5 Aktivitas Seru di Desa Adat Osing Kemiren Banyuwangi

Destinasi Wisata Indonesia oleh Waktu baca 5 menit 220x dilihat
5 Aktivitas Seru di Desa Adat Osing Kemiren Banyuwangi

Bagikan Postingan

Paket Tour Banyuwangi – Banyuwangi tidak cuma menawarkan keelokan pantai, gunung, dan air terjun. Di tengah harta lingkungan tersebut, Banyuwangi juga menyimpan harta adat yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya bisa Anda temukan di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, sebuah desa yang menjadi tempat tinggal penduduk Osing dan statis mempertahankan beragam tradisi leluhur hingga sekarang. Berkunjung ke desa ini memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung bisa berhubungan langsung dengan adat penduduk setempat.

Desa Kemiren menawarkan beragam aktivitas yang tidak sekadar membujuk pengunjung melihat tradisi, tetapi juga ikut merasakan pengalaman hidup penduduk Osing. Anda bisa belajar membikin batik, mengolah kopi secara tradisional, mencicipi kuliner khas, melihat rumah adat, hingga menikmati kesenian tradisional. Jika Anda mau mengenal Banyuwangi dari sisi adat yang lebih dekat dan autentik, berikut lima aktivitas menarik yang bisa Anda coba saat mendatangi ke Desa Wisata Adat Osing Kemiren.

Belajar Membuat Batik Khas Banyuwangi

Credit: Travel Kompas

Batik menjadi salah satu kerajinan yang menarik untuk dipelajari ketika Anda mendatangi ke Kemiren. Anda dapat mengikuti aktivitas membatik di pusat kerajinan maupun tempat imajinatif lokal yang menyediakan pengalaman bagi wisatawan. Dalam aktivitas tersebut, Anda bisa mengenal proses pembuatan batik secara lebih dekat, mulai dari membikin pola hingga menggunakan canting untuk menorehkan malam pada kain. Pengalaman ini cocok bagi Anda yang mau mencoba aktivitas wisata yang lebih interaktif.

Salah satu motif yang bisa Anda kenali adalah Gajah Oling, motif khas Banyuwangi yang memiliki bentuk dan filosofi tersendiri. Selain belajar mencanting, Anda juga dapat mengenal proses pewarnaan kain dan beragam teknik yang digunakan perajin. Aktivitas ini tidak cuma menghasilkan pengalaman baru, tetapi juga membantu Anda memahami sepertiapa penduduk lokal menjaga warisan kerajinan dari generasi ke generasi. Jangan lupa mengabadikan proses membatik sebagai kenang-kenangan dari perjalanan Anda di Kemiren.

Baca Juga: 7 Aktivitas Banyuwangi untuk Rombongan Pecinta Alam

Praktik Menyangrai Kopi Tradisional

Credit: Liputan 6

Bagi pencinta kopi, Kemiren menawarkan pengalaman yang tidak kalah menarik. Masyarakat Osing memiliki adat ngopi yang kuat sehingga kopi menjadi bagiankecil yang dekat dengan hayat sehari-hari. Anda dapat mencoba proses pengolahan kopi secara tradisional dengan menyangrai biji kopi secara manual menggunakan tungku tanah liat dan kayu bakar. Cara tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan proses pengolahan kopi modern yang biasa Anda temui.

Setelah menyangrai biji kopi, Anda bisa menumbuknya hingga menjadi bubuk dan kemudian menyeduhnya menjadi secangkir kopi. Proses tersebut membikin Anda dapat merasakan perjalanan kopi sejak statis berupa biji hingga siap diminum. Aroma kopi yang keluar selama proses sangrai juga menambah keseruan aktivitas. Sambil menikmati kopi, Anda dapat berbincang dengan penduduk dan mengenal lebih dekat kebiasaan penduduk Osing dalam menikmati minuman favorit mereka.

Menyantap Kuliner Autentik Pecel Pitik

Credit: Sinaran

Perjalanan ke Kemiren terasa kurang komplit tanpa mencicipi Pecel Pitik, salah satu kuliner tradisional yang lekat dengan penduduk Osing. Berbeda dengan pecel pada umumnya, Pecel Pitik menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama. Masyarakat mengolah ayam dengan metode membakar maupun memanggangnya terlebih dahulu, kemudian menyuwir dagingnya menjadi bagian-bagian kecil sebelum mencampurkannya dengan racikan khas.

