5 Peran Penting Satwa di Hutan untuk Menjaga Kelestarian Alam

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 113x dilihat
5 Peran Penting Satwa di Hutan untuk Menjaga Kelestarian Alam
  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Justina Nur | Beautynesia

Rabu, 09 Sep 2026 12:30 WIB

5 Peran Penting Satwa di Hutan untuk Menjaga Kelestarian Alam, Jangan Sampai Punah!

5 Peran Penting Satwa di Hutan untuk Menjaga Kelestarian Alam/ Foto: magnific.com/wirestock

Hutan tak hanya merupakan suatu daerah yang terdapat banyak pepohonan untuk tumbuh alias area hijau yang memproduksi oksigen agar udara terasa lebih sejuk.

Di dalam hutan, ada beragam jenis satwa dan tumbuhan yang punya peran krusial dalam menjaga keseimbangan alam. Mulai dari serangga, hewan-hewan mini di dalam tanah, burung, dan mamalia, semuanya mempunyai kegunaan masing-masing dalam ekosistem hutan.

Sayangnya, beragam kegiatan manusia mulai dari deforestasi dan rusaknya kediaman membikin keberadaan satwa jadi semakin terancam. Jika populasi satwa di rimba menurun, maka keseimbangan ekosistem rimba bisa ikut terganggu.

Lalu, sebenarnya apa saja peran krusial satwa di rimba dalam menjaga kelestarian alam? Simak penjelasan berikut ini.

Menjaga Kualitas Tanah 

Hewan-hewan mini di dalam tanah bisa membantu menciptakan sirkulasi udara di dalam tanah./ Foto: magnific.com/wirestock

Hewan-hewan mini di dalam tanah bisa membantu menciptakan sirkulasi udara di dalam tanah. Seperti yang dilansir dari Wattle, hewan-hewan mini dalam tanah seperti cacing tanah, semut, dan rayap bisa membikin saluran di dalam tanah saat mereka menggali. 

Aktivitas hewan-hewan tersebut bisa membantu air masuk ke dalam tanah dan memudahkan akar tumbuhan untuk tumbuh.  Selain itu, rayap juga bekerja membantu menguraikan material tumbuhan yang keras seperti kayu, sehingga bisa diubah menjadi bahan organik yang kaya bakal nutrisi.

Menjaga Siklus Nutrisi

Babi rimba sering mengaduk permukaan tanah ketika mencari makanan, rupanya berfaedah mencampurkan bahan organik ke tanah./ Foto: magnific.com/vladimircech

Satwa di rimba yang berukuran lebih besar seperti babi rimba meski terkesan mengerikan, sebetulnya punya makna krusial dalam ekosistem. Babi rimba memang kerap beraktivitas dengan langkah mengaduk permukaan tanah ketika mencari makanan.

Ternyata, kegiatan ini bisa membantu mencampurkan bahan organik ke dalam tanah. Selain itu, kotoran babi rimba juga bisa menambahkan nutrisi krusial untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Membantu Penyebaran Biji

Satwa seperti primata berfaedah membawa dan menyebarkan biji buah ke tempat yang jauh dari pohon induknya./ Foto: magnific.com/vladimircech

Tidak sedikit jenis pohon yang berjuntai adanya satwa untuk membawa dan menyebarkan biji buah ke tempat yang jauh dari pohon induknya.

Hewan-hewan yang berkedudukan dalam menyebarkan biji tersebut seperti burung rangkong dan monyet pemakan buah. Mereka mengonsumsi buah lampau mengeluarkan bijinya melalui kotoran di tempat lain. Proses inilah yang membantu meningkatkan keanekaragaman genetik dan mendukung regenerasi pohon-pohon di hutan.

Selain itu, gajah juga dikenal sebagai tukang kebun raksasa di rimba Afrika. Hal ini lantaran gajah bisa menyebarkan biji yang berukuran besar yang tidak bisa dibawa oleh satwa yang berukuran lebih kecil. Jadi, tanpa adanya gajah, beberapa jenis pohon jadi kesulitan berkembang biak.

Pembangun Kembali Ekosistem

Tapir mempunyai peran krusial dalam membantu memulihkan rimba hujan yang telah rusak./ Foto: magnific.com/wirestock

Beberapa waktu lalu, Anda tentu pernah mendengar kasus seekor tapir yang dibunuh di Kabupaten Mesuji, Lampung, saat tapir tersebut melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera yang sempat menghebohkan warga.

Hal itu tentu sangat menyedihkan, lantaran seperti yang dilansir dari One Earth, tapir mempunyai peran krusial dalam membantu memulihkan rimba hujan yang telah rusak.

Tapir dapat membantu menyebarkan biji tanaman, apalagi bisa menyebarkan biji tiga kali lebih banyak di daerah yang telah mengalami deforestasi daripada di daerah rimba yang tetap ‘sehat’.

Mengendalikan Hama

Hutan yang keanekaragaman hayatinya tetap tinggi bisa mengendalikan populasi (benih)penyakit secara alami tanpa intervensi manusia alias pestisida. / Foto: magnific.com/wirestock

Hutan yang keanekaragaman hayatinya tetap tinggi bisa mengendalikan populasi (benih)penyakit secara alami tanpa intervensi manusia alias pestisida. Hal itu lantaran adanya hubungan antara pemangsa dan mangsa sehingga persentase populasinya terjaga, tidak terlalu banyak dan tidak menjadi hama.

Dengan adanya sistem pengendalian (benih)penyakit secara alami tersebut, kebutuhan penggunaan bahan kimia sebagai pengendali (benih)penyakit dalam pengelolaan rimba jadi bisa berkurang.

Itu tadi Beauties, beberapa peran krusial dari adanya satwa termasuk hewan-hewan liar di dalam hutan. Dengan menjaga populasi mereka, maka keanekaragaman hayati bisa terjaga sehingga akibat jelek seperti musibah alam juga bisa dicegah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini

Bagikan Postingan