Jakarta -
Menghadapi tekanan alias situasi yang menegangkan memang bukan perihal yang mudah bagi banyak orang. Meski begitu, ada sebagian orang yang tetap bisa bersikap tenang meskipun keadaan sedang kacau.
Ketika masalah muncul, banyak orang langsung merasa cemas, khawatir, hingga panik. Namun, ada juga yang bisa mengendalikan diri dengan baik sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang.
Dalam psikologi, keahlian untuk tetap tenang bukan hanya ditentukan oleh aspek bawaan saja. Sikap ini juga bisa terbentuk dari pola pikir yang positif, kebiasaan yang terus dilatih, serta keahlian mengatur emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunda perlu tahu, orang yang terlihat santuy saat menghadapi tekanan biasanya mempunyai beberapa karakter kepribadian yang khas. Penasaran ada apa saja? Yuk, kita simak berikut ini.
Ciri-ciri kepribadian orang yang tetap tenang meski menghadapi tekanan
Dilansir dari laman Your Tango, ada sejumlah karakter kepribadian yang ditemukan pada orang-orang yang tetap bisa bersikap tenang ketika menghadapi tekanan.
1. Mampu mengatur pikiran dengan baik
Orang yang tetap tenang saat menghadapi tekanan tidak langsung menerima semua pikiran yang muncul di akal mereka. Mereka mengerti bahwa setiap pikiran belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Dr. Carissa Gustafson, menjelaskan bahwa pikiran tidak selalu mencerminkan realitas yang terjadi, Bunda.
"Pikiran kita bukanlah fakta. Bahkan, pikiran kita terkadang bisa memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika orang-orang terlalu terikat pada pikiran mereka, mereka mau menghentikan, mengubah, alias mengendalikan pikiran tersebut dan pada akhirnya gagal," katanya.
Untuk mengurangi ketegangan akibat pikiran yang berlebihan, kegiatan bentuk dapat menjadi pilihan yang bermanfaat. Berjalan kaki, berolahraga, alias melakukan aktivitas ringan dapat membantu tubuh dan pikiran jadi lebih rileks.
2. Tidak mencari pengesahan dari orang lain
Banyak orang merasa lebih percaya pada diri mereka usai mendapatkan pujian alias apresiasi dari orang lain. Namun, orang yang bisa tetap tenang di bawah tekanan tidak menggantungkan nilai diri mereka pada penilaian tersebut.
Mereka memilih membangun penerimaan diri dari dalam diri sendiri. Lewat langkah itu, emosi mereka tidak mudah naik turun hanya lantaran komentar alias penilaian dari orang lain.
Psikolog asal California, Amerika Serikat, Dr. Caroline Fleck, Ph.D., menjelaskan bahwa kebiasaan terus-menerus mencari pengesahan dari orang lain justru dapat mengganggu ketenangan batin.
"Mencari pujian itu bermasalah lantaran Anda akhirnya menyesuaikan diri dalam beragam langkah untuk memenuhi angan orang lain demi mendapatkan persetujuan mereka, yang merupakan kebalikan dari ketenangan," tutur Fleck.
3. Fokus pada hal-hal yang bermakna
Orang yang bisa tetap tenang saat menghadapi tekanan tetap memperhatikan kebutuhan dirinya dengan baik. Mereka menjaga kesehatan, kebersihan, serta penampilan sebagai bagian dari corak penghargaan terhadap diri sendiri, Bunda.
Namun, mereka tidak terlalu sibuk memusatkan perhatian pada diri sendiri sepanjang waktu. Sebaliknya, mereka lebih memilih menggunakan waktu dan energinya untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk kegiatan yang bisa memberikan faedah bagi orang lain.
4. Mengenali sumber stres
Ciri lainnya adalah memahami apa saja yang dapat memicu stres dalam keseharian. Mereka sadar bahwa pikiran yang terus-menerus dipenuhi kekhawatiran dapat membikin tekanan emosional terasa semakin berat.
Karena mengerti hubungan antara pikiran dan stres, mereka berupaya mengatur kekhawatiran dengan lebih baik. Saat masalah itu muncul, mereka tidak membiarkan diri larut dalam beragam kemungkinan yang buruk.
5. Memperhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari
Orang yang tetap tenang di bawah tekanan mengerti bahwa apa yang mereka konsumsi tidak hanya memengaruhi kesehatan bentuk saja, tetapi juga kondisi emosional.
Baik itu makanan maupun info yang diterima setiap hari dapat berpengaruh pada suasana hati dan langkah seseorang menjalani kesehariannya, Bunda.
Pola makan yang kebanyakan makanan sigap saji alias makanan olahan dapat membikin tubuh terasa kurang fit. Ketika kondisi bentuk menurun, seseorang pun condong lebih mudah merasa lelah, cemas, dan tertekan.
6. Mampu mengambil tanggung jawab atas pilihan
Orang yang tenang sadar bahwa tidak semua perihal dalam hidup bisa mereka kendalikan. Meski begitu, mereka konsentrasi pada hal-hal yang tetap berada dalam kendali, seperti sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil.
Selain itu, mereka mengerti bahwa pola pikir turut memengaruhi langkah memandang beragam situasi. Dengan berani bertanggung jawab, mereka merasa lebih percaya diri serta mempunyai kendali yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan.
Ketenangan tetap bisa dilatih
Bunda perlu tahu, bahwa keahlian untuk tetap saat menghadapi tekanan rupanya tidak terjadi begitu saja. Menilik dari The Economics Times, dalam psikologi, salah satu kuncinya adalah keahlian mengatur emosi dengan baik.
Mengatur emosi berfaedah kita bisa merespons perasaan dengan lebih seimbang. Orang yang tenang tidak langsung terbawa emosi ketika menghadapi situasi yang susah alias tidak sesuai harapan.
Mereka condong memandang masalah dari perspektif pandang yang berbeda. Alih-alih menganggap suatu keadaan sebagai ancaman, mereka mencoba melihatnya sebagai tantangan alias kesempatan untuk belajar.
Tidak hanya itu, banyak orang yang tenang menerapkan kesadaran penuh alias mindfulness dalam keseharian. Kebiasaan ini membantu mereka konsentrasi pada apa yang sedang terjadi saat ini.
Berkaitan dengan perihal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa ketenangan bukan hanya ditentukan oleh sifat yang dimiliki sejak kecil. Dengan melatih emosi, seseorang dapat belajar menjadi lebih tenang dalam menghadapi tekanan hidup.
Itulah ciri-ciri kepribadian orang yang tetap tenang saat di bawah tekanan. Apa Bunda termasuk salah satunya?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·