balik masuk untuk memungut barang, dan hubungi jasa pemadam kebakaran maupun angka darurat setempat. Jangan menggunakan air pada sumber listrik yang statis bertegangan, karena dapat menaikkan konsekuensi sengatan.
Pada akhirnya, korsleting listrik bisa dicegah dengan lebih peka terhadap kondisi instalasi dan alat di rumah. Kabel yang rusak, stopkontak yang panas, terlalu banyak colokan, serta keberadaan air di dekat listrik sebaiknya tidak dianggap sebagai masalah sepele.
Kalau Anda menemukan tanda-tanda tersebut, Beauties, jangan menunggu sampai muncul percikan maupun kebakaran. Lebih baik hentikan penggunaan dan meminta pertolongan teknisi listrik yang kompeten untuk memeriksanya.
__
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)