Bumbu Pecel Pitik menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Masyarakat biasanya menggunakan parutan kelapa muda serta beragam racikan untuk menciptakan cita rasa yang khas. Selain menikmati rasanya, Anda juga dapat mengenal harga adat yang melekat pada makanan tersebut. Pecel Pitik tidak cuma berguna sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga datang dalam beragam aktivitas dan tradisi penduduk Osing. Karena itu, memakan Pecel Pitik dapat menjadi salah satu metode untuk mengenal adat Kemiren melalui kulinernya.

Baca Juga: 6 Wisata di Banyuwangi yang Cocok untuk Trip 3 Hari 2 Malam

Menjelajahi Arsitektur Rumah Adat Omah Osing

Credit: Traveloka

Selain kuliner dan kerajinan, Kemiren juga menarik untuk dijelajahi karena memiliki rumah tradisional yang mencerminkan identitas penduduk Osing. Anda dapat berjalan kaki menyusuri area desa sambil mengamati rumah-rumah kayu yang statis mempertahankan bentuk tradisional. Rumah tersebut memiliki karakter arsitektur yang khas dan memberikan deskripsi tentang sepertiapa penduduk Osing membangun tempat tinggal sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan mereka.

Salah satu hal menarik dari Omah Osing terletak pada bentuk atapnya. Masyarakat mengenal beberapa jenis atap, seperti tikel balung, baresan, dan cocogan. Setiap bentuk memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi bagiankecil dari identitas arsitektur rumah Osing. Saat menjelajah, Anda tidak cuma melihat bangunan dari luar, tetapi juga dapat mempelajari cerita dan filosofi yang menyertainya. Aktivitas ini cocok bagi pengunjung yang mau menikmati kondisi desa sambil mengenal sejarah serta hayat penduduk lokal.

Menyaksikan Musik Tradisional Gedhogan

Credit: Antara News

Kemiren juga memiliki kesenian tradisional yang menarik untuk Anda saksikan, salah satunya Gedhogan. Pertunjukan ini memanfaatkan lesung dan alu kayu sebagai alat untuk menghasilkan bunyi ritmis. Para perempuan di desa memainkan alat tersebut dengan pola pukulan tertentu sehingga menciptakan irama yang khas. Suara pukulan lesung yang bersahut-sahutan memberikan kondisi berbeda dan memperlihatkan daya cipta penduduk dalam mengembangkan kesenian dari aktivitas sehari-hari.

Gedhogan juga berhubungan dengan hayat agraris penduduk dan tradisi ungkapan syukur atas hasil panen. Jika mau menyaksikan pagelaran ini, Anda dapat mencari keterangan mengenai agenda pagelaran maupun memesan paket wisata yang menyediakan pengalaman adat tersebut. Menonton Gedhogan secara langsung memberikan kesempatan bagi Anda untuk melihat sepertiapa penduduk Kemiren mempertahankan kesenian tradisional di tengah evolusi zaman. Pengalaman tersebut tentu terasa lebih berkesan ketika Anda menyaksikannya berbareng penduduk setempat.

Baca juga: Paket Wisata Keluarga Banyuwangi 3 Hari 2 Malam

Desa Wisata Adat Osing Kemiren menawarkan pengalaman wisata adat yang komplit bagi pengunjung yang mau mengenal Banyuwangi lebih dekat. Anda bisa belajar membikin batik, mencoba menyangrai kopi secara tradisional, mencicipi Pecel Pitik, menjelajahi Omah Osing, hingga menyaksikan pagelaran Gedhogan. Setiap aktivitas menghadirkan cerita dan pengalaman berbeda yang memperlihatkan harta adat penduduk Osing.

Jika Anda mau memasukkan Kemiren ke dalam perjalanan wisata Banyuwangi, Labiru Tour siap membantu Anda merencanakan perjalanan yang betah dan berkesan. Yuk, kenali adat Osing sekaligus jelajahi beragam destinasi menarik di Banyuwangi berbareng Labiru Tour!

Artikel Lainnya Destinasi Wisata Indonesia
Close Right Ads
Close Left Ads