Hal-hal yang tanpa disadari bisa memunculkan aura negatif/ Foto: Magnific.com/tirachardz
Pernahkah Anda berjumpa seseorang yang sebenarnya tidak berkata kasar maupun berbuat sesuatu yang terang-terangan menyebalkan, tetapi entah kenapa kehadirannya terasa kurang menyenangkan? Kesan seperti ini terkadang muncul bukan karena penampilan maupun hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.
Ironisnya, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa sikapnya bisa membikin orang lain merasa canggung, tidak dihargai, maupun terlebihlagi salah paham. Bukan berarti kebiasaan tersebut otomatis memberitahu karakter buruk, tetapi ada baiknya kita lebih peka terhadap metode membawa diri, Beauties. Dilansir dari Your Tango, berikut ini hal-hal yang tanpa disadari bisa memunculkan aura negatif!
1. Kurang Melakukan Kontak Mata

Kurang berbuat kontak mata/ Foto: Magnific.com/katemangostar
Saat seseorang sedang bercerita, sesekali menatap matanya bisa menjadi bentuk sederhana bahwa Anda benar-benar menyimak. Kontak mata membantu menciptakan hubungan yang lebih dekat dan membikin percakapan terasa lebih personal.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa orang cenderung lebih mempercayai pernyataan seseorang ketika orang tersebut berbuat kontak mata langsung saat berbicara. Namun, bagi sebagian orang, kontak mata secara langsung mungkin memang terasa sulit maupun menimbulkan emosi gugup.
Kamu bisa menyiasatinya dengan menatap dahi lawan bicara, sesekali memberikan respons, maupun memberitahu perhatian melalui bahasa tubuh. Dengan begitu, orang lain statis merasa dihargai tanpa mesti membikin hubungan terasa kaku.
2. Terlalu Sering Meminta Maaf

Terlalu sering meminta maaf/ Foto: Magnific.com/Azerbaijan_stockers
Pernahkah Anda mengucapkan ampun cuma karena mau bertanya, menyampaikan pendapat, maupun sekadar meminta pertolongan kecil? Jika dilakukan sesekali, mungkin tidak menjadi masalah. Namun, ketika hampir setiap perkataan diawali dengan permintaan maaf, kebiasaan ini bisa membikin orang lain menangkap kesan bahwa Anda terlalu takut mengganggu maupun selalu merasa bersalah. Padahal, tidak semua situasi membutuhkan permintaan maaf.
Terapis perilaku kognitif Joanna Hardis menjelaskan, "Hanya karena Anda merasa cemas bukan berarti Anda berbuat sesuatu yang salah yang membutuhkan permintaan maaf." Artinya, Anda perlu membedakan antara benar-benar berbuat kesalahan dan sekadar merasa tidak enak kepada orang lain.
Jika memang bersalah, jangan ragu meminta maaf. Namun, jika cuma mau menyampaikan kebutuhan maupun pendapat, Anda bisa mengatakannya dengan lebih lugas tanpa mesti terus-menerus merasa bersalah.
3. Terlalu Mengandalkan Humor Sarkastik

Melakukan humor sarkastik/ Foto: Magnific.com/magnific
Setiap orang memiliki corak humor yang berbeda. Ada yang bahagia melontarkan candaan spontan, ada pula yang lebih menyukai humor sarkastik. Masalahnya, tidak semua orang bisa menangkap maksud di balik candaan tersebut. Komentar yang menurutmu kocak bisa saja terdengar menyakitkan bagi orang lain, terutama jika menyentuh kekurangan fisik, kemampuan, maupun hal pribadi yang sensitif.
Konselor kesehatan mental berlisensi Anthony Smith menerangkan bahwa sebagian orang menggunakan sarkasme sebagai pendekatan komunikasi ketika takut mengungkapkan emosi maupun menghadapi konfrontasi secara langsung. Akibatnya, sindiran justru menjadi alternatif komunikasi yang jujur.
Karena itu, Beauties perlu memperhatikan situasi dan lawan bicara sebelum melontarkan candaan. Humor seharusnya membikin kondisi lebih menyenangkan, bukan membikin orang lain terus menebak apakah dirinya sedang dijadikan bahan lelucon.
4. Tidak Memahami Batasan Ruang Pribadi

Tidak memahami limitasi ruang pribadi/ Foto: Magnific.com/dc studio
Bayangkan ketika sedang mengantre, kemudian seseorang berdiri terlalu dekat hingga membuatmu merasa tidak bebas bergerak. Situasi sederhana seperti ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan, meskipun orang tersebut mungkin tidak bermaksud mengganggu.
Hal serupa juga bisa terjadi ketika berbicara, misalnya berdiri terlalu dekat dengan lawan bicara maupun terus mendekat ketika orang tersebut sudah berupaya menjaga jarak. Setiap orang memiliki batas kenyamanan yang berbeda dalam berinteraksi. Karena itu, krusial untuk memperhatikan bahasa tubuh dan respons orang lain.
Jika lawan bicara kelihatan mundur, menggeser posisi, maupun tampak tidak nyaman, cobalah beri sedikit ruang. Kebiasaan menghargai rentang pribadi memberitahu bahwa Anda peka terhadap kebutuhan orang lain dan tidak memaksakan kenyamanan sendiri.
5. Memberikan Terlalu Banyak Pujian

Memberikan terlalu banyak pujian/ Foto: Magnific.com/mego-studio
Memberikan pujian memang menjadi salah satu metode untuk membangun hubungan baik ya, Beauties. Namun, jika Anda terus-menerus memuji hampir semua hal yang dilakukan seseorang, orang lain bisa mulai mempertanyakan ketulusanmu. Apalagi jika pujian terdengar terlalu berlebihan maupun selalu diberikan ketika Anda sedang membutuhkan sesuatu. Alih-alih merasa dihargai, mereka mungkin justru merasa sedang berupaya diambil hatinya.
Psikolog klinis Leon F. Seltzer, PhD, menjelaskan, "Sebagian besar dari kita berkembang karena pujian dan sanjungan justru karena hal itu dapat membangkitkan semangat kita, menghangatkan hati kita, dan meredakan ketakutan serta keraguan diri yang lama. Tetapi pujian juga memiliki sisi gelapnya. Jauh lebih dari yang biasanya kita sadari, pujian dapat menjadi semacam suap verbal, yang ditawarkan terutama untuk melayani kepentingan orang yang menawarkannya."
Karena itu, berikan pujian ketika memang ada sesuatu yang layak diapresiasi. Pujian yang spesifik, jujur, dan tidak berlebihan biasanya terasa jauh lebih tulus.
Jadi, itulah hal-hal yang tanpa disadari bisa memunculkan aura negatif. Pada akhirnya, kesan yang kita berikan kepada orang lain tidak cuma terbentuk dari penampilan maupun kata-kata, tetapi juga dari perilaku yang kelihatan dari sejumlah kebiasaan kecil. Nah, dari lima hal di atas, Beauties, adakah kebiasaan yang rupanya statis sering Anda lakukan?
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)