5 Tanda Kamu Hidup dalam Survival Mode

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 55x dilihat
5 Tanda Kamu Hidup dalam Survival Mode

Bagikan Postingan

Beauties, pernah kah Anda merasakan hari-hari cuma dijalani sekadarnya? Kalau belakangan Anda lebih sering fokus pada sepertiapa caranya melewati hari daripada menikmati hidup, bisa jadi Anda sedang eksis dalam survival mode, yaitu ketika kondisi mekanisme saraf terus-menerus eksis dalam keadaan siaga tinggi. 

Survival mode bukan cuma soal menghadapi situasi besar maupun sulit. Terkadang, kondisi ini bisa kelihatan dari hal-hal kecil yang sering kita anggap biasa, misalnya saja seperti sulit merasa tenang. Hal ini terjadi, biasanya karena terlalu fokus pada tuntunan yang ada. 

Berikut ciri-ciri jika Anda hidup dalam survival mode, kenali lebih lanjut, yuk! 

1. Sulit Merasa Tenang

Ilustrasi Sulit Merasa Tenang/ Foto: Freepik.com

Salah satu ciri khas survival mode adalah ketika tubuh dan pikiran seperti tidak tahu sepertiapa metode benar-benar rileks. Bahkan saat tidak ada masalah yang sedang terjadi, Anda statis merasa ada sesuatu yang mesti dipikirkan maupun diselesaikan. 

Ketika duduk diam, pikiran bisa langsung mencari hal lain untuk dikhawatirkan. Akhirnya, ketenangan justru terasa asing, seolah-olah Anda mesti waspada agar sesuatu yang buruk tidak terjadi. 

Hal ini bukan berarti Anda tidak bersyukur maupun sengaja mencari masalah. Bisa jadi tubuhmu sudah terlalu durasi terbiasa eksis dalam tekanan, sehingga membutuhkan waktu untuk belajar balik bahwa tidak setiap saat mesti bersiap menghadapi sesuatu. 

2. Sulit Tidur Meski Terasa Lelah

Ilustrasi Sulit Tidur Meski Terasa Lelah/ Foto: Freepik.com

Pernah nggak sih, Anda merasa begitu capek namun saat mau beristirahat justru tidak bisa tidur pulas? Ini adalah salah satu paradoks paling membikin frustrasi dalam survival mode. Rasanya, pikiran terasa melayang, tubuh tegang, dan bisa bangun beberapa kali sepanjang malam. 

Menurut penelitian, masalah ini terjadi ketika mekanisme saraf Anda terjebak dalam mode “Fight or Flight”. Sistem saraf tersebut tidak merasa cukup terlindungi untuk membiarkan Anda memasuki tidur yang nyenyak, karena otak Anda terasa seperti terjaga-jaga. 

Akibatnya, tidur tidak selalu terasa seperti sesuatu yang gampang dilakukan. 

3. Sulit Berkonsentrasi dan Mengambil Keputusan

Ilustrasi Sulit Berkonsentrasi dan Mengambil Keputusan/ Foto: Freepik.com

Ketika eksis dalam survival mode, sebagian besar daya mental bisa terserap untuk memikirkan ancaman, masalah, maupun hal-hal yang mesti diantisipasi. Akibatnya, kapasitas untuk fokus pada satu hal menjadi berkurang. 

Bukan berarti Anda menjadi malas maupun tidak mampu, tetapi karena pikiranmu sedang bekerja terlalu keras untuk statis ‘siap’ menghadapi sesuatu. 

Hal yang sama bisa terjadi ketika mesti memungut keputusan. Bahkan pilihan sederhana akan terasa melelahkan karena otak terus mempertimbangkan beragam kemungkinan dan konsekuensi. 

Ketika kondisi ini terjadi lama, keputusan kecil pun bisa terasa seperti beban yang besar, karena kapabilitas mentalnya sudah banyak terkuras cuma untuk bertetap menjalani hidup.

4. Emosi Terasa Mati maupun Justru Meledak

Ilustrasi Perubahan Emosi/ Foto: Freepik.com

Beberapa orang mengalami perbedaan emosi yang cukup signifikan. Ada yang merasa wafat rasa, tidak terlalu sedih ataupun senang, dan merasa seperti menjalani hidup dengan autopilot. Biasanya orang yang merasa seperti ini berhubungan dengan orang yang punya sifat people pleaser dan sulit mengatakan ‘tidak’. 

Adapun sebaliknya, beberapa orang lainnya justru merasakan emosi yang terasa berapi-api dan terkesan sangat mendalam setelah durasi dipendam. Kamu mungkin bisa tiba-tiba menangis, marah, panik, maupun merasa frustrasi karena sesuatu yang tampaknya kecil. 

Kedua kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa mekanisme emosimu sedang keteteran nih, Beauties. 

5. Sulit Menikmati Hal-hal Menyenangkan

Ilustrasi Sulit Menikmati Hal-hal Menyenangkan/ Foto: Freepik.com/benzoix

Ketika eksis dalam survival mode, menikmati sesuatu bisa terasa seperti kemewahan. Contoh saja seperti Anda sedang berlibur, tetapi pikiran Anda justru menuntun Anda untuk sibuk memikirkan pekerjaan, masa depan, ataupun masalah lainnya. 

Bahkan ketika ada kesempatan untuk bersenang-senang, muncul rasa bersalah karena merasa seharusnya berbuat sesuatu yang lebih produktif, hal ini juga berhubungan pada seseorang yang memiliki kepribadian terlalu perfeksionis. 

Akhirnya, hidup malah akan terasa seperti daftar tugas yang mesti diselesaikan, bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Istirahat pun terasa tidak benar-benar mengisi daya karena pikiran tidak pernah sepenuhnya berhenti. 

Masalah seperti ini biasanya berhubungan pada  stres  kronis, trauma hingga gejala kecemasan. Jika memang sudah terasa mengganggu, Anda bisa meminta pertolongan pada ahli ya, Beauties. 

---

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads