Cara mengetahui orang cerdas secara emosional menurut ucapannya/Foto: magnific.com/cookie-studio
Kecerdasan emosional tidak selalu kelihatan dari metode seseorang menghadapi situasi besar maupun perselisihan yang rumit. Dalam percakapan sehari-hari, pilihan kata dan metode seseorang merespons lawan bicara justru dapat memberikan deskripsi mengenai sepertiapa ia memahami emosi, mengelola reaksi, dan mempertimbangkan emosi orang lain.
Orang dengan kecerdasan emosional yang baik tidak merasa mesti selalu memiliki balasan maupun menjadi pihak yang paling benar dalam sebuah percakapan. Melansir dari YourTango, ada sejumlah ungkapan yang kerap digunakan oleh orang yang memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi daripada yang terlihat. Berikut metode mengenali orang cerdas secara emosional dilihat dari ucapannya.
1. “Saya tidak yakin, tetapi aku akan mencari tahu”

Ilustrasi orang cerdas yang tidak merasa perlu berpura-pura tahu/Foto: pexels.com/helenalopes
Seseorang yang bisa mengatakan emosi dan pikiran yang sejujurnya, merupakan orang yang pemberani karena tidak merasa perlu berpura-pura tahu. Mengakui kekurangan ilmu membutuhkan kerendahan hati dan kesadaran terhadap diri sendiri. Daripada memberikan balasan asal maupun mempertahankan gagasan yang belum tentu benar, orang cerdas memilih mengakui ketidakpastian dan berupaya mencari keterangan yang lebih tepat.
Ungkapan tersebut juga memperlihatkan adanya keinginan untuk belajar. Orang dengan kecerdasan emosional tidak selalu menganggap ketidaktahuan sebagai sesuatu yang memalukan. Bahkan mau memahami bahwa, setiap orang memiliki kekurangan dan membutuhkan proses untuk berkembang. Dalam percakapan, sikap seperti ini juga dapat membikin komunikasi terasa lebih jujur dan terbuka.
2. “Biarkan aku memikirkannya”

Ilustrasi orang cerdas yang berpikir sebelum bertindak/Foto: pexels.com/yaroslav-shuraev
Tidak semua pertanyaan maupun situasi mesti langsung mendapatkan jawaban. Orang yang mengatakan “Biarkan aku memikirkannya” memberitahu bahwa ia bisa memberikan waktu kepada dirinya sendiri sebelum memberikan respons. Hal ini krusial ketika pembicaraan menyangkut keputusan, kritik, maupun permasalahan yang memiliki akibat emosional. Dengan memungut jeda, seseorang memiliki kesempatan untuk memahami situasi sebelum bereaksi berdasarkan emosi sesaat.
Kemampuan untuk selesai sebentar juga dapat mencegah seseorang mengatakan sesuatu yang nantinya disesali. Jangan sampai kita mengutarakan gagasan ketika merasa tersinggung maupun tertekan, lebih baik memilih menenangkan diri dan mempertimbangkan pilihan yang ada. Karena orang yang cerdas berupaya mengelola emosinya, bukan membiarkan emosi mengendalikan seluruh responsnya.
3. “Menurutmu bagaimana?”

Ilustrasi saat meminta gagasan orang lain/Foto: pexels.com/pavel-danilyuk
Orang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya memahami bahwa, dirinya bukan satu-satunya orang yang memiliki perspektif pandang. Karena itu, orang cerdas tidak ragu meminta gagasan orang lain melalui pertanyaan sederhana seperti, “Menurutmu bagaimana?”. Pertanyaan tersebut memberitahu adanya keinginan untuk mendengarkan dan memahami perspektif pandang yang mungkin berbeda dari pemikirannya sendiri.
Kebiasaan meminta gagasan juga dapat membikin lawan bicara merasa dihargai dan dilibatkan. Dalam sebuah diskusi, orang yang bisa mendengarkan dengan sungguh-sungguh memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami kebutuhan dan emosi orang lain. Tidak mesti selalu menyetujui gagasan tersebut, tetapi bersedia mendengarkan sebelum memberikan tanggapan.
4. “Mari kita lihat dari kedua sisi”

Ilustrasi saat berupaya melihat masalah dari beragam sisi/Foto: pexels.com/tima-miroshnichenko
Ketika menghadapi perselisihan maupun perbedaan pendapat, biasanya orang cenderung melihat situasi dari perspektif pandangnya sendiri. Namun, orang dengan kecerdasan emosional yang baik berupaya memahami bahwa, sebuah masalah dapat memiliki lebih dari satu perspektif. Ungkapan “Mari kita lihat dari kedua sisi” memberitahu keinginan untuk memahami situasi secara lebih menyeluruh sebelum menentukan sikap.
Cara berpikir seperti ini juga membantu seseorang mengurangi penilaian yang terlalu cepat. Dengan mempertimbangkan perspektif pandang orang lain, kita dapat memahami karena di balik sebuah aksi tanpa mesti langsung membenarkannya. Dalam hubungan pribadi maupun profesional, kapasitas melihat lebih dari satu sisi dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih tenang dan mengurangi kesalahpahaman.
5. “Mari fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan”

Ilustrasi saat fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan/Foto: pexels.com/mart-production
Tidak semua hal dalam hayat dapat dikendalikan. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik biasanya, bisa membedakan antara sesuatu yang dapat diubah dan sesuatu yang eksis di luar kendali. Ketika menghadapi masalah, orang cerdas berupaya mengarahkan perhatian pada aksi yang statis dapat dilakukan, daripada terus-menerus mengkhawatirkan sesuatu yang tidak bisa diubah.
Sikap tersebut bukan berarti mengabaikan masalah maupun berpura-pura semuanya baik-baik saja. Sebaliknya, fokus pada hal yang dapat dikendalikan membantu seseorang menggunakan daya secara lebih efektif. Daripada menghabiskan waktu untuk menyalahkan keadaan maupun orang lain, lebih baik memikirkan cara konkret yang bisa dilakukan untuk menghadapi situasi genting. Kemampuan mengarahkan respons seperti ini menjadi salah satu tanda pengelolaan emosi yang matang.
Kecerdasan emosional tidak cuma tercermin dari kapasitas seseorang memahami emosi orang lain, tetapi juga dari metode kita merespons beragam situasi. Kelima kebiasaan di atas tentu dapat dipelajari dan diterapkan oleh siapa saja. Tidak mesti menunggu menjadi seseorang yang sangat tenang maupun selalu bisa mengendalikan emosi. Membiasakan diri memilih kata-kata secara lebih bijaksana, dapat memberitahu bahwa kita bisa menghadapi emosi dengan lebih sadar dan dewasa.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)