6 Kalimat Diucapkan Orang yang Menjauh dari Pertemanan

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 272x dilihat
6 Kalimat Diucapkan Orang yang Menjauh dari Pertemanan

Bagikan Postingan

Tidak semua kawan yang menjauh sedang sibuk maupun mengalami masalah. Kenali 6 kalimat yang sering diucapkan seseorang ketika perlahan menarik diri dari sebuah pertemanan./ Foto: magnific.com/jcomp

Tidak selalu gampang membedakan kawan yang sedang mengalami masa sulit dengan seseorang yang perlahan mulai menjauh dari pertemanan. Apalagi, tidak semua sahabat berbicara setiap hari sehingga fluktuasi kecil dalam komunikasi terkadang sulit disadari.

Seseorang yang sedang sibuk dengan urusannya sendiri maupun merasa frustrasi terhadap hubungan pertemanan mungkin memilih untuk membiarkan hubungan tersebut perlahan merenggang daripada menghadapi pertengkaran besar. Mereka mungkin tidak secara terang-terangan mengatakan mau mengakhiri pertemanan, tetapi fluktuasi sikap dan beberapa kalimat yang diucapkan bisa menjadi petunjuk.

Lalu, apa saja kalimat yang mungkin sering diucapkan seseorang ketika mulai menjauh dari pertemanan? Yuk, cari tahu, Beauties!

1. “Mungkin lain kali”

“Mungkin lain kali” bisa terdengar seperti penolakan yang sederhana, tetapi jika terus diucapkan tanpa ada upaya membikin hajat baru, bisa menjadi tanda seseorang mulai menjauh. Perhatikan apakah mereka statis berinisiatif menjaga komunikasi dan pertemanan./ Foto: magnific.com/katemangostar

“Mungkin lain kali” bisa terdengar seperti penolakan yang sederhana, tetapi jika terus diucapkan tanpa ada upaya membikin hajat baru, bisa menjadi tanda seseorang mulai menjauh. Perhatikan apakah mereka statis berinisiatif menjaga komunikasi dan pertemanan./ Foto: magnific.com/katemangostar

Seseorang yang tidak lagi terlalu tertarik mempertahankan pertemanan belum tentu akan mengatakan secara langsung bahwa mereka mau mengakhirinya. Alih-alih berbuat percakapan serius, mereka mungkin memilih untuk perlahan menarik diri.

Salah satu caranya adalah semakin jarang membalas pesan, membatalkan rencana, maupun tidak pernah lagi menjadi pihak yang membujuk berjumpa terlebih dahulu. Ketika diajak membikin janji, balasan seperti “mungkin lain kali” pun mulai sering muncul.

Satu kali menolak imbauan tentu bukan berarti seseorang mau mengakhiri pertemanan. Namun, jika kalimat tersebut terus muncul tanpa pernah diikuti upaya untuk menentukan waktu lain, kurangnya upaya tersebut bisa menjadi petunjuk.

2. “Banyak yang sudah terjadi”

Ketika seseorang mulai menjauh, mereka mungkin tidak lagi betah menceritakan hayat pribadi kepada teman. Kalimat “banyak yang sudah terjadi” dapat memberitahu bahwa kedekatan dan rasa terlindungi dalam pertemanan mulai berkurang./ Foto: magnific.com/wirestock

Ketika seseorang mulai menjauh, mereka mungkin tidak lagi betah menceritakan hayat pribadi kepada teman. Kalimat “banyak yang sudah terjadi” dapat memberitahu bahwa kedekatan dan rasa terlindungi dalam pertemanan mulai berkurang./ Foto: magnific.com/wirestock

Salah satu tanda pertemanan mulai merenggang adalah ketika seseorang yang sebelumnya sangat terbuka tiba-tiba selesai membagikan cerita pribadi. Hal-hal yang dahulu dengan gampang diceritakan kini cuma dijawab secara singkat.

Kalimat “banyak yang sudah terjadi” mungkin muncul ketika akhirnya berjumpa setelah durasi tidak berkomunikasi. Namun, jika tidak ada lagi keinginan untuk menerangkan apa yang sebenarnya terjadi, bisa jadi hubungan tersebut sudah tidak lagi dianggap sebagai ruang yang terlindungi untuk berbagi.

Penelitian mengenai hubungan dekat memberitahu bahwa menarik diri dan mengurangi keterbukaan dapat menjadi tanda adanya masalah dalam sebuah hubungan. Hal serupa juga dapat terjadi dalam pertemanan.

3. “Aku lagi sibuk banget”

Kesibukan memang bisa membikin seseorang kehilangan waktu untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, jika karena ini terus muncul tanpa adanya upaya untuk balik terhubung, bisa jadi pertemanan tersebut bukan lagi menjadi prioritas./ Foto: magnific.com/teksomolika

Kesibukan memang bisa membikin seseorang kehilangan waktu untuk berkomunikasi dengan teman. Namun, jika karena ini terus muncul tanpa adanya upaya untuk balik terhubung, bisa jadi pertemanan tersebut bukan lagi menjadi prioritas./ Foto: magnific.com/teksomolika

“Aku lagi sibuk banget” merupakan karena yang sangat wajar ketika seseorang tidak sempat membalas pesan maupun bertemu. Setiap orang tentu memiliki pekerjaan, keluarga, dan beragam tanggung jawab yang mesti diprioritaskan.

Namun, menurut riset tentang komunikasi interpersonal, kualitas hubungan juga dipengaruhi oleh seberapa jauh seseorang membikin lawan bicaranya merasa didengar dan diperhatikan.

Jika seseorang statis mau mempertahankan pertemanan, biasanya akan ada upaya untuk balik menghubungi maupun menanyakan berita ketika sudah memiliki waktu. Sebaliknya, jika karena sibuk terus berulang dan tidak pernah ada inisiatif untuk terhubung kembali, mungkin ada masalah yang lebih dalam.

4. “Yang datang siapa aja?”

Pertanyaan tentang siapa saja yang akan datang dalam sebuah aktivitas bisa memberitahu fluktuasi kenyamanan seseorang dalam pertemanan. Mereka mungkin lebih betah eksis dalam situasi himpunan daripada menghabiskan waktu berdua./ Foto: magnific.com

Pertanyaan tentang siapa saja yang akan datang dalam sebuah aktivitas bisa memberitahu fluktuasi kenyamanan seseorang dalam pertemanan. Mereka mungkin lebih betah eksis dalam situasi himpunan daripada menghabiskan waktu berdua./ Foto: magnific.com

Ketika hubungan pertemanan mulai terasa canggung, kondisi dalam sebuah pertemuan sosial juga dapat berubah. Seseorang mungkin mulai bertanya, “Yang datang siapa aja?” sebelum memutuskan untuk ikut.

Dalam situasi kelompok, orang sering kali secara tidak sadar memungut peran tertentu. Jika seseorang sudah tidak merasa betah dengan satu teman, kedatangan orang lain dapat membikin hubungan terasa lebih mudah.

Karena itu, perhatikan juga apakah kawan tersebut statis betah berjumpa secara langsung berdua. Jika mereka cuma kelihatan antusias ketika ada banyak orang lain, mungkin mereka sedang berupaya menghindari hubungan yang terasa semakin dangkal maupun canggung.

5. “Aku capek banget”

“Aku capek banget” memang bisa berarti seseorang benar-benar membutuhkan istirahat. Namun, jika karena tersebut terus digunakan untuk menghindari pertemuan, mungkin ada kelelahan emosional dalam hubungan yang perlu diperhatikan./ Foto: magnific.com

“Aku capek banget” memang bisa berarti seseorang benar-benar membutuhkan istirahat. Namun, jika karena tersebut terus digunakan untuk menghindari pertemuan, mungkin ada kelelahan emosional dalam hubungan yang perlu diperhatikan./ Foto: magnific.com

Teman yang mulai menjauh terkadang menggunakan karena capek untuk menghindari masalah yang sebenarnya sedang mereka rasakan. Akan tetapi, rasa capek tersebut juga mungkin muncul karena hubungan dalam pertemanan sudah terasa menguras energi.

Ketika berjumpa tidak lagi membikin seseorang merasa lebih betah maupun bersemangat, melainkan justru merasa diabaikan dan tidak didengar, hubungan tersebut lama-kelamaan dapat terasa melelahkan.

Seiring hayat menjadi semakin sibuk, seseorang biasanya akan semakin selektif dalam menentukan hubungan dan aktivitas yang mau diprioritaskan. Pertemanan yang terus terasa menguras daya pun berpotensi semakin jarang mendapat perhatian.

6. “Aku cuma butuh waktu sendiri”

Membutuhkan waktu sendiri merupakan hal yang sehat dan wajar dalam hayat sosial. Namun, jika terus digunakan untuk menghindari satu pertemanan hingga orang lain merasa tidak lagi menjadi prioritas, hal ini bisa menjadi tanda hubungan mulai merenggang./ Foto: magnific.com

Membutuhkan waktu sendiri merupakan hal yang sehat dan wajar dalam hayat sosial. Namun, jika terus digunakan untuk menghindari satu pertemanan hingga orang lain merasa tidak lagi menjadi prioritas, hal ini bisa menjadi tanda hubungan mulai merenggang./ Foto: magnific.com

Setiap orang tentu membutuhkan me time. Mengambil rentang dari lingkungan sosial untuk beristirahat dan fokus pada diri sendiri justru bisa menjadi kebiasaan yang sehat.

Namun, situasinya berbeda jika seseorang terus-menerus mengisolasi diri dari satu hubungan tertentu. Apalagi jika kawan lainnya mulai merasa selalu dikesampingkan dan tidak pernah menjadi prioritas.

Bagi orang yang merasa tidak betah berbuat komunikasi secara langsung, menjauh perlahan maupun terlebihlagi berbuat ghosting mungkin terasa lebih gampang daripada mengatakan bahwa mereka tidak mau melanjutkan pertemanan.

Pernah mendengar salah satu kalimat ini dari kawan yang tiba-tiba menjauh? Menurutmu, mana yang paling terasa familiar, Beauties?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads