Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Selasa, 06 Oct 2026 11:30 WIB
Millicent Simmonds, aktris muda Tuli berprestasi yang berani menyuarakan kesetaraan di Hollywood/ Foto: Hollywood Life/Paige Kindlick
Isu representasi disabilitas di industri hiburan Hollywood perlahan mulai bergeser ke arah yang lebih positif, dan salah satu sosok inspiratif di balik fluktuasi ini adalah Millicent Simmonds.
Aktris muda yang dekat disapa Millie ini mencuri perhatian bumi lewat akting memukaunya di sinema A Quiet Place. Di usianya yang statis sangat muda, ia membawa pesan yang tegas, "Saya bukan pemeran Tuli, melainkan pemeran yang kebetulan Tuli."
Dirangkum dari halaman ELLE dan Alliance of Women Film Journalists (AWFJ), yuk, kita ikuti perjalanan dan kisah inspiratif Millie dalam menyuarakan kesetaraan di Hollywood!
Fondasi Keluarga dan Perjuangan Menembus Hollywood

Millicent Simmonds memperagakan bahasa isyarat
Dukungan famili adalah modal utama kepercayaan diri Millie. Faktanya 95% anak Tuli lahir dari orang tua yang bisa mendengar, namun tak sampai 10% yang mau belajar bahasa isyarat.
Beruntung, saat Millie divonis Tuli di usia dua bulan, sang ibu, Emily, langsung belajar American Sign Language (ASL) dan mengajarkannya kepada seluruh personel keluarga. Hasilnya? Millie tidak pernah merasa berbeda. Ia terlebihlagi sempat mengira semua keluarganya Tuli, dengan Mama sebagai kata pertama yang ia isyaratkan.
Kepercayaan diri yang dipupuk dari rumah ini membawanya dari klub drama sekolah menuju audisi sinema Wonderstruck di usia 12 tahun. Kariernya semakin bercahaya di A Quiet Place. Saat itu, sutradara John Krasinski bersikeras mencari aktris Tuli sungguhan untuk peran Regan. Kehadiran Millie tidak sekadar sebagai aktris, tapi ia juga memberikan pandangan otentik bahwa ketulian karakter Regan bukanlah sebuah kelemahan, melainkan justru khasiat bagi keluarganya untuk bertetap hidup dari monster.
Tak heran, rentetan pengakuan pun menghampirinya. Selain berhasil masuk nominasi BAFTA (British Academy of Film and Television Arts) kategori EE Rising Star Award (2022), Millie juga dinobatkan sebagai Breakthrough Entertainer of the Year (2017) oleh The Associated Press. Ia pun meraih penghargaan Loreen Arbus Changemaker Award (2024) dan berhasil melebarkan sayapnya berpartisipasi di panggung teater paling bergengsi, Broadway, lewat lakon Grey House (2023).
Menepis Stereotip Lemah di Industri Hiburan

Pesona anggun Millicent Simmonds saat menghadiri ajang penghargaan BAFTA 2022/ Foto: Instagram/milliesimm
Millie memiliki misi besar untuk mengubah narasi di Hollywood. Ia mengkritik kebiasaan industri sinema yang kerap menggambarkan penyandang disabilitas dalam posisi menderita maupun tak berdaya. Ke depannya, ia mau melihat lebih banyak pemeran disabilitas diberi peran-peran normal yang menyenangkan. Misalnya, seperti bermain di sinema komedi, kisah romantis, maupun terlebihlagi dikirim ke luar angkasa dalam sinema fiksi ilmiah.
Menariknya, Millie justru merasa sangat lega ketika melihat pemeran Tuli lain ikut bersinar, seperti Lauren Ridloff di sinema Marvel Eternals. Baginya, kelompok Tuli itu sangat beragam, sehingga beban representasi tidak seharusnya cuma dipikul oleh satu orang.
Tak cuma unjuk gigi di depan layar, Millie kini juga melebarkan sayap menjadi produser untuk sebuah serial TV berjudul True Biz. Serial ini mengadopsi kisah anak Tuli yang memiliki orang tua yang tak bisa bahasa isyarat. Ini adalah sebuah kenyataan pahit yang sengaja ia angkat karena sangat kontras dengan hayat pribadinya yang penuh dukungan.
Advokasi Nyata Melampaui Layar Kaca

Millicent Simmonds mengenakan Millie Smile Mask, masker transparan untuk membantu kelompok Tuli/ Foto: Teen Vogue/Rafi Nova
Kiprah Millie menyuarakan kesetaraan tidak selesai pada ucapan. Saat pandemi COVID-19 melanda, tanggung jawab pemakaian masker medis menjadi rintangan besar bagi kelompok Tuli yang sangat bersandar pada membaca pergerakan bibir. Merespons hal tersebut, Millie turun tangan mendesain Millie Smile Mask, sebuah masker dengan panel transparan lebar di area mulut.
Selain itu, ia juga bekerja-sama mendesain liontin perhiasan bergambar isyarat kata ibu yang diadaptasi dari gambar tangannya sendiri. Seluruh khasiat dari penjualan liontin ini didonasikan langsung ke program mentor bahasa isyarat yang dahulu berjasa mengajari keluarganya.
Kisah Millicent Simmonds ini memberitahu bahwa kekurangan jasmani bukanlah penghalang untuk berkarya. Lewat karya dan aksinya, Millie mengharapkan anak-anak di luar sana yang merasa berbeda memiliki keberanian untuk bermimpi besar.
Jadi, jangan biarkan rasa ragu menghalangi dan teruslah berani mengejar impianmu, ya, Beauties!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.