5 Kebiasaan Yang Membuat Anak Merasa Benar-benar Dekat Dengan Orang Tua

Jun 28, 2026 08:20 AM - 2 jam yang lalu 98

Jakarta -

Setiap orang tua tentu mau bisa tetap dekat dan punya bonding yang kuat dengan anak-anaknya. Apa saja kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan perihal ini?

Tak melulu dengan kata alias sekadar kehadiran bentuk saja lho, Bunda. Tindakan sederhana yang dilakukan sehari-hari justru sering kali mempunyai makna yang lebih mendalam bagi mereka.

Kebiasaan-kebiasaan agar orang tua bisa dekat dengan anak

Nah, berikut beberapa contoh kebiasaan sederhana yang bisa membikin anak merasa lebih dekat, aman, dan dicintai oleh orang tua:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Selalu mendengarkan anak

Dikutip dari Your Tango, salah satu kebiasaan yang membikin anak merasa betul-betul dekat dengan orang tua ialah selalu mendengarkan.

Anak-anak sebenarnya mempunyai banyak perihal untuk disampaikan, tetapi sering kali orang tua tidak betul-betul mendengarkannya.

Penyebabnya beragam, Bunda. Mulai dari terlalu sibuk dengan pekerjaan, terlalu sigap berasumsi tentang apa yang mereka maksud, alias bisa juga lantaran kelelahan. Efeknya, orang tua tidak betul-betul memperhatikan apa yang diucapkan oleh anak.

2. Biarkan anak menikmati masa kecilnya

Sebisa mungkin biarkan menikmati waktu-waktu bermain di masa kecilnya dengan maksimal ya, Bunda. Saat ini, kebanyakan anak condong terlalu dilindungi dan mempunyai agenda kegiatan yang terlalu padat.

Akibatnya, mereka menjadi 'versi kecil' dari orang dewasa. Tak jarang anak apalagi sudah merasakan kehidupan yang penuh tekanan.

Jika terus-menerus dibiarkan demikian, anak rentan tumbuh menjadi orang dewasa yang mudah stres.

Berikan anak-anak ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. Biarkan mereka merasakan gimana rasanya bermain dan bisa memilih kegiatan yang disukainya. 

Meski begitu, orang tua juga dapat terlibat dalam permainan dan kehidupan anak. Termasuk dengan langkah mendukung eksplorasi dan proses belajar anak tanpa terlalu mengendalikan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Springer Nature menemukan bahwa perihal ini dapat dilakukan dengan menyediakan lingkungan yang aman, memberikan support dan ikut menikmati permainan tanpa mengambil alih kendali.

3. Berikan pengarahan sesuai kebutuhan

Anak sering kali memerlukan orang tua sebagai sosok dewasa yang bisa memberikan nasihat dan arahan. Dalam kondisi demikian, Bunda perlu datang dan mendukung kebutuhan anak sesuai dengan porsinya.

Jika tidak, anak justru merasa bahwa dia tidak bisa mengandalkan orang tuanya untuk membantu alias memberi dukungan.

Berikan waktu tenang, tetap berempati, mendengarkan, dan memeluk anak saat dia sedang tidak bersemangat. Perilaku demikian bisa menenangkan dan membantu mereka merasa lebih baik. 

"Rasa kondusif memberikan anak landasan yang stabil untuk memandang hubungan dalam hidup mereka sebagai sesuatu yang lebih dapat diprediksi," kata psikolog Joseph Laino, PsyD, dikutip dari laman Parents.

4. Dukung angan dan cita-cita anak

Tanpa sadar, orang tua kerap membikin anak jadi tidak antusias untuk meraih angan dan cita-citanya lantaran tidak mau mendukung. Termasuk dengan meremehkan dan menganggap mimpi tersebut terlalu 'besar' bagi anak.

Bukan tidak mungkin, ucapan yang seperti ini membikin anak trauma, susah membikin keputusan krusial dalam hidup, dan apalagi memengaruhi kepercayaan mereka terhadap dirinya sendiri.

Oleh lantaran itu, dukunglah angan anak sebisa mungkin. Meskipun menurut pandangan orang dewasa angan tersebut mungkin tampak susah diraih, tetap sorong mereka untuk bermimpi dan berupaya menjalani hidup sebaik mungkin.

Mengetahui bahwa mereka mendapat support dari orang tuanya adalah motivasi terbaik yang bisa dimiliki.

5. Jadikan anak sebagai prioritas

Rasa kondusif dan nyaman yang dimiliki oleh anak bakal menjadi tameng dalam kehidupannya, terutama yang diberikan oleh orang tua. Jadi, tunjukkan kepada anak-anak bahwa Bunda mencintai mereka dengan lebih dari sekadar kata-kata. 

Dengarkan mereka, biarkan mereka menjalani kehidupannya sebagai 'anak-anak', dukung mereka, dan jadikan mereka prioritas. Hal ini dapat membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bahagia, bisa menyesuaikan diri dengan baik, dan merasa dicintai sepenuhnya. 

Kapan orang tua disebut tidak datang secara emosional?

Dikutip dari Psych Central, orang tua sering kali tanpa sadar tidak responsif pada situasional di mana sisi emosional diharapkan. 

Termasuk ketika orang tua tidak mempunyai keahlian untuk memberikan reaksi yang tepat saat anak sedang menghadapi kebutuhan emosional yang tinggi.

"Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan seseorang untuk datang secara emosional bagi orang lain," ungkap terapis pernikahan dan keluarga, Sarah Epstein.

Contohnya ialah ketika orang tua jarang melakukan kontak mata dengan anak, tidak peduli dengan cerita anak, jarang mengobrol, dan kurang sabar.

Itulah penjelasan tentang macam-macam kebiasaan yang membikin anak merasa betul-betul dekat dengan orang tua. Jika Bunda tetap ragu, tak ada salahnya melakukan konsultasi dengan ahli untuk lebih lanjut.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